Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dua Santri SD Hidayatullah Raih Juara Sains dan Matematika Internasional

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 November 2017 12:52 12:52 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 November 2017 11:25
Bagikan
Aldyto Rafif Abhinaya (11/kiri) dan Erin Laily Fathima Rahmanto (12) meraih penghanghargaan kompetisi Matematika dan sains tingkat internasonal di Singapura dan Thailand, November 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kerja keras, doa orangtua dan guru-guru yang mendukung, tentu atas kehendak Allah, melahirkan buah keberhasilan ini. Dua pelajar SD Integral Luqman Al-Hakim PP Hidayatullah Surabaya, Erin Laily Fathima Rahmanto (12) dan Aldyto Rafif Abhinaya (11), meraih penghanghargaan kompetisi sains dan matematika tingkat internasonal.

Erin alias Eying meraih medali perak (silver) untuk bidang Sains SD dalam ajang Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia, Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (ASMOPS) International Competition 2017.

ASMOPS adalah Olimpiade Sains dan Matematika untuk Siswa SD, yang baru saja dilaksanakan di Pattaya, Thailand, 17-21 November 2017.

Di saat bersamaan, pelajar SD Luqman Al-Hakim lainnya, Aldyto, meraih Bronze Medal dalam ajang kompetisi MIPA internasional bertajuk International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) pada 20-24 November 2017 di Singapura.

Baca: Santri Indonesia Berprestasi pada Musabaqah Internasional

Orangtua Eying, Ida Nurhidayati (35), mengaku bersyukur atas prestasi putrinya. Nurhidayati mengaku anaknya tak punya tips khusus menembus kompetisi internasional ini. Hanya saja katanya, Eying rajin bekerja sangat keras jauh sebelum ada Road to ASMOPS dimulai.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Misalnya, ungkapnya, Eying mulai mengerjakan dan menterjemahkan soal-soal berbahasa Inggris, latihan soal setiap hari, pembinaan intensif oleh ayahnya yang seorang guru sains.

“Dia berlatih secara teratur. Dan harus mengerjakan 40 – 50 soal setiap hari, rata-rata pelajaran reguler untuk SMP/SMA,” ujar Nurhidayati.

Menariknya juga, Nurhidayati tak menyangka anaknya bisa berangkat ke Thailand. Boro-boro terpikir menang, berangkat saja kesulitan transportasi.

Menurutnya, selain tidak punya ongkos, kesulitan kedua adalah paspor. Apalagi anaknya belum pernah pergi keluar negeri, sementara panitia mensyaratkan foto paspor harus sudah dikirim dalam 2 hari, berikut final registration fee.

“Sekilas saja hal itu sudah nyaris mustahil, karena pengurusan paspor paling cepat butuh waktu 7 hari. Horornya lagi, antrean kantor imigrasi penuh hingga 2 bulan ke depan. Tanpa paspor bisa dipastikan dia gagal berangkat. Dan kami tak bisa membayangkan raut kecewa wajah putri kami seandainya itu terjadi,” ungkap Nurhidayati awak hidayatullah.com melaporkan dari Surabaya, Rabu (29/11/2017).

“Jujur saja secara matematis kecil kemungkinan kami bisa memberangkatkan Eying. Pertama kami tak punya cukup uang untuk transportasi Jakarta – Surabaya PP sebanyak dua kali. Dan suami juga tidak mungkin meninggalkan kelas sesering dan selama itu. Untunglah Kepala Sekolah anak kami, Ustadz Adi Purwanto, membesarkan harapan, bahwa apapun yang terjadi semua akan berusaha memberangkatkan Eying ke Thailand,” tuturnya.

Yang tak kalah penting, ia bersyukur memiliki lingkungan sekolah dan guru-guru yang sangat mendukung. “Eying berhasil karena didoakan banyak orang, guru-guru, juga wali murid serta teman-temannya,” tambahnya.

Sementara Acil Eka Indiarto (37), ayah dari Aldyto, mengatakan, salah satu di antara faktor keberhasilan putranya adalah dukungan luar biasa dari Kepala Sekolah beserta ustadz dan ustadzah SD Luqman Al-Hakim, sehingga sang anak meraih prestasi di bidang matematika.

“Terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan kepada Aldyto juga atas doa dan bimbingannya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberikan balasan yang terbaik untuk Ustadz Adi dan para Ustadz /Ustadzah SD Luqman Al-Hakim,” ungkapnya.

Ia mengaku tak memiliki tips khusus pada anaknya. “Hanya berlatih mengerjakan soal-soal setiap hari yang berperan meningkatkan kemampuannya.”

“Namun saya merasa doa orangtua, mertua juga ustadz/ustadzah dan wali murid sangat berpengaruh dalam pencapaian Aldyto,” tambah Acil.

Erin Laily Fathima Rahmanto (12) saat meraih juara pada ASMOPS) International Competition 2017 di Thailand

Menurut Aan Harinimiswari (wali kelas kedua siswa), Eying dan Aldyto itu memang dikenal istimewa hingga ia mengaku sering kewalahan menghadapinya.

“Memiliki siswa dengan kemampuan di atas rata-rata teman seusianya memang tidak mudah. Ada saja pertanyaan yang out of the box,” ujar Aan (35). Itulah yang dirasakan kedua siswanya yang kini bisa juara dalam ajang internasional.

“Pernah suatu ketika saya harus menjelaskan proses hujan buatan apabila bumi menjadi semakin panas akibat global warming, sedangkan tak ada awan yang terbentuk atau sudah matang untuk diinduksi menjadi hujan. Sering juga saya melihat ekspresi ‘I’m so done’ (saya sudah selesai/paham, Red) dari wajahnya ketika mendengar pertanyaan teman-temannya yang menurutnya amat mudah dan sederhana.”

Baca:  Siswa Luqman al Hakim Jember Peroleh Perak di Olimpiade Matematika di Filipina

Namun Aan mengaku gembira, karena di lingkungan sekolahnya, SD Luqman Al-Hakim Hidayatullah bukanlah SD yang melulu bicara tentang peningkatan potensi kognitif siswa saja.

“Sebagai guru, prioritas kami adalah pembentukan akhlak mulia. Sehingga tak sulit rasanya memahamkan Eying (panggilan akrab Erin) mengenai akhlak terhadap orang lain. Eying tumbuh menjadi anak berprestasi tanpa mengerdilkan teman-temannya.

Selain itu, kegemaran kami yang sama memudahkan kami membangun rasa saling percaya, sehingga Eying merasa bebas bertanya ataupun mengungkapkan perasaannya, karena kami memiliki ‘bahasa’ yang sama,” tambahnya.

“Sebagai guru, saya hanya (berharap) mereka bisa tumbuh menjadi Muslim dan Muslimah tangguh dan bermanfaat bagi umat. Prestasi yang ditorehkan hari ini semoga menjadi awal yang baik bagi kemajuan umat, bukan menyulitkan umat,” pungkasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asian Science dan Mathematics Olympiad for Prymary SchoolsASMOASMOPSErin Laily Fathima RahmantoInternational Mathematics and Science Olympiadolimpiade matematika internasionalOlimpiade Sains InternasionalPesantren Hidayatullahsantri Medali PerakSD Luqman Al HakimsiswaSiswi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib luthfi pbnu Serukan Umat Bangkit, Habib Luthfi: Allahu Akbar! Bangun Ekonomi, Bangun Supermarket
Tulisan selanjutnya “Ulama Memahami Zaman, Mencarikan Solusi Setiap Persoalan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?