Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dua Biksu Radikal Myanmar Kembali Beraktivitas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Maret 2018 06:37 6:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Maret 2018 06:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua biksu radikal di Myanmar kembali muncul di publik dua hari terakhir, setelah satu dilarang berceramah di muka umum selama setahun dan satunya dipenjara.

Ashin Wirathu, biksu ultra-nasionalis yang dijuluki “Buddhis Bin Laden”, tahun lalu dilarang memberikan ceramah publik oleh dewan biksu senior karena dianggap “berulang kali menyampaikan ujaran kebencian terhadap agama dan menyebabkan pertikaian masyarakat.”

Hari Sabtu (10/3/2018), Wirathu membantah bahwa pernyataan-pernyataan anti-Islam yang dikeluarkannya menjadi penyebab kekerasan maut yang terjadi di negara bagian Rakhine (Arakan) tahun lalu, lapor Deutsche Welle.

Dia menyalahkan konflik yang terjadi di sana kepada “terorisme orang Bengali.” Bengali adalah sebutan untuk orang-orang Rohingya Muslim yang tidak diakui eksistensinya di Myanmar.Untuk mendukung klaimnya dia mencontohkan di daerah asalnya, Mandalay, kondisinya aman-aman saja.

“Jika Wirathu menciptakan konflik, maka Mandalay akan menjadi abu. Dunia tidak mengetahui kebenaran ini,” kata biksu radikal anti-Islam itu, ketika berceramah di Yangon dalam rangka memperingati kehadirannya kembali ke muka publik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mandalay, di bagian tengah Myanmar, pernah mengalami kerusuhan maut pada tahun 2014 setelah disebarkan kabar dusta bahwa orang-orang Muslim memperkosa seorang wanita Buddhis.

Tahun lalu ketika kekerasan terhadap Rohingya kembali merebak, Wirathu sedikitnya dua kali mengunjungi wilayah Rakhine, di bagian utara Myanmar.

Hari Jumat (9/3/2018)Parmaukkha, biksu radikal lain teman Wirathu, dibebaskan dari penjara setelah dikurung tiga bulan lamanya, karena meminpin aksi protes 2016 menentang penggunaan istilah “Rohingya” oleh pemerintah Amerika Serikat. Dia didakwa dengan tuduhan memicu kerusuhan.

Sekeluarnya dari penjara, Parmaukkha menyatakan bahwa dirinya tidak kapok.

“Tidak ada yang namanya Rohingya di antara 135 kelompok etnis di Myanmar,” katanya kepada para reporter hari Jumat.

“Orang yang melakukan kesalahan adalah duta besar Amerika Serikat [untuk Myanmar],” ujarnya, merujuk penggunaan istilah Rohingya yang memicunya menggalang massa untuk berunjuk rasa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Calon Menkes Jerman Dukung Bank Makanan Tolak Orang Asing
Tulisan selanjutnya Presiden Mauritius Mundur, Setelah Belanja Pakai Kartu Kredit LSM Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?