Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sejarawan: Kapolri Tito Kurang Baca Sejarah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2018 21:17 9:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2018 21:10
Bagikan
Pakar Sejarah, Dr Tiar Anwar Bachtiar.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyampingkan ormas Islam selain NU dan Muhammadiyah dikritik oleh Sejarawan Universitas Padjajaran Tiar Anwar Bachtiar.

Tiar menilai Kapolri Tito kurang membaca sejarah. Memang, kata dia, NU dan Muhammadiyah adalah pendiri Indonesia.

“Tapi jangan sebut tidak ada ormas lain, apalagi menuduh ormas lain hanya ingin meruntuhkan NKRI. Ini tuduhan yang sangat tidak berdasar,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Rabu (31/01/2018).

Ormas Islam lain yang juga ikut mendirikan NKRI, jelas Tiar, di antaranya Persis, Al Irsyad, PUI, Al Washliyah, Al Khairaat, dan Nahdhatul Wathan.

Baca: PP Muhammadiyah: Jangan Menafikan Peran Ormas Islam Lain

Ormas Islam yang baru berdiri pun seperti Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hidayatullah, Wahdah Islamiyah, FPI, dan lain-lain, terangnya tidak layak disebut anti NKRI.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dengan kemauan mereka mengikuti aturan-aturan di negara ini, sudah menunjukkan mereka jelas mendukung RI. Lebih konkret lagi, coba perhatikan apa yang telah dilakukan oleh ormas-ormas ini.

Begitu banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan negara, malah dilakukan ormas ini. Seperti membuat sekolah, memelihara masjid, menyantuni fakir miskin, dan sebagainya. Ini semua seharusnya diapresiasi, bukan malah dicurigai,” terangnya.

 

Tiar menyarankan Tito agar tenang bila berbicara di depan publik dan tidak grasa-grusu lantaran ingin dihargai orang, serta berpikir sebelum berbicara dan membaca bahan-bahan yang agak luas supaya tidak asal bunyi.

Baca: Dewan Da’wah Kecewa Pernyataan Kapolri

Sementara itu, Rabu ini, Kapolri Tito sudah menyampaikan klarifikasi soal video pidatonya yang menimbulkan polemik dan sorotan dari berbagai pihak.

Klarifikasi disampaikan di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018). Kapolri Tito mengklaim, setelah ditelusuri, pernyataan dalam video potongan itu disampaikan pada 8 Februari 2017 di acara halaqoh yang digelar pesantren milik Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin.

Kapolri Tito membantah ia bermaksud menafikan ormas-ormas selain NU dan Muhammadiyah dalam pidatonya itu. Menurutnya, kata sambutannya pada acara itu kurang lebih 26 menit, tetapi dipotong 2 menit.

“Dan 2 menit itu mungkin ada bahasa-bahasa yang kalau hanya dicerna 2 menit itu membuat beberapa pihak kurang nyaman,” klaimnya kutip Tribun.

Baca: Gus Solah Berharap Kapolri Ralat Pernyataannya dan Minta Maaf

Diketahui pada Februari 2017 lalu, Kapolri Tito dalam acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Ulama PBNU dengan Jajaran Polri di Pondok Pesantren milik Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, An Nawawi Tanara di Serang, Banten, menyampaikan:

“Semua Kapolda saya wajibkan membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua kapolres wajib untuk membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten-kota.

Para kapolsek wajib, di tingkat kecamatan, bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain.

Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka bukan pendiri negara, mau merontokan negara malah iya.”* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HidayatullahIslam dan IndonesiaIslam dan NKRIKapolriMuhammadiyahNKRINUormas IslamPBNUpendiri NKRIPersispolemik pernyataan Kapolripolemik pernyataan TitosejarawanTiar Anwar BachtiarTito Karnavian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komisi VIII: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Kehilangan Ruh Pancasila
Tulisan selanjutnya Sekjen PDIP Hasto Dua Kali Absen Sidang Alfian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?