Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Serangan Udara Rusia di Idlib Tewaskan 140 Warga Sipil

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2017 13:05 1:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2017 13:05
Bagikan
serangan udara terbaru Rusia di Kota Idlib
Bagikan

Hidayatullah.com–Serangan udara terbaru  di Provinsi Idlib di Suriah dalam 10 hari ini telah menyebabkan lebih dari 140 sipil tewas, demikian yang dilaporkan koresponden Anadolu Agency.

Koresponden yang bekerja di wilayah tersebut mengatakan bahwa setidaknya 40 warga sipil terbunuh sementara 70 lainnya luka-luka dalam pemboman baru di desa Armanaz, Idlib, Jumat malam lalu.

Sementara Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov menyebut kelompok yang menjadi korban,  sebagai “penjahat” sambil mengkritik Reuters karena dinilai telah membuat berita tidak meliliki kredibilitas.

“Pesawat Angkatan Udara Rusia tidak menargetkan daerah pemukiman dan desa untuk menghindari korban sipil,” tegasnya. “Mereka menargetkan lokasi berbasis ‘teroris’, perangkat keras dan tempat penyimpanan senjata, yang diidentifikasi oleh pesawat tak berawak dan diperiksa silang melalui saluran lain,” ujarnya dikutip laman RT.com.

‘Teroris’ yang ia maksud adalah milisi-milisi pejuang anti Bashar bukan ISIS.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Baca: Rusia Serang Rumah Sakit dan Masjid, Idlib Bermandikan Darah

Sejak 19 September, Idlib bagian selatan tetap menjadi target serangan udara yang hebat oleh pesawat tempur Rusia dan Suriah.

Rumah sakit dan sekolah juga menjadi target serangan. Serangan tersebut juga menyasar beberapa kawasan yang masuk dalam zona de-eskalasi Idlib, yang baru-baru ini disepakati  dan ditandatangani di Astana, Kazakhstan – antara Turki, Iran dan Rusia.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengutuk serangan udara mematikan tersebut.

“Kami tahu Rusia menargetkan elemen teroris di Idlib,” katanya. “Tapi sejumlah warga sipil dan pemberontak moderat juga telah terbunuh karenanya.”

Menteri menambahkan, “Serangan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran gencatan senjata dan pelanggaran terhadap kesepakatan Astana.”

Sementara itu, setidaknya 14 warga sipil juga tewas dalam serangan  yang dilakukan siang hari di sebuah kota di Suriah yang berada dalam jaringan “zona de-eskalasi” – tempat-tempat yang dikatakan melarang serangan semacam itu – demikian kata seorang pejabat pertahanan sipil pro-oposisi Suriah .

Serangan tersebut – yang menjadi tanggung jawab rezim Suriah – terjadi di Ghouta Timur, yang terletak di dalam zona de-eskalasi, lapor anggota pasukan pertahanan sipil Helmet Suriah pada Anadolu Agency.

Selama lima tahun terakhir, Ghouta Timur dikepung oleh rezim Bashar al Assad.

Selama perundingan damai yang diadakan di Astana, Kazakhstan pada awal Mei lalu, Ghouta Timur ditunjuk sebagai bagian dari jaringan zona de-eskalasi dimana tindakan agresi akan dilarang secara eksplisit.

Baca: 40 Orang Terbunuh dalam Serangan di Idlib oleh Pesawat Rusia

Putaran pertama perundingan damai diadakan di ibukota Kazakhstan pada 23-24 Januari, setelah sebuah gencatan senjata dipukul pada 30 Desember.

Pembicaraan Astana sedang diperantarai oleh Turki, yang mendukung oposisi Suriah, bersama dengan Rusia dan Iran, yang keduanya mendukung rezim Bashar al Assad.

Suriah telah terkepung perang sipil yang kejam sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak demonstrasi pro-demokrasi dengan kekejaman.

Sejak itu, ratusan ribu orang terbunuh dan lebih dari 10 juta orang mengungsi, kata PBB.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Astanabashar al assadIdlibiranISISKazakhstanmilisi pejuangoposisiPerang SuriahProvinsi Idlibrusiaserangan udarasuriahTurki perundingan damai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Unesa Anugerahi Honoris Causa Pendiri Sekolah Al-Hikmah, Ir. Abdul Kadir Baraja
Tulisan selanjutnya 170 Tentara Rezim Suriah Menolak Berperang di Luar Wilayahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?