Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Myanmar Keluarkan Laporan Menolak Tuduhan Melakukan Kesalahan di Rakhine

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 November 2017 16:34 4:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 November 2017 16:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Militer Myanmar mengungkapkan dalam sebuah laporan terbaru yang menampik semua tuduhan melakukan aksi pembantaian dan pemerkosaan pada pada etnis Muslim Rohingya di wilayah Rakhine.

Laporan ini dirilis beberapa hari setelah pergeseran para jenderal yang bertanggung jawab atas operasi pembersihan etni Muslim oleh militer di Rakhine  yang mengakibatkan sekitar 600.000 Muslim melarikan diri menyebrang ke Bangladesh.

Tidak ada keterangan resmi yang diberikan mengapa para jenderal itu dipindahkan.

Saya tidak tahu alasan mengapa dia dipindahkan,” kata Mayor Jenderal Aye Lwin, pejabat Kementerian Pertahanan Myanmar seperti dikutip kantor berita Reuters, Selasa (14/11/2017).

Menurut militer Myanmar, penyelidikan dilakukan berdasarkan wawancara dengan sekitar 3.000 penduduk dari sekitar 54 desa Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Kejamnya Militer Myanmar, Pasang Ranjau Darat untuk Pengungsi Rohingya

Mereka mengklaim pasukan keamanan Myanmar tidak menembak penduduk desa atau memperkosa wanita Rohingya.

Laporan dari militer tersebut  juga menolak adanya “kekerasan ekstrim” yang digunakan selama operasi militer di wilayah Rakhine, 25 Agustus 2017 lalu.

Pihak berwenang Myanmar mengklaim,  militer hanya memperketat kontrol keamanan untuk mengendalikan ‘terorisme’. Tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud.

Lembaga HAM internasional Human Rights Watch (HRW) mengatakan laporan militer Myanmar sungguh tidak masuk akal. Menurut HRW, Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag harus melakukan penyelidikan sendiri terkait insiden kekerasan itu.

“Upaya tak masuk akal militer Birma untuk membebaskan diri dari tanggung jawab atas kekerasan massal, menggarisbawahi mengapa penyelidikan internasional yang independen diperlukan untuk mencari fakta dan mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab,” kata Brad Adams dari HRW, pada Selasa (14/11/2017), sebagaimana dikutip Aljazeera.

“Pihak berwenang Burma sekali lagi menunjukkan mereka tidak dapat dan tidak akan dengan mudah bisa menyelidiki diri mereka sendiri,” tambah dia.

Baca: Militer Myanmar Lakukan Pemerkosaan terhadap Wanita Rohingya

Seentara itu, berbicara di KTT ASEAN di Manila, Filipina, Sekjen PBB Antonio Guterres, mengungkapkan keprihatinannya mengenai layanan otoritas Myanmar di Rohingya.

Dia menggambarkan banjirnya ribuan pengungsi Rohingya ke Bangladesh, menjadi sumber kondisi yang tidak stabil di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson diperkirakan akan berkunjung ke Myanmar besok (15/11/2017) untuk membahas masalah ini dengan para pemimpinnya.

Pihak Amnesty International telah menolak laporan militer Myanmar dan meminta sebuah misi khusus PBB atau tim investigasi independen, memberikan izin ke wilayah Rakhine.

Organisasi tersebut juga mengklaim bahwa ada bukti pembunuhan dan pemerkosaan terhadap wanita Rohingya dan pembakaran desa mereka.

Sebelum ini, pejabat senior PBB, Pramila Patten mengatakan memiliki bukti tentara Myanmar diduga ‘secara sistematis melakukan pemerkosaan’ terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.

Menurut Patten, pemerkosaan terhadap para perempuan Rohingya ini antara lain memicu eksodus ke negara tetangga Bangladesh.

“Saya mendapatkan penuturan tentang serangan seksual dan pemerkosaan beramai-ramai, banyak gadis dan perempuan yang meninggal akibat tindakan ini,” kata Patten kepada para wartawan di Dhaka, ibu kota Bangladesh.

Pramila Patten, mengatakan bahwa dia akan membawa masalah ini ke Mahkamah Internasional.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmademokrasiMiliter Burmamiliter Myanmarmuslim RohingyamyanmarOperasi Pembersihan etnispemerkosaan Wanita RohingyaRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Balasan Saudi Terhadap Houthi Kesepakatan Negara Teluk
Tulisan selanjutnya ‘Teroris’ Diidentikan Teriak Takbir Sangat Stereotip

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?