Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Berdakwah Wujud Kasih Sayang terhadap Orang Lain

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2018 13:31 1:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2018 13:31
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SEORANG ayah berjalan-jalan bersama anaknya yang masih berusia sepuluh tahun. Sebagaimana anak-anak kalau berjalan ingin seenaknya sendiri. Ingin bebas tanpa menghiraukan bahaya yang senantiasa siap menyambarnya.

Si ayah berulang kali mengingatkannya untuk berjalan di pinggir. Si anak pada awalnya menurut, namun berikutnya berjalan menuruti kehendaknnya sendiri. Tiba-tiba satu mobil melaju dengan sangat kencang dari arah belakang. Sang ayah dengan sigap menarik tangan anaknya. Sang anak menangis, tangannya kesakitan.

Dengan penuh sayang ayahnya itu berkata, “Nak, barusan kamu akan tertabrak mobil itu. Bila saja hal itu terjadi, boleh jadi kamu sekarang sudah tidak dapat lagi menatap ayahmu ini. Ayah melarang kamu berbuat seperti itu bukan karena benci. Sebaliknya, itu sebagian cinta tulus dan kasih sayang murni ayah kepadamu.”

Begitulah sikap seseorang yang mencintai dan mengasihi orang lain. Ia akan melarang siapa pun yang dicintainya melakukan perkara yang mencelakakannya atau mendatangkan melapetaka baginya. Ia akan menyuruh orang yang disayanginya untuk selalu melakukan perbuatan yang menjadikannya bahagia, selamat, dan jauh dari kecelakaan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Zat Maha kasih dan Maha sayang memerintahkan umatnya untuk mencintai saudaranya. Bukan sekadar cinta materil di dunia semata, melainkan kasih sayang sejati sampai akhirat. Salah satu caranya dengan menjaga mereka dari api neraka.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. at-Tahrim: 6).

Jadi, wujud kasih sayang seseorang terhadap orang lain bukan sekadar menolong orang supaya tidak tertabrak mobil, tidak jatuh sakit, tidak bergelimang dalam keserbasulitan, tidak disiksa oleh orang lain, atau tidak dilahap kebakaran. Lebih dari itu, orang yang sayang kepada saudaranya tidak akan rela saudaranya itu disiksa oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di neraka akibat perbuatannya menyimpang dari aturan Allah.

Ia akan senantiasa menyuruhnya berbuat taat dan melarangnya berbuat maksiat. Ia akan selalu melakukan amar makruf, nahi munkar. Ia akan terus berdakwah.

Berdasarkan hal ini, seseorang yang menyampaikan dakwah Islam kepada orang lain bukan karena benci pada orang tersebut. Sebaliknya, hal itu dilakukannya atas dorongan kasih sayang kepadanya.

Di dadanya tertanam ketidakrelaan bila saudaranya, temannya, tetangganya, atau siapa saja mendapatkan kenestapan hakiki di akhirat kelak. Padahal, di sana setiap jiwa tidak akan dapat menolong siapapun. Saat itu setiap orang akan lari dari saudaranya, ibunya, ayahnya, isteri, bahkan anak-anaknya. Satu-satunya cara menolong saat di dunia ini. Jalannya melalui dakwah.

Realitasnya, berdakwah tidak selalu mulus. Sering kali orang yang didakwahi menolaknya, menentang, bahkan menganggapnya sebagai bahaya bagi dirinya. Walaupun demikian, seorang pengemban dakwah menyadari betul bahwa mereka bersikap demikian itu hanyalah disebabkan ketidaktahuannya saja.

Semua ini dilakukannya semata-mata kasih sayangnya agar ia mendapatkan balasan dari sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui jalan dakwah itu, di samping orang lain pun selamat, baik di dunia maupun di akhirat melalui perantaraan dakwah yang dilakukannya tersebut. Jelaslah, dakwah merupakan wujud kasih sayang seseorang kepada sesamanya.*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Menjadi Pembela Islam. Penulis: M. R. Kurnia.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amar makrufberdakwahdorongan kasih sayangmencintai orang lainnahi munkar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota Militer Myanmar yang Bunuh 10 Warga Rohingya akan Hadapi Tuntutan hukum
Tulisan selanjutnya al qur'an bahasa arab Mengenal Ayat Mutasyaabihat dan Muhkamat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional

Berita
8 Juli 2026 05:54
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?