Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hampir 100 Orang Tewas di Rakhine, Pemerintah Pindahkan Warga Non Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2017 09:48 9:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Agustus 2017 09:32
Bagikan
Muslim Rohingya lari ketakutan atas aksi kekerasan militer Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com— Kekerasan mematikan meningkat di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam tiga hari terakhir hingga Ahad (27/08/2017), dengan hampir 100 orang tewas.

Pertempuran terjadi pada hari Jumat, 25 Agustus 2017, ketika anggota gerilyawan Rohingya menyerang sejumlah pos keamanan di Rakhine utara.

Jumlah kematian telah meningkat mencapai 98 orang, termasuk 80 gerilyawan dan 12 petugas keamanan. Ini adalah yang tertinggi sejak konflik di wilayah tersebut pecah tahun lalu.

Bentrokan terjadi beberapa jam setelah mantan Sekjen PBB Kofi Annan merilis sebuah laporan yang merinci kondisi di dalam Rakhine.

Kantor pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan 12 petugas keamanan dan 59 militan telah tewas. Seorang warga di Maungdaw, kota utama di Rakhine utara, mengatakan tembakan bisa terdengar di sepanjang malam saat bentrokan terjadi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami masih mendengar suara tembakan sekarang, kami tidak berani keluar dari rumah kami,” kata warga tersebut yang meminta tidak disebutkan namanya.

Baca: Ekstremis Buddha Blokir Akses Muslim Rohingya

Namun, sejak pertempuran baru-baru ini terjadi Jumat lalu, sekitar 3.000 orang Rohingya mencoba melarikan diri ke Bangladesh.

Chris Lewa, Direktur Arakan Project,  LSM  pemantau konflik di Rakhine, mengatakan kekerasan hari Jumat terjadi setelah tentara Myanmar menangkap sekitar 80 orang di sebuah desa di sebuah kamp pengungsian Rohingya di Rathedaung.

Menurutnya, muncul rumor bahwa beberapa orang telah dipukuli sampai meninggal. ”Tiba-tiba lebih banyak tentara datang dan mulai menembaki kamp pengungsi,” katanya. “Dua orang terbunuh. Saya punya foto jasadnya.”

Pasukan Myanmar menembakkan senjata api dan bom mortir ke ratusan kelompok etnis Rohingya yang melarikan diri dari wilayah Rakhine ke perbatasan Bangladesh kemarin.

Baca: Ketakutan, 3500 Etnis Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Wartawan AFP di lokasi kejadian menginformasikan bahwa insiden tersebut terjadi di pos kontrol perbatasan Ghumdhum yang merupakan kelompok etnis Rohingya yang terjebak sejak kemarin setelah pertempuran baru-baru ini di Rakhine utara.

Menurut wartawan, ia menyaksikan etnis Rohingya melarikan diri saat ditembaki tentara.

Markas Besar Pasukan Penjaga Berbatasan Bangladesh (BGB), Manzurul Hassan mengatakan gerilyawan menembaki kelompok etnis tersebut, kebanyakan perempuan dan anak-anak bersembunyi di perbukitan di dekatnya.

“Mereka (anggota militer) tiba-tiba melepaskan senjata dengan mortir dan bom mortir yang menargetkan warga sipil. Mereka tidak bernegosiasi dengan BGB, “katanya.

Sementara itu, pemerintah Myanmar telah memindahkan setidaknya 4.000 warga non-Muslim di beberapa desa menyusul bentrokan yang meningkat di Rakhine barat daya sementara pada saat bersamaan ribuan etnis muslim Rohingya terus melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Baca: Ekstremis Buddha Blokir Akses Muslim Rohingya

Menteri Relokasi, Bantuan Sosial dan Kesejahteraan Sosial Myanmar, Win Myat Aye mengatakan kepada Reuters, pihaknya mengevakuasi warga non-Muslim termasuk menyediakan tempat-tempat seperti vihara, kantor pemerintah dan kantor polisi setempat di kota-kota besar.

“Kami juga menyalurkan bantuan pangan kepada mereka bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah,” katanya.

Tapi pemerintah tidak merinci rencananya untuk membantu kelompok etnis Muslim Rohingya, kecuali berita pelarian mereka ke Bangladesh.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bantuanBGBBiksuBuddhaekstrimis Buddhaetnis RohingyagerilyawanKekerasan di RakhineKofi AnnanMaungdawmyanmarPasukan Penjaga Berbatasan BangladeshRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mustofa Nahra: Akun Twitter Saya Dicuri Pihak Misterius Akhir 2016
Tulisan selanjutnya Syeik al Sudais: Musim Haji bukan Tempat untuk Berpolitik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?