Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Cerdas dan Bahagia Bersama Ulama

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Desember 2017 12:42 12:42 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Desember 2017 12:42
Bagikan
Bagikan

ULAMA kehidupan umat Islam seperti rembulan di tengah gelap gulita. Sosoknya yang merupakan pewaris Nabi memiliki kedudukan istimewa di tengah-tengah hati kaum Muslimin.

Natsir dalam Capita Selecta menulis, “Bagi mereka, fatwa seorang alim yang mereka percayai berarti satu “kata-keputusan” yang tak dapaat dan tak perlu dibanding lagi. Seringkali telah terbukti, bagaimana susahnya bagi pemerintah negeri menjalankan satu urusan, bilamana tidak disetujui oleh ali-ulama di daerah yang bersangkutan” (halaman: 187).

Demikianlah sikap ideal yang telah berabad-abad lamanya dijaga dan dipelihara oleh kaum Muslimin, termasuk di era kekinian alias zaman now, umat Islam tetap setia, membela dan mencintai ulama-ulama mereka.

Di dalam al-Qur’an kata ulama setidaknya disebut dua kali.

أَوَلَمْ يَكُن لَّهُمْ آيَةً أَن يَعْلَمَهُ عُلَمَاء بَنِي إِسْرَائِيلَ

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

“Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 197).

Al-Qurtubi berpendapat bahwa yang dimaksud ulama pada ayat tersebut adalah orang-orang berilmu dari kalangan mereka yang paling tahu dan paham isis kitab-kitab suci.

Baca: Pengkritik Fatwa Ulama Biasanya Kurang Tahu Kedudukan Ulama

Kemudian pada Surah Al-Fathir ayat ke 38. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”

Makna dan maksudnya jelas, bahwa yang takut kepada Allah itu hanyalah para ulama, karena merekalah yang kenal Allah dan benar-benar mengesakan-Nya. Dalam kata yang lain, sebanyak apapun ilmu seseoerang jika tidak takut kepada Allah, maka jelas, bukan ulama.

Imam Ghazali berkata, “tidak semua orang berilmu layak menyandang gelar ulama. Hal ini karena, keulamaan bukan semata-mata soal pengetahuan atau kepakaran, akan tetapi soal ketakwaan dan kedekatan kepada Tuhan. Ulama sejati adalah mereka yang tidak hanya dalam dan luas ilmunya akan tetapi tinggi rasa takutnya kepada Allah dan bersih dari bayangan palsu (igthirar alias ghurur) mengenai dirinya” (Islam dan Diabolisme Intelektual, halaman: 23).

Takut kepada Allah maksudnya apa? Menurut Sa’id ibn Jubayr sebagaimana dikutip dalam buku Islam dan Diabolisme intelektual, takut dalam ayat tersebut berarti sesuatu yang menghalangi kita dari perbuatan dosa, maksiat atau durhaka kepada Allah.

Maka, terang di sini tidak ada sumber kebahagiaan dan kedamaian hidup ini selain dekat dan patuh kepada ulama. Di samping hidup dan membersamai ulama akan menjadikan kapasitas intelektual kita (kecerdasan) terus meningkat.

Bagaimana tidak akan meningkat kecerdasan, sedangkan para ulama selalu mampu menghubungkan makna dengan tantangan hidup keumatan yang sedang dan akan terjadi. Mengapa? Tidak lain dan tidak bukan, karena kata Nabi, ulama adalah pewaris para Nabi.

Baca: Jangan Biadab dengan Ulama

Di sinilah kedudukan ulama tidak bisa dipandang laksana jabatan pada umumnya. M. Natsir menegaskan hal ini dalam bukunya Capita Selecta yang juga menjawab mengapa seorang ulama tiba-tiba begitu dicintai oleh umat Islam.

“Ulama bukanlah pemimpin yang dipilih dengn “suara terbanyak” bukan yang diangkat oleh “persidangan kongres.” Akan tetapi kedudukan mereka dalam hati rakyat yang mereka pimpin, jauh lebih teguh dan suci dari pemimpin pergerakan yang berorganisasi atau pegawai pemerintah yang manapun juga” (halaman: 188).

Selain itu, dalam konteks kesejaharahan, jauh sebelum Indonesia ini mewujud, peran strategis para ulama sangatlah tak terbantahkan kontribusinya.

Siapa yang dapat mengobarkan semangat jihad melawan penjajah Portugis, Belanda dan Jepang, jika bukan para ulama. Dari Aceh hingga Papua, berderet kesultanan-kesultanan Islam yang raja-raja itu tidak mengambil keputusan melainkan setelah mendapatkan saran dan nasehat dari para ulama.

Oleh karena itu penting dan sangat menarik generasi Muslim hari ini mengenal siapa ulama sesungguhnya.

Natsir memberikan rekomendasi dalam hal ini, “Berkenalanlah dengan kiai-kiai dan berhubunganlah dengan mereka. Mereka itu berikhtiar menujukan fikiran rakyat ke arah alam ruhani; suatu bangsa tak kan hidup, bila kehidupan ruhaninya tidak terpimpin. Mereka menyuruh mengerjakan yang baik dan menjauhi barang ang mungkar. Dan bukankah yang demikian itu pekerjaan tuan-tuan juga adanya?” (halaman: 193).

Baca:  Otoritas Ulama dalam Prespektif Islam

Dalam konteks zaman now, untuk bisa dekat dengan ulama tidak terlalu sulit, media internet memberikan kemudahan untuk kita semakin cerdas dan bahagia bersama ulama.

Jika telah memiliki smartphone lengkap dengan kuota internet, maka gunakanlah sebagian besar kuota yang ada itu untuk membaca, memperhatikan ceramah atau taushiyah-taushiyah para ulama kita.

Sekalipun tentu jangan puas dan merasa cukup dengan mendekat kepada ulama melalui internet. Tetapi juga harus hadir ke masjid, majelis-majelis mereka, sebab bersialturrahim di dalam masjid atau dimana ada ulama kita melakukan taushiyah atau tabligh sangat berbeda dengan sebatas menyaksikan di dunia maya.

Beruntunglah umat Islam Indonesia, karena zaman now masih ada ulama yang konsisten menjadikan dakwah-dakwah mereka mudah diakses di dunia maya, sehingga syiar kebenaran dapat dengan mudah kita dapatkan.

Dengan demikian, dekatlah dengan ulama dengan cara yang bisa kita lakukan dan teruslah untuk selalu bersama para ulama. Karena sedetik meninggalkan mereka, jutaan hikmah dan kebaikan kita lewatkan dalam kehidupan kita.

Terlebih seorang ulama, kata Dr. Syamsuddin Arif, bukan semata orang yang berkualitas spiritual, mental dan intelektualnya, tetapi juga sosok yang paling terdepan memikirkan nasib bangsa dan negara. “Para ulama sadar betul akan tugas mereka sebagai penuntun dan pembela umat.”

Jadi, mari terus bersama cintai dan bela ulama kita. Bukan untuk gagah-gagahan, tetapi memang demi keutuhan NKRI dan terawatnya nalar sehat kita semua sebagai umat Islam, penduduk mayoritas negeri ini. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahagiaCerdaskaum musliminpewaris nabiulamaumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas: AS Bisa Saja Akui ‘Israel’ sebagai Negara Yahudi
Tulisan selanjutnya LGBT adalah Paham Radikal dan Kebebasan Ekstrim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?