Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat India Tolak Lawatan Ariel Sharon

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 September 2003 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2003 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan orang melancarkan unjuk rasa di beberapa kota utama di India kemarin untuk menentang lawatan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon yang dianggapnya sebagai seorang pembunuh paling kejam.

Dalam unjuk rasa yang terjadi di New Delhi, Mumbai, Kashmir dan Calcutta itu para demonsran mendesak pemerintah supaya bersikap jujur terhadap dukungan India atas perjuangan rakyat Palestina untuk bebas dari cengkaman Zionisme-Israel.

Sharon merupakan Perdana Menteri Israel yang pertama melawat India sejak Israel mewujudkan hubungan diplomatik dengan New Delhi pada 1992.

Sharon yang dikenal sebagai pembantai berdarah dingin di Sabra dan Satila tahun 1984 berjanji akan merapatkan hubungan dengan India dalam rangka lawatannya ke negara itu.

Langkah India menerima Israel ini bagi sebagai rakyat di negara terbesar di dunia itu sebagai satu tindakan mengabaikan hubungan denan Pakistan yang terus memburuk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya percaya lawatan ini yang pertama oleh seorang Perdana Menteri Israel dan akan membantu dalam perkembangan hubungan itu,” kata Sharon dalam sambutan resmi di istana presiden.

Delegasi Sharon terdiri daripada 150 orang, termasuk beberapa eksekutif dari industri pertahanan.

Peningkatan hubungan India-Israel adalah hasil pertambahan penjualan peralatan militer Israel yang bernilai 2 Milyar SD selama setahun.

Tentu saja, Pakistan merasa tersinggung lawatan penjagal paling kejam di dunia ini. Menurut pihak Pakistan, kerjasama itu justru akan semakin mengganggu kestabilan wilayah dua negara yang tengah panas tersebut.

Perkembangan hubungan India-Israel-Amerika Serikat (AS) tidak hanya turut membuat pihak Islamabad bimbang. Termasuk ketakutan di kalangan penduduk minoritas Islam di India.

“Kami amat bimbang ini akan menjadi satu perkembangan negatif jika hubungan itu diarahkan kepada orang Islam di seluruh dunia terutama Pakistan dan penduduknya,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Pakistan.

“Kami juga kawatir dengan perkembangan kerjasama pertahanan India-Israel. Ini memberi kesan akan mengganggu kestabilan wilayah ini.” tambahnya (rtr)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Washington Tekan Liga Arab Soal Iraq
Tulisan selanjutnya Gangguan Jiwa di Aceh Meningkat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?