Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Homo dan Pelecehan Dunia Pesantren

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Desember 2017 09:26 9:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Desember 2017 09:26
Bagikan
Bagikan

Oleh: Tatang Hidayat

 

ACARA Indonesia Lawyers Club (ILC) yang diselenggarakan TV ONE kembali dinodai oleh pernyataan-pernyataan yang sangat tidak mendidik, yang  bisa berimbas pada rusaknya pemikiran generasi bangsa, bahkan jika pemikiran tersebut tidak dicegah sejak dini bisa-bisa akan menghancurkan generasi bangsa di masa depan.

Bagaimana tidak, Lesbian Gay Biseksual dan Trans gender (LGBT) yang akhir-akhir ini menjadi polemik di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi bahasan utama di acara ILC malam itu.Namun, sangat disayangkan, kembali acara tersebut dinodai oleh pernyataan beberapa orang yang tidak bertanggungjawab dan sangat berbahaya bagi generasi bangsa di masa depan.

Namun, dari beberapa tokoh yang hadir, ada beberapa pernyataan dari Cania Citta, Ade Armando dan Dede Oetomo yang dari pernyataan tersebut melukai kalangan pondok pesantren yang jumlahnya ribuan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Bagaimana tidak, pernyataan  miskin data, dan hanya penuh dengan asumsi-asumsi yang jauh dari kenyataan.

Dalam kacamata akademik, jika suatu pernyataan yang tidak dilandasi dengan data dan fakta maka pernyataan tersebut layaknya sebagai sampah akademik.

Pernyataan Ade Armando yang mengatakan bahwa ada kajian-kajian terbaru Islam yang tidak semuanya menetang LGBT.

Baca: Sikap Tegas Malaysia Larang Pesta Homo

Bahkan, kalaupun ada aturan yang secara tegas melarang LGBT, menurutnya hal itu bisa ditinjau kembali.“Ternyata aturan Tuhan itu selalu bisa dikaji kembali,”ungkapnya.Ia menegaskan, aturan Tuhan itu tergantung interpretasi.“Tadi saya katakan, aturan Tuhan itu tergantung interpretasi. Artinya, dan dia tidak bisa diterapkan secara dengan sendirinya mengingat ada beragam keberagaman yang ada,” lanjutnya.

Menurut Suteki selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro menanggapi pernyataan Ade Armando tersebut, ia menyampaikan bahwa hebat betul pemikirannya. Bagaimana mungkin manual yang dibuat Tuhan masih juga diragukan kebenarannya.Atau okaylah silahkan diragukan tetapi apakah ukuran baik buruknya sesuatu pasti dapat diukur dari logika saja? Liberal banget pemikirannya.

Bahkan oleh Pendiri Gaya Nusantara (Organisasinya kaum homo), Dr Dede Oetomo menyatakan bahwa seharusnya Negara tidak perlu terlalu mencampuri urusan kamar tidur warga negaranya.

Begitu pun dengan Cania Citta selaku wartawati Geotimes yang gagal paham terhadap sila pertama dalam Pancasila, yang mengatakan bahwa tidak wajib bertuhan. Sungguh pernyataan tersebut telah melecehkan Pancasila dan sangat-sangat anti Pancasila.

Lain halnya dengan Dede Oetomo yang mengatakan bahwa pelaku homoseksual di pesantren aman sekali karena dilakukan diantara paha. Sungguh pernyataan tersebut telah menusuk dan sangat menyinggung dunia pesantren bahkan menghina  wibawa pesantren selaku lembaga pendidikan Islam.Selaku santri, saya sangat tersinggung terhadap apa yang disampaikannya.

Pernyataan tersebut terlalu gegabah dan mengenerali pesantren secara keseluruhan. Apa urusannya dia membawa-bawa pesantren?

Baca: Homoseksual dan Lesbian dalam Perspektif Fikih (1)

Pesantren mana yang dia maksud? Sangat tidak tepat ia mengeneralisasi dan menjadikan pesantren sebagai contohnya.

Bagi para pengurus pesantren, alumni pesantren dan seluruh santri Indonesia harus mengusut orang ini, karena telah melecehkan dan menjatuhkan wibawa pesantren. Apalagi secara tidak langsung dia juga telah kurang ajar menjatuhkan wibawa Kyai, sosok yang tidak bisa lepas dari dunia pesantren.

Dari pernyataan-pernyataan ketiga orang ini dan pemikiran yang semisal dengan mereka, tentunya akan semakin membuka cakrawala kita akan bahayanya pemikiran sekuler dan liberal (SePILIS).  Saya sepakat dengan apa yang disampaikan Suteki selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dalam statusnya bahwa pemikiran Ade Armando contoh rill pemikiran orang liberal. Begitupun dengan pandangan hidup Cania Citta yang jelas sangat sekuler.

Dari kejadian ILC malam itu, akhirnya pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh orang-orang yang selalu tebar pesona yang kelihatannya seolah-olah bijak dan ternyata miskin data, fakta, cacat logika, sangat tidak mendidik ini jelas merusak generasi bangsa.

Silahkan rakyat yang menilai dengan memakai nalar yang sehat. Dalam kacamata akademik, ketika Ade Armando, Cania Citta dan Dede Oetomo berbicara tanpa disertai data dan fakta, maka sama saja dengan sampah, yang sebaiknya masyarakat membuang.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak kita semua yang masih waras dan memiliki nalar yang sehat untuk berpikir dan sama-sama belajar meneladani sosok figur yang layak untuk diteladani. Bukan malah meneladani sosok figur yang sangat tidak layak untuk diteladani yang berimbas membodohi –bahkan menyesatkan–  generasi bangsa. Apa jadinya jika generasi bangsa ini meneladani orang-orang yang tidak layak untuk diteladani? Apa yang akan terjadi dengan generasi bangsa di masa depan?

Baca: Homoseksual dan Lesbian dalam Perspektif Fikih [2]

Kita harus mengucapkan terimakasih kepada Bung Karni Ilyas yang telah memfasilitasi diskusi yang akhirnya bisa membuka pandangan masyarakat sebenarnya siapa yang sangat peduli terhadap masa depan Indonesia dengan orang-orang yang seolah-olah bijak dan berteduh di balik HAM, padahal sejatinya  justru rusak dan menyesatkan generasi bangsa yang kelak menjadikan Indonesia terjerembak dalam kubangan peradaban bobrok di masa depan.

Namun, perlu kita ingat, LGBT adalah salah satu problematika di antara sekian banyak problematika yang melanda negeri ini. Masih banyak problematika lain yang perlu kita selesaikan, baik itu problematika masih kuatnya cengkraman asing dan aseng yang ‘menjajah’ negeri ini, dijualnya berbagai macam asset Negara oleh para penghianat bangsa, meningkatnya angka korupsi, naiknya harga tarif dasar listrik, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, banyaknya kebijakan yang menyengsarakan rakyat dan masih banyak problematika yang lainnya yang perlu kita selesaikan.

Penyebab problematika itu semua tidak lain karena sistem yang melingkupi kehidupan berbangsa dan bernegara ini adalah system Barat – sekuler yang nyata-nyata telah banyak merusak negeri ini.  Wallohu ‘Alam bi ash-Shawab.*

Wakil Rois Pondok Pesantren Mahasiswa MiftahulKhoir Bandung Periode 2014/2015

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AidsDede OetomogayHIVhomohomoseksualKamarKUHPlgbtMahkamah KonstitusiMKPerzinahanZinah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belasan Eks Tentara Bosnia Dijerat Kejahatan Perang 1992 di Desa Serbia
Tulisan selanjutnya Ngaji di Kampung Nelayan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?