Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Jika Bencana Datang Menimpa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2018 13:27 1:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2018 13:26
Bagikan
Ilustrasi/Musibah gempa bumi.
Bagikan

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah, ‘Yang akan menimpa kami hanyalah apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.‘” (QS. at-Taubah [9]: 51) Dan, dalam membuat ketetapan, Allah memiliki kebebasan penuh.

Ia juga berfirman, “Sungguh, sesudah kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Alam Nasyrah [94]: 5). “Bersabarlah (hai Muhammad), dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan berkat pertolongan Allah,” (QS. an-Nahl [16]: 127). “Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya,” (QS. an-Naml [27]: 62), dan, “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali `Imran [3]:173)

Ketetapan-ketetapan universal agama tersebut adalah simpul-simpul keyakinan kepada Allah yang dipegang kaum Mukmin saat mereka tertimpa musibah dan digelapkan oleh kesulitan. Sebab, mereka tahu, semua kejadian telah ditetapkan Allah sebelumnya, sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah berserah diri kepada-Nya; kekuasaan memilih hanya milik Allah, sehingga tak ada yang dapat mereka lakukan selain percaya bahwa pilihan-Nya pasti baik; kemudahan mengiringi kesulitan, sehingga mereka menanti pertolongan-Nya; obat terbaik saat bencana menimpa adalah kesabaran, sehingga mereka berobat dengan cara kembali kepadaNya; Allah pasti mengabulkan doa, sehingga mereka pun mengangkat telapak tangan memohon kepada-Nya.

Dan, mereka tahu bahwa pertolongan Allah membuat mereka tidak butuh kepada pertolongan siapa pun selain-Nya, sehingga mereka bertawakal kepada-Nya. Obat musibah adalah husnuzhzhon, keyakinan yang tidak goyah oleh keputusasaan dan kehilangan harapan, kesabaran yang tidak kalah oleh kecemasan, optimisme yang tidak tersentuh kekecewaan, dan kepasrahan yang tidak ternodai penentangan.

Musibah menjadi ringan apabila balasannya disebut-sebut, ganjarannya diperlihatkan, waktu hilang dan berlalunya dapat ditunggu dan diperkirakan, terhibur dengan banyaknya orang yang terkena musibah, dan terbesarkan hati dengan upah dan kesenangan yang akan diterima dari Allah, karena musibah itu datang dari Tuhan seru sekalian alam.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Orang yang paling pantas mendapatkan kemenangan adalah orang yang telah berjuang keras. Orang yang paling layak memperoleh keamanan adalah orang yang telah meredam pelbagai kesulitan. Orang yang paling patut menerima kedekatan dengan Tuhan adalah orang yang telah menelan pelbagai kesedihan. Dan, orang yang paling berhak mendapatkan sambutan dari Tuhan adalah orang yang telah bersabar mengetuk pintu-Nya.

Segala sesuatu ada harganya, dan harga mutiara adalah kesulitan menyelam ke dasar lautan. Segala sesuatu ada nilainya, dan nilai kemenangan adalah kesakitan oleh luka-luka dalam perang kehidupan.

Segala sesuatu yang disukai ada pajaknya, dan pajak keberhasilan adalah air mata yang panas, darah yang tumpah, kelopak mata yang letih karena kekurangan tidur, badan yang lemah karena lelah bekerja, dan hati yang pedih karena banyak menderita.

Umur bencana lebih pendek daripada umur kesenangan, tapi pahalanya lebih besar daripada pahala kesehatan, pengalamannya lebih berharga daripada pengalaman kehidupan, dan kegunaannya lebih besar daripada kegunaan keselamatan. Di dalam bencana terdapat pelajaran, peringatan, dan kewaspadaan, dan bersamanya terdapat tabungan, pujian, dan catatan sejarah.*Dr. ‘A’id Abdullah al-Qarni, dikutip dari bukunya Silakan Terpesona.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersabarsaat bencana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Jaisy Al Islam” Sepakat dengan Rusia Mengenai Keluarnya Penderita Luka-luka dari Al Ghuthah
Tulisan selanjutnya Ketua Departemen DMI: Jangan Usir Anak-anak dari Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?