Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Momentum Hadirkan Kemerdekaan yang Memerdekakan Rakyat Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2017 13:27 1:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2017 13:27
Bagikan
Suasana di salah satu gang di Jakarta Timur, menyambut HUT RI ke-72 yang jatuh pada Kamis, 17 Agustus 2017. Gambar dijepret sehari setelahnya.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sudah 72 tahun bangsa Indonesia berdiri di atas kemerdekaannya. Namun masih ada pertanyaan yang sering terlontar, benarkah negeri ini sudah betul-betul merdeka?

Dalam upaya menjawab itu, momentum 17 Agustus 2017 diharapkan menjadi pemicu bangsa ini untuk menuju kemerdekaan seutuhnya. Yaitu kemerdekaan yang tak sebatas perayaan dan pengucapan ritual tahunan.

Bukan pula kemerdekaan yang hanya dirasakan sebagian golongan di republik ini. Tapi betul-betul kemerdekaan yang dirasakan segenap elemen bangsa, termasuk rakyat kecil.

Seirisan itu, bagi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, HUT RI ke-72 harus dimaknai sebagai momentum pembuktian (syahadah) dari kemerdekaan yang telah diperoleh. Yaitu, dengan menghadirkan kemerdekaan yang memerdekakan rakyat Indonesia.

“Bagaimana kemerdekaan bisa membebaskan rakyat dari kemiskinan dan pemiskinan, membebaskan rakyat dari kebodohan dan pembodohan, sehingga cita-cita kemerdekaan Indonesia raya yang adil dan makmur (tercapai. Red),” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam pernyataan tertulisnya bertepatan HUT RI ke-72, Kamis (17/08/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: HUT RI ke-72, Bangsa Indonesia Harus Merdeka Sepenuhnya

Meningkatkan Kemerdekaan

Betul, Indonesia secara konstitusional telah merdeka dari penjajahan asing seperti Belanda dan Jepang. Namun, kemerdekaan menyeluruh yang ada saat ini belum sepenuhnya dirasakan oleh sebagian pemilik bangsa ini.

Sehingga, kemerdekaan itu harus ditingkatkan, agar yang merasa belum sepenuhnya merdeka bisa merasakan arti merdeka yang sesungguhnya itu.

“Maka inilah tugas yang harus kita dorong, agar seluruh komponen bangsa bisa menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu kemerdekaan lahir, batin, fisik, dan mental,” ujar Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (16/08/2017), di hari MUI menyampaikan tausiyah kebangsaan menyambut HUT RI ke-72.

Secara lebih khusus, makna kemerdekaan adalah berkeadilan dan berkeadaban, menurut Pimpinan AQL Center, Ustadz Bachtiar Nasir. Dari sisi makna ini, bisa dilihat jika belum sepenuhnya rakyat merasakan kemerdekaan atau keadilan tersebut.

Dalam hal kesenjangan ekonomi, misalnya, utamanya kepemilikan lahan tanah di Indonesia saat ini, menurut Bachtiar, persoalan tersebut menjadi otokritik bagi bangsa Indonesia.

“Banyak sekali rakyat miskin yang sebetulnya mereka pemilik tanah tetapi sekarang mereka bagai tuan yang tak memiliki tanah. Mereka harusnya menjadi tuan di negeri sendiri, tetapi pada akhirnya pemilik tanah bukanlah tuannya sendiri di negeri ini,” ujarnya dalam konferensi pers kegiatan ‘Syiar Persatuan, Mengisi Kemerdekaan dengan Qur’an’ di Tebet, Jakarta, Senin pekan ini.

Baca: 72 Tahun RI, MUI Desak Pemerintah Lebih Serius Atasi Kesenjangan Sosial dan Hukum

Berdasarkan data laporan yang dikeluarkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), akhir tahun lalu, menunjukkan, 1 persen penduduk Indonesia menguasai hampir 70 persen aset negara.

“Ini menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya ketimpangan sosial di dalam negeri,” ujar Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Anggawira, dalam keterangannya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Ahad, 11 Desember 2016.

Selain sosial, dari sisi hukum pun demikian. Umat merasakan adanya ketimpangan penegakan hukum di negeri ini. Apalagi dewasa ini, pasca kasus penistaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hukum dirasa tajam ke bawah, khususnya terhadap umat Islam, tapi tumpul ke atas.

Dalam kasus Ahok itu, contohnya, disebut sebagai kasus penistaan agama yang gelar perkaranya terpanjang, menghabiskan anggaran dan energi rakyat Indonesia, sedangkan Ahok dirasa lama baru dijebloskan ke tahanan. Sementara dalam kasus serupa sebelumnya, pelakunya begitu cepat ditangkap.

Kondisi demikian dikhawatirkan berdampak pada para penerus bangsa Indonesia. “Ini akan menjadi catatan pahit generasi pelanjut negeri ini,” ungkap Ketua Umum Syabab Hidayatullah, Suhardi, awal Mei 2017, saat sidang-sidang kasus Ahok sedang berproses.

Baca: 1 Persen Penduduk Indonesia Menguasai Hampir 70 Persen Aset Negara

Meretas Problematika

Oleh karena itu, HUT RI ke-72 sepatutnya menjadi momentum bagi bangsa ini untuk bangkit meretas problematika tersebut. Baik di jajaran pemerintahan, pada tataran pelaku bisnis, maupun dalam ranah masyarakat akar rumput, dan sebagainya.

Dalam hal penguasaan aset, sebagai contoh kasus, salah satu bentuk kemerdekaan adalah ketika pemilik tanah negeri ini dimiliki oleh tuannya sendiri. “Peringatan kemerdekaan semoga harus semakin menguatkan kedaulatan Republik Indonesia,” ungkap Bachtiar yang juga Ketua GNPF MUI.

Pun dalam lingkup kepemimpinan nasional, kemerdekaan harus disyukuri dengan merealisasikannya dalam bentuk kepemimpinan yang dipimpin oleh pribadi-pribadi berhikmah.

Secara lebih khusus, kemerdekaan ini harus diisi dan ditingkatkan oleh para pemuda bangsa.

“Peran pemuda saat ini bekerja pada upaya pembuktian mengisi kemerdekaan tersebut, dengan meninggikan produktivitas dan merawat integritas (akhlak yang baik),” pesan Dahnil.

Baca: Bachtiar Nasir: Merdeka Harusnya Menjadi Tuan di Negeri Sendiri

Di sisi lain, perlu diperhatikan faktor-faktor penghambat “pemerataan kemerdekaan” tersebut. Salah satunya, masifnya praktik korupsi di negeri yang sedang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

“Maka salah satu PR (pekerjaan rumah. Red) kekinian dan masa depan pemuda adalah melakukan perlawanan terhadap praktik korupsi,” pungkas Dahnil berpesan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agrariaAmirsyah TambunanAnggawiraAQLaset negaraBachtiar NasirDahnil Anzar SimanjuntakDirgahayu Republik Indonesia ke-72HIPMIHUT RI ke-72indonesiaJokowiJusuf KallaKemerdekaan Republik Indonesiakepemimpinan nasionalKetua BPP HIPMIKetua GNPF MUIKetua Umum Pemuda Muhammadiyahmengisi kemerdekaanMUIpemerintahpemimpin IndonesiaPendiri AQLpenguasaan lahanpenjajahan Indonesiaperingatan kemerdekaan RIPresiden Joko Widodoproblem bangsaWakil PresidenWasekjen MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Disangka, Bayi Kami Lahir di Usia 72 Tahun Republik Indonesia
Tulisan selanjutnya Teguhkan Komitmen Jaga NKRI, FPI Gelar Milad ke-19 dan Peringatan HUT RI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?