Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Cara Setan Menyusup Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2018 10:05 10:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2018 10:05
Bagikan
Ilustrasi/Setan masuk ke tubuh manusia melalui jalan darah dan daging.
Bagikan

SEBAGAIMANA nafsu syahwat bercampur dengan daging dan darah manusia, maka kekuasaan setan juga berjalan dalam daging dan darah, dan mengelilingi hati dari segala pinggirnya. Karena itu Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia pada tempat jalannya darah. Maka sempitkanlah tempat jalannya itu dengan lapar.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Yang demikian itu karena lapar menghancurkan nafsu syahwat. Tempat jalannya setan ialah nafsu syahwat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Aku akan duduk mengganggu mereka dari jalan yang lurus. Kemudian, aku datang kepada mereka dari hadapan dan dari belakangnya, dari kanan dan dari kirinya.” (QS. Al-A’raf: 16-17).

Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan itu duduk mengganggu manusia dengan beberapa jalan. Ia duduk melakukan gangguan itu dengan jalan Islam. Setan itu berkata kepada manusia: ‘Apakah kamu masuk Islam, meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu?’ Tetapi manusia itu menantang setan dan memeluk Islam. Kemudian, setan itu duduk mengganggu manusia dengan jalan hijrah. Setan itu berkata: ‘Apakah kamu akan berhijrah, meninggalkan bumimu dan langitmu?’ Tetapi manusia itu menantang setan dan berhijrah.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kemudian setan itu duduk dan mengganggu manusia dengan jalan jihad. Setan itu berkata: ‘Apakah kamu akan berjihad? Kamu akan berperang, lalu kamu terbunuh. Maka istrimu akan dikawini oleh orang lain dan hartamu akan dibagi-bagikan.’ Tetapi manusia itu menantang setan dan berjihad. Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa berbuat demikian, lalu meninggal, maka berhak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.” (HR. An-Nasa’i).

Rasulullah menyebut arti bisikan, yaitu: gurisan-gurisan (khawatir) dalam hati yang terguris dari seorang pejuang (mujahid) bahwa ia akan terbunuh dan istrinya akan dikawini oleh orang lain dan gurisan-gurisan lain, yang mengelakkan dari jihad.

Allah telah memperkenalkan musuhnya pada banyak tempat dalam kitab suci-Nya, untuk diimani dan dipeliharakan daripadanya. Allah berfirman:

“Sesungguhnya setan itu musuh kamu. Sebab itu perlakukanlah dia sebagai musuh! Dia hanya mengambil kawan separtainya, supaya menjadi isi neraka yang menyala.” (QS. Al-Fathir: 6).

Orang yang bertakwa tidak sukar baginya menutup pintu setan dan menjaganya dengan penjagaan, yakni: pintu-pintu yang tampak dan jalan yang terang yang membawa kepada kemaksiatan zahiriyah. Sesungguhnya mereka jatuh pada jalan-jalannya yang tersembunyi.

Yang sukar ialah, pintu-pintu yang terbuka bagi setan kepada hati itu banyak, sedang pintu malaikat itu sebuah saja. Dan pintu yang sebuah itu menyerupai dengan pintu-pintu yang banyak tadi.

Abdullah bin Mas’ud radiyallahu anhu berkata: Rasulullah telah menggariskan bagi kami pada suatu hari, seraya berkata: “Inilah jalan Allah!” Kemudian, beliau menggariskan beberapa garis, di sebelah kanan dan di sebelah kiri garis tadi. Kemudian, beliau bersabda: “Inilah jalan-jalan dan pada tiap-tiap jalan ini ada setan yang mengajak kepadanya.” Lalu beliau membaca ayat ini yang artinya:

“Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah! Dan janganlah kamu turutkan jalan-jalan (selain jalan Allah).” (QS. Al-An’am: 153).*/Sudirman STAIL

Sumber buku: Tentang Rahasia Keajaiban Hati. Penulis: Al-Ghazali.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dalam daging dan darahjalan yang lurusnafsu syahwat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Penangkapan MCA Palsu Besar Kemungkinan karena Kecewa Kekalahan Politik”
Tulisan selanjutnya Pengacara Jonru: Hakim Tak Pertimbangkan Pledoi dan Keterangan Ahli

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul

Terbaru

  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?