Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB Ingin Tahun 2024 Semua Orang yang Tak Berkewarganegaraan Sudah Punya Status

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 November 2017 11:49 11:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 November 2017 11:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Komisi tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi, (UNHCR) merilis sebuah laporan yang didalamnya terdapat seruan agar orang-orang yang tidak memilik kewarganegaraan diberikan status yang jelas oleh negara di mana dia dilahirkan.

Dilansir Reuters (3/11/2017) dalam laporan berjudul “This is Our Home – Stateless Minorities and Their Search for Citizenship”, ditetapkan tahun 2024 sebagai target waktu semua orang yang tidak memiliki status akhirnya mendapatkan kewarganegaraan. UNHCR memperkirakan ada 10 juta orang yang tidak memiliki status kewarganegaraan di seluruh penjuru dunia. Kelompok terbesar dari mereka adalah minoritas Rohingya di Myanmar.

Angka itu muncul sehari setelah pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi melakukan kunjungan resmi pertama kalinya ke wilayah Rakhine (Arakan), di mana lebih dari 600.000 Rohingya didorong paksa meninggalkan rumah-rumahnya akibat kekerasan sektarian sejak bulan Agustus lalu. Kebanyakan dari mereka menyeberangi perbatasan masuk wilayah Bangladesh.

“Aung San Suu Kyi berulang kali menolak seruan agar mengunjungi negara bagian Rakhine selama lima tahun ini, jadi bahwa dia memilih waktu sekarang ini untuk pergi ke sana merupakan hal yang sangat signifikan,” kata Mark Farmerer dari Burma Campaign UK.

“Namun dia belum mengumumkan perubahan kebijakan apapun. Dia lebih menunjukkan kepedulian superfisial, tetapi kami belum melihat ada perubahan pendekatan dalam kebijakan apapun. Kita perlu melihat ada tindakan nyata untuk mengakhiri penindasan atas Rohingya dan sampai sekarang kita masih belum melihat hal semacam itu,” imbuhnya.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Berharap Warga Uni Eropa Tidak Tinggalkan Inggris Pasca-Brexit
Tulisan selanjutnya Jurnalis Prancis Lolos dari Kasus Diktator Azerbaijan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?