Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sri Lanka Umumkan Darurat 10 Hari Pasca Kerusuhan Anti Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Maret 2018 10:56 10:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Maret 2018 10:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sri Lanka mengumumkan keadaan darurat 10 hari untuk meredakan kerusuhan anti-Islam yang menewaskan setidaknya dua orang dan merusak puluhan rumah dan masjid, kutip sbs.com.au.

Pemerintah telah mengirim pasukan elit dan pasukan polisi ke Provinsi Kandy dan Distrik Taldeniya, 160 kilometer dari Kolombo untuk mengendalikan situasi tersebut setelah sebuah serangan terhadap sebuah toko milik Muslim hari Senin.

Serangan tersebut terjadi setelah kematian seorang remaja Sinhala yang diduga diserang oleh sekelompok Muslim dan polisi dilaporkan menangkap empat pria sehubungan dengan kasus tersebut.

Kerusuhan dan pembakaran toko di Distrik Kandy bermula pada Ahad (04/03/2018), setelah seorang sopir truk, yang merupakan umat Buddha Sinhala, meninggal beberapa hari usai bertengkar dengan empat warga Muslim di sana.

Baca: Kerusuhan Anti-Muslim Terbaru Meletus di Sri Lanka

Bentrokan pecah pada Senin (05/03/2018), tak lama setelah pemakaman sang sopir selesai. Polisi menyebut sekelompok umat Buddha menyerang dan membakar toko-toko milik umat Muslim di distrik tersebut. Jenazah seorang warga ditemukan dalam salah satu toko yang terbakar itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kerusuhan itu mengakibatkan puluhan rumah, tempat usaha, dan rumah ibadah warga Muslim Sri Lanka rusak berat.

“Dalam pertemuan kabinet khusus diputuskan keadaan darurat selama 10 hari untuk mencegah penyebaran kerusuhan komunal ke bagian lain negara ini,” kata juru bicara pemerintah, Dayasiri Jayasekara, seperti dilansir Reuters, Selasa, 6 Maret 2018.

Puluhan rumah, tempat usaha, dan rumah ibadah warga Muslim rusak berat dalam kerusuhan 2014 [SCMP]
“Selain itu telah diputuskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap orang-orang yang memicu kekerasan melalui Facebook,” kata dia lagi.

Pemerintah telah mengirimkan pasukan dan elite polisi ke Kandy setelah sekelompok orang membakar toko milik seorang warga Muslim. Pemerintah juga memberlakukan jam malam di Kandy untuk mencegah bentrokan susulan antara mayoritas umat Buddha Sinhala dan minoritas Muslim di area itu.

Populasi Muslim yang diwawancarai ditelepon mengatakan beberapa serangan terhadap properti milik mereka terjadi setelah dimulainya jam malam yang mulai berlaku sekitar pukul 3 sore waktu setempat pada hari Ahad.

Menteri Perencanaan Kota, Rauff Hakeem mengungkapkan kekecewaannya atas serangan yang menargetkan milik kaum Muslimin.

Sebelum serangan tersebut, polisi menggunakan gas air mata dan semprotan air untuk membubarkan penduduk termasuk biksu Buddha yang berkumpul di dekat sebuah kantor polisi setempat.

Bentrokan tersebut terjadi seminggu setelah setidaknya lima orang terluka dan beberapa toko dan masjid rusak oleh perusuh di Sri Lanka timur.

Baca: Kami Hidup dalam Ketidakpastian Hanya Karena Kami Muslim

Umat Muslim hanya berpopulasi sekitar 9 persen dari total 21 juta penduduk Sri Lanka. Sementara jumlah umat Buddha mencapai 70 persen dan 13 persen lainnya merupakan umat Hindu.

Ketegangan antara masyarakat Buddha dan Muslim terus meningkat di negara Asia Selatan itu dalam beberapa tahun terakhir.

Pekan lalu kerusuhan sektarian juga terjadi di wilayah timur Sri Lanka setelah seorang juru masak beragama Islam dituduh memasukkan obat-obatan kontrasepsi ke dalam makanan yang dijual kepada warga Sinhala. Pemerintah menepis isu tersebut sebagai sebuah tuduhan tak berdasar dan memerintahkan penangkapan para perusuh.

Umat Buddha garis keras menuding Muslim di sana memaksa orang-orang memeluk agama Islam atau merusak situs arkeologi Buddha.

Sejak krisis kemanusiaan di Myanmar memburuk Agustus 2017 lalu, banyak umat Buddha Sri Lanka memprotes kedatangan pengungsi Muslim Rohingya di negaranya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti-MuslimBuddhadaruratKerusuhankerusuhan komunalMuslim Sri LankaRohingyaSinhalaSri Lanka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sedikit Memperturutkan Hawa Nafsu, Sedikit Pula Kelelahannya
Tulisan selanjutnya Jaksa Saudi Menuduh YouTube Mendukung Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?