Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Baghdad dan Erbil Sepakat Berdialog, Kurdi Minta Hak Lebih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2017 07:47 7:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Oktober 2017 07:44
Bagikan
Mantan PM Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) Barham Salih, yang juga anggota senior Partai Uni Patriotik Kurdistan (PUK
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) Masoud Barzani bertemu dengan Wakil Presiden Iraq Ayad Allawi dan Osama al-Nujaifi di Sulaimaniyah, Iraq, hari Sabtu untuk melakukan dialog penyelesaian kedua pihak.

Menurut pernyataan yang dirilis kantor Barzani, para pimpinan negara tersebut sepakat memulai dialog antara Erbil dan Baghad untuk mengurangi ketegangan pasca pelaksanaan referendum tidak sah.

Banyak pejabat senior ikut hadir dalam sebuah konferensi yang diadakan di Baghdad termasuk Perdana Menteri Iraq Haider al-Abadi, Presiden Iraq, Muhammad Fuad Masum  dan Ketua Parlemen Iraq Salim al-Jabouri dan para eksekutif lainnya.

Baca: Referendum Kurdi Merdeka dan Perpecahan Politik

Mantan PM Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) Barham Salih, yang juga anggota senior Partai Uni Patriotik Kurdistan (PUK), mengatakan warga Kurdi berusaha mendapatkan hak lebih banyak.

“Kurdi berpartisipasi dalam menulis konstitusi Iraq sejak awal dan mendapatkan banyak prestasi, namun beberapa orang Kurdi percaya bahwa hak tersebut tidak inklusif seperti yang mereka harapkan, menyerukan lebih,” kata Salih dikutip laman Kurdistan24.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Barham Salih adalah pernah menjadi Perdana Menteri KRG dari tahun 2009 – 2012 setelah jabatannya sebagai Wakil Perdana Menteri Iraq dari tahun 2006 sampai 2009.

Hari Ahad, Presiden Pemerintah Daerah Kurdi Iraq (KRG), Masoud Barzani, menyerukan dialog dengan pemerintah pusat Iraq untuk menyelesaikan masalah.

“Kami akan berupaya memecahkan masalah dan perbedaan dengan Baghdad melalui dialog,” kata Barzani kepada wartawan, setelah dia meletakkan selimut bunga di makam mantan Presiden Iraq Jalal Talabani.

“Kami berharap kematian Talabani akan menjadi kesempatan untuk menemukan kembali hubungan antara semua partai politik di wilayah Kurdi,” sambungnya,  dilansir Anadolu Agency, Ahad (08/10/2017).

Pimpinan Politik Kurdistan-Iraq juga membentuk sebuah dewas menggantikan Dewan Tinggi Referendum bagi Wilayah Kurdistan, setelah Dewan Tinggi mengakhiri misinya, untuk tangani hubungan ke pihak Baghdad pasca-referendum kemerdekaan Wilayah Semi-Otonomi Kurdistan.

Dewan Tinggi Referendum, yang dipimpin oleh Presiden regional Masoud Barzani, menyelenggarakan pertemuan setelah referendum 25 September 2017 dan memutuskan untuk membentuk Pimpinan Politik Kurdistan-Iraq bagi tahap pasca-referendum.

Baca: Wakil Presiden Iraq: Kami Tak Izinkan Terbentuknya Israel Kedua di Iraq Utara

Sebagaimana diketahui, tanggal 25 September 2017, warga yang tinggal di wilayah otonomi KRG dan beberapa wilayah perebutan Baghdad dan Erbil berpartisipasi dalam referendum kemerdekaan.

Mereka juga sepakat untuk berdiskusi dengan agenda terbuka, mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap Erbil, dan menggelar pertemuan antara Erbil dan Baghdad sesegera mungkin.

Menurut KRG, hampir 93 persen suara mendukung kemerdekaan KRG dari Iraq.

Referendum tersebut telah mendapat kecaman dari pihak regional maupun internasional, karena dikhawatirkan akan mengganggu perjuangan melawan terorisme dan memicu destabilisasi di kawasan Iraq, tulis Anadolu Agency.

Namun referendum yang didukung Israel tersebut banyak dikritik kalangan internal Iraq dan kalangan internasional, karena dianggap akan mengalihkan perhatian dari perang melawan terorisme Iraq, dan merusak stabilitas kawasan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Barham SalihKurdiKurdi IraqMarxisme-LeninismePartai Buruh KurdiPartai Buruh KurdistanPartiya Karkerên KurdistanêPKKPresiden Recep Tayyip ErdoganTurkiYPGZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya One Care Kembali Serahkan Bantuan kepada Pengungsi Rohingya
Tulisan selanjutnya AS-Turki Saling Tangguhkan Visa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?