Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Menjadi Negara Kedua Pengimpor LNG Terbanyak Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2018 10:59 10:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2018 10:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menyalip Korea Selatan, China tahun 2017 telah menjadi negara pengimpor LNG terbanyak kedua di dunia setelah Jepang, menurut analisis data pengapalan dari Reuters Eikon seperti dilansir RT Senin (8/1/2018).

Negara dengan perekonomian terbesar di Asia itu mengimpor sekitar 38 juta ton gas alam cair (LNG) tahun 2017, atau mengalami kenaikan tahunan lebih dari 50 persen. Sebagai perbandingan, impor LNG Jepang tahun ini tetap 83,5 juta ton, sementara Korea Selatan sekitar 37 juta ton.

Menurut Reuters perkembangan ini akan memberikan dorongan bersar pada pasar spot Asia, karena pembeli-pembeli LNG di China lebih menyukai kontrak jangka pendek dibanding jangka panjang, tidak seperti pembeli di Jepang dan Korsel.

Kemunculan China sebagai pembeli LNG kedua dunia itu bisa mengubah pasar. Paling tidak, pasar spot yang dimunculkannya akan mengusik tradisi kontrak jangka panjang suplai LNG dengan harga yang berpedoman pada harga patokan minyak. Selama ini, Jepang dan Korea Selatan –yang sangat bergantung dengan LNG LNG– memilih kontrak jangka panjang guna memastikan keamanan suplai dan meredam fluktuasi harga.

Kontrak jangka pendek dan kemunculan China sebagai pengimpor LNG terbesar kedua, yang didorong oleh kebijakan pemerintah untuk mengurangi konsumsi batubara, selain mengusik struktur pasar tradisional juga telah menimbulkan kenaikan harga LNG, yang dinikmati negara-negara eksportir selama masih bisa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kenapa dinikmati selagi bisa, karena kemunginan kenaikannya tidak berlangsung lama. Pasalnya, sekarang banyak pengekspor baru LNG bermunculan dan pasar akan kelebihan suplai. International Energy Agency (IEA) bahkan pada bulan Oktober lalu mengatakan bahwa pasar global LNG akan terus kelebihan suplai sampai pertengahan 2020-an. Namun, IEA juga memperkirakan permintaan LNG China yang besar bisa jadi akan mengencangkan pasar lebih awal.

Tiga negara pengimpor LNG terbanyak itu bersama-sama mengkonsumsi 60 persen suplai LNG global. *

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Politik Uang Diprediksi Tetap Marak, Ini Saran Pengamat
Tulisan selanjutnya Warga Apresiasi Pemkot Balikpapan Imbau Shalat Berjamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT
Berita

MUI Tolak Eufemisme Barat, Desak Publik Pakai Istilah LGSP Pengganti LGBT

Berita
29 Juli 2026 12:29
Muhammadiyah Tegaskan Kripto Tetap Haram Jadi Mata Uang, Ini Dasar Hukumnya Menurut Syariat
Blackstone akan Buka Kantor di Kuwait
Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
KH. Naspi Arsyad: Pemuda Jangan Terjebak Zona Nyaman

Terbaru

  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang
  • Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
  • Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius
  • Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak
  • Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow
  • Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu
  • Retak dari Dalam, Tentara ‘Israel’ Memberontak di Pangkalan Sde Teiman
  • Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta
  • Hadiri Saudi Education Expo 2026, UBN Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?