Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perlucutan Senjata Pemberontak FARC Rampung

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2017 20:33 8:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Agustus 2017 20:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok pemberontak FARC telah menyerahkan lebih dari 8.000 senjata yang dimilikinya, sebagai bagian dari proses perlucutan yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tuntas hari Selasa (15/8/2017).

“Misi kami telah, sampai hari ini, mengumpulkan 8.112 senjata dalam kontainer-kontainer ini dan telah memusnahkan hampir 1,3 juta peluru,” kata kepala misi PBB untuk Kolombia Jean Arnault dalam sebuah acara menandai pengiriman senjata-senjata yang dilucuti dari kelompok FARC.

PBB melakukan pengiriman terakhir persenjataan hasil demobilisasi kamp di Fonseca, Provinsi La Guajira, satu dari dua puluhan zona di mana para pemberontak FARC tinggal sejak awal tahun lalu, lapor Euronews.

Sekitar 7.000 pemberontak FARC telah didemobilisasi sejak perjanjian perdamaian ditandatangani tahun lalu antara Kelompok Bersenjata Revolusi Kolombia (FARC) dan pemerintahan Presiden Juan Manuel Santos.

“Kita baru saja menyaksikan hal yang sangat bersejarah,” kata Santos hari Selasa (15/8/2017). Itu merupakan nafas terakhir dari konflik yang berlangsung selama 53 tahun. Ketika kita melihat kontainer terakhir menuruni jalan ini, hal tersebut merupakan tahapan terakhir dari perlucutan senjata,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin FARC Ivan Marquez, yang juga menghadiri acara tersebut, memandang ke masa depan. “Sekarang dimulai [tahap] verifikasi oleh PBB, dan reinkorporasi FARC ke dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial di negara ini dimulai.”

Kesepakatan damai itu mengakhiri pemberontakan oleh kelompok Marxis terhadap pemerintah selama puluhan tahun. Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok FARC diberi 10 kursi di kongres sampai tahun 2026, dan tawaran amnesti kepada sebagian besar tentaranya. Anggota FARC yang melakukan pelanggaran HAM tidak akan diberi sanksi penjara, tetapi diganti dengan kerja bakti seperti membersihkan ranjau yang pernah dipasang oleh para pemberontak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haji dan Ambisi ‘Internasionalisasi Haramain’
Tulisan selanjutnya Polisi Israel Kembali Tangkap ‘Syeikhul Aqsha’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?