Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Pergunakan Usia Panjangmu dengan Amal Shalih (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Desember 2017 17:30 5:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2017 17:30
Bagikan
Menolong/ilustrasi.
Bagikan

PANJANG umur dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah sangat disukai dan dianjurkan, karena ada sabda Rasul Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam: “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang panjang umurnya dan sekaligus baik amalnya.”

Setiap kali umur bertambah panjang dalam ketaatan kepada Allah, maka kebaikannya menjadi lebih banyak dan kedudukannya di sisi Allah pun semakin meningkat. Sedangkan panjang umur bukan dalam ketaatan kepada Allah, maka itu malah merupakan bencana dan kejahatan. Sebab dia akan banyak bertingkah laku buruk dan kesalahannya berlipat ganda.

Apabila ada di antara manusia yang mengaku-ngaku bahwa dirinya ingin hidup lama di dunia agar bisa memperbanyak amal shalih dan mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka dia bisa dimasukkan kategori orang-orang yang benar. Begitu juga terhadap seseorang ingin hidup lama dengan diiringi kesungguhan dan usaha yang terus menerus untuk menjauhi hal-hal yang membuatnya sibuk dalam urusan dunia.

Tetapi kalau seandainya dia malas-malasan dan menunda-nunda dalam urusan keakhiratannya –yang saya maksud adalah amal-amal shalih– maka orang itu termasuk orang-orang yang bohong dan senang mencari dalih. Hal seperti itu sama sekali tidak bermanfaat. Karena orang yang ingin hidup lama demi sesuatu yang dia ingini, maka dia akan bisa mendapatkannya. Namun dia dikhawatirkan akan terhalang menjalin hubungan dengan Allah. Padahal amal shalih tidak mungkin dilakukan kecuali hanya di dunia, sebab akhirat itu negeri pembalasan dan bukan negeri untuk beramal. Maka pikirkanlah hal ini baik-baik, semoga Allah memberi manfaat kepadamu.

Mintalah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Bersungguh-sungguhlah dan teruslah beramal. Bersegeralah mengerjakan amal-amal shalih sebelum engkau kehabisan jalan menuju-Nya. Pergunakanlah waktu luangmu sebelum datangnya ajal kepadamu secara tiba-tiba. Sesungguhnya engkau adalah obyek bencana dan bidikan untuk anak panah segala bentuk harapan. Modalmu yang memungkinkan hanyalah menukar umur ini dengan kebahagiaan yang abadi dari Allah. Maka jauhilah olehmu mempergunakan waktu, hari-hari, saat-saat, dan tarikan napasmu hanya untuk hal-hal yang tidak berguna dan tidak bermanfaat, yang dapat menimbulkan kerugian amat besar dan penyesalan mendalam. Sebab setelah mati, engkau akan tahu betapa berharganya waktu yang terluang. Dengan demikian engkau harus mempergunakannya untuk hal yang berguna.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Rekaman Masa Kehidupan

Telah datang suatu riwayat bahwa di akhirat kelak disodorkan kepada manusia rekaman masa-masa kehidupannya sehari-hari selama di dunia dalam bentuk beberapa lemari. Setiap harinya ada dua puluh empat lemari sesuai dengan jumlah jam dalam sehari-semalam di dunia.

Jika seseorang mempergunakan waktunya untuk taat kepada Allah, lemarinya akan dipenuhi dengan cahaya. Jika waktunya digunakan untuk bermaksiat kepada Allah, maka lemarinya akan dipenuhi dengan kegelapan. Sedangkan waktu yang tidak digunakan untuk taat kepada Allah dan tidak pula digunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, didapati lemarinya kosong tidak ada apa-apanya. Maka dia sangat menyesal ketika melihat lemari yang kosong tersebut; mengapa tidak mempergunakan waktu tersebut untuk taat kepada Allah sehingga akan dipenuhi dengan cahaya. Ada pun ketika ia melihat lemarinya dipenuhi dengan kegelapan, kalau seandainya ditentukan kepadanya mati saat melihatnya, niscaya dia ingin mati karena besarnya kerugian dan penyesalannya. Hanya saja di akhirat dia tidak bisa mati lagi.*Syaikh ‘Abdullah bin ‘Alawi Al Haddad, dikutip dari bukunya Pancaran Iman Seorang Muslim.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal shalihberaktivitas bermanfaatpanjang umur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB: Serangan Saudi Menewaskan 136 Warga Sipil di Yaman
Tulisan selanjutnya Pergunakan Usia Panjangmu dengan Amal Shalih (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?