Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Pendidikan Al-Qur’an dan Penyelamatan Remaja Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2018 13:31 1:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2018 13:31
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PEMAHAMAN terhadap al-Qur’an dan peningkatan semangat etos kerja sangat penting, karena merupakan salah satu kegiatan strategis dalam upaya pendidikan agama Islam pada masyarakat melalui internalisasi nilai al-Qur’an.

Dalam dinamika perkembangan masyarakat dewasa ini, tantangan yang dihadapi semakin berat. Di samping dihadapkan kepada perkembangan masyarakat yang sangat dinamis, bangsa ini kini sedang mengalami krisis multidimensional.

Dalam situasi semacam ini terdapat sekolompok manusia merasakan kekosongan, yang pada akhirnya menimbulkan anomi. Ini disebabkan mengaburnya rujukan, hilangnya tauladan, dan nilai-nilai apa yang masih dapat memberikan makna kehidupan, serta landasan yang masih relevan untuk dapat mengangkat harga diri. Sebagian besar dari kelompok tersebut berusia remaja atau dari generasi muda.

Masa-masa krisis bagi kaum muda adalah tatkala mereka harus lepas dari keluarga, berada pada lingkungan sekolah dan masyarakat. Mereka merasa bahwa keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan tidak mampu mengantarkannya dalam menghadapi perubahan sikap dan sosial di dalam masyarakat.

Kelompok ini merasa sebagai kelompok yang tersisih dari masyarakat sehingga tidak mustahil mereka akan mengalami frustrasi yang dapat menenggelamkan semua harapan. Sebaliknya, bisa juga dengan semangat militansi yang tinggi, mereka menjadi ladang subur bagi bentuk dan ajaran radikalisme.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Keresahan kaum muda sebenarnya tidak akan menjadi masalah apabila berbagai komponen masyarakat bersedia dan mampu memberikan jalan keluarnya. Sebab keresahan merupakan sifat alamiah dan terjadi dalam setiap perjalanan sejarah umat manusia.

Setiap transformasi memang dimulai dari keresahan, dan keresahan yang positif akan menjadi basis yang potensial untuk menegakkan tatanan baru yang lebih baik, termasuk tatanan sosial dan tatanan moral keagamaan bagi masyarakat.

Dalam kaitan ini, pendidikan al-Qur’an akan memegang peranan penting dalam memperkokoh ketahanan rohaninya. Jika pendidikan al-Qur’an terus dikembangkan, maka nilai-nilai al-Qur’an akan mampu mendampingi mereka dalam melukis sejarah mereka sendiri.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi semua pihak untuk terus dan selalu memasyarakatkan al-Qur’an dengan tekanan kepada pendalaman isi serta kandungannya –sudah tentu awalnya adalah kemampuan membaca al-Qur’an. Dalam hubungan ini peranan masyarakat, khususnya lembaga pendidikan al-Qur’an, ormas Islam, dan para ulama serta pemuka masyarakat ikut menentukan bagi tercapainya tujuan tadi.

Satu hal yang perlu bagi umat Islam adalah kemampuan untuk terus menerus menyegarkan pemahaman terhadap al-Qur’an. Dengan cara ini, tak diragukan lagi bahwa al-Qur’an akan tetap mempunyai fungsi sebagai pedoman hidup bagi umat Islam di mana pun posisinya di masa sekarang dan masa yang akan datang. Namun demikian, diperlukan sikap waspada terhadap bahaya pemahaman al-Qur’an secara sempit dan kaku yang dapat berakibat hilangnya relevansi ajaran Islam dengan kenyataan hidup yang dihadapi.

Jika demikian halnya, al-Qur’an hanya akan tinggal sebagai suatu yang dikeramatkan, sementara ajarannya tidak lagi tercermin dengan baik dalam pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan.*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani Dalam Sistem Pendidikan Islam. Penulis: Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, M.A.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekosongan ruhani para remajamasa krisis kaum mudapendidikan al-Qur’an
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ekstrimis Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsha Dikawal Polisi Penjajah
Tulisan selanjutnya Politisasi Ilmu Psikologi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?