Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ada Jaringan Prostitusi di Penampungan Pengungsi di Jerman, Petugas Sekuriti Mucikarinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2017 08:35 8:35 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Oktober 2017 08:35
Bagikan
Salah satu tempat penampungan migran pencari suaka di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Lembaga penyiaran di Jerman ZDF menemukan bukti-bukti bahwa pengungsi di Berlin menjual tubuhnya untuk mendapatkan uang dan petugas-petugas keamanan, di setidaknya satu penampungan pengungsi, bertindak sebagai mucikari.

Penampungan pengungsi paling terkenal di Berlin, Tiergarten, menjadi tempat transaksi pelacuran yang melibatkan para pengungsi yang permohonan suakanya ditolak, termasuk di antara mereka ada yang masih di bawah umur.

“Seratus euro,” kata seorang mucikari menjelaskan berapa biaya untuk berhubungan seks dengan seorang pengungsi, seperti yang terekam dalam video reporter.

Diana Henninges yang bekerja di “Moabit helps”, sebuah organisasi bantuan untuk pengungsi di Berlin, menjelaskan mengapa pengungsi terjebak dalam prostitusi.

“Tekanannya datang dari perasaan seperti ‘saya ditolak, saya tidak diperbolehkan bekerja, saya tidak punya izin bekerja, saya hanya punya sedikit uang, saya bersedia melakukan hal lebih untukmu’. Ada perasaan putus asa permanen. Prostitusi sebenarnya adalah tindakan kompulsif dari perasaan itu,” kata Henninges kepada Euronews Rabu (25/10/2017).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian dari para migran dan pengungsi itu merasa berkewajiban mengirimkan uang kepada keluarga mereka di kampung halaman, dan menjual diri adalah satu-satunya yang bisa mereka lakukan. Sebagian lain melakukan prostitusi kemungkinan karena berhutang kepada penyelundup manusia yang membawanya ke Eropa.

Salah seorang penjaga keamanan di pusat penampungan pengungsi Wilmersdorf mengaku mendapatkan komisi dari prostitusi yang merebak di sana.

“Dari setiap kencan saya mendapatkan 20 euro. Itu kenapa saya menyuruh mereka supaya mau tidur (melacur, red),” kata petugas sekuriti itu, mengakui dirinya juga terdorong menjadi mucikari karena uang. [Satu euro kurang lebih setara 16 ribu rupiah.]

“Apakah ada jaringan prostitusi di tempat-tempat penampungan pengungsi?” tanya reporter.

“Ya. Ada banyak. Pengungsi juga perlu uang,” jawabnya.

“Apakah anak-anak di bawah umur juga menjajakan dirinya?”

“Iya,” ujar petugas sekuriti itu.

Cerita-cerita semacam ini sebenarnya sudah bermunculan sejak Jerman kebanjiran pengungsi dan migran beberapa tahun silam. Namun, fakta bahwa petugas keamanan di tempat-tempat penampungan pengungsi terlibat langsung dalam prostitusi yang terjadi di depan mata pihak berwenang sungguh sangat mengejutkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Santunan Korban Crane, Kemenag Tunggu Info Resmi KBRI Saudi
Tulisan selanjutnya Dubes RI: Santunan Korban Crane Makkah Tetap Akan Dibayar Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?