Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Menkes: Pola Makan Tak Sehat Pencetus Utama Penyakit Kronis

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 November 2017 15:31 3:31 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 November 2017 15:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan, perubahan gaya hidup masyarakat saat ini sangat berdampak pada peningkatan tren penyakit tidak menular (PTM). Hal ini menjadi salah satu indikasi dibutuhkan upaya transformasi pengetahuan dan kebiasaan pola makan masyarakat.

”Makanan dan pola makan yang tidak sehat adalah faktor risiko berbagai penyakit di dunia dan menjadi pencetus utama terjadinya penyakit kronis,” tutur Menkes pada Asia Pasifik Food Forum (APFF) 2017 yang pertama dan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Indonesia, Senin. APFF berlangsung Senin-Selasa (30-31/10/2017).

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mengungkapkan, angka kejadian PTM mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Penyakit itu antara lain Hipertensi (25,8%), Obesitas (15,4%), Stroke (12,1%), Diabetes melitus (2,3%), Penyakit jantung koroner (1,5%), dan Gagal ginjal kronis 0,2%. Penyakit ini tidak hanya diderita oleh kelompok lanjut usia, namun juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif.

Menurut Menkes, tantangan ini menjadi semakin berat mengingat saat ini dunia tengah menghadapi tantangan dalam memberi makan kepada seluruh populasi dunia yang akan berjumlah setidaknya sembilan miliar jiwa pada tahun 2050 secara berkelanjutan.

Baca: Gaya Hidup dan Pemubaziran

Sistem pangan berkelanjutan menghubungkan tiga dunia, yakni kesehatan, pertanian, dan lingkungan hidup yang tidak terpisahkan.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Sebuah analogi, data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukkan, dari 723 juta orang di dunia yang menderita kelaparan kronis, 490 juta orang di antaranya hidup di kawasan Asia Pasifik. Karena itu, kawasan ini menjadi rentan penduduk dunia yang kurang gizi. Sementara itu, dalam upaya manusia untuk mencukupi kebutuhan pangannya, tanpa disadari juga menjadi penyebab kerusakan bumi yang tidak bisa diperbaiki.

 

Menkes juga mengutarakan, ada tiga permasalahan pangan yang sering dibicarakan di tingkat global, antara lain adalah food security, obesity dan food-waste (makanan yang dibuang-buang). Sementara itu, Indonesia tengah mengalami double burden yakni masih ditemukannya permasalahan malnutrition dan stunting di samping permasalahan obesitas dan food-waste yang juga mulai mengemuka.

Ia pun berpesan untuk berfokus pada perubahan, baik di tingkat individu masyarakat bahkan hingga industri, agar selalu berfokus untuk menghasilkan dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Menkes Nila menegaskan, perubahan pola makan yang aman dan sehat serta upaya produksi yang berkelanjutan mampu mengubah status pangan yang semula merupakan tantangan global justru menjadi solusi kunci dari permasalahan.

”Masyarakat harus mengkonsumsi pangan yang sehat, demi sumber daya manusia yang lebih baik,” tandas Menkes.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK), menekankan pentingnya perubahan pola makan di Indonesia sebagai salah satu upaya mencapai ketahanan pangan. Ia pun mengingatkan warga masyarakat agar jangan mubazir makanan.

Wapres JK mengatakan bahwa sering kali orang membuang-buang makanan karena porsi yang disediakan terlalu besar.

”Di beberapa tempat di dunia ini, orang menyediakan makan berlebihan. Kadang-kadang yang dimakan hanya 70 persen. Bahkan di Timur Tengah hanya 50 persen,” ujar Kalla pada pembukaan APFF tersebut.

Baca juga: Wapres JK: Jangan Mubazir Makanan, Kalau Kebaikan Boleh

Forum Pangan Asia Pasifik dihadiri oleh lebih dari 700 peserta dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang terdiri dari para menteri baik kesehatan maupun sektor lain seperti keuangan, perencanaan pembangunan, pertanian, lingkungan hidup dan perikanan; para pelaku bisnis nasional maupun multinasional; akademisi; masyarakat sipil; dan media di kawasan Asia Pasifik.

Dengan kerja sama antar pemangku kepentingan dan keterlibatan yang luas dari sektor swasta dalam industri yang berkaitan dengan kesehatan, pangan, serta teknologi dan inovasi sistem pangan, Forum Pangan Asia Pasifik diharapkan akan mendorong meningkatnya realisasi investasi dan alih teknologi di bidang pangan dari negara-negara di kawasan kepada Indonesia.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadilah Penulis Seperti Imam Bukhari
Tulisan selanjutnya BPS: Indeks Kepuasan Jamaah Haji 2017 Meningkat, Ada Juga Penurunan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?