Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mempersiapkan Mentalitas Kepemimpinan Islam Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Maret 2018 09:49 9:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Maret 2018 09:49
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ahmad Musyafa’

 

PERISTIWA Isra’ Mi’raj adalah peristiwa agung dalam sejarah umat Islam, terjadi kepada Nabi Agung, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Isra’ Mi’raj adalah hadiah besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad, setelah ujian demi ujian berat menghampirinya.

Kesedihan mendalam dialami Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. setelah ditinggal wafat pamannya yang begitu dicintainya, Abu Thalib. Di tahun yang sama istrinya yang selalu mendukung dakwahnya, Khadijah radliyallâhu ‘anhâ juga dipanggil Allah. Dua orang ini adalah orang paling berpengaruh dalam survivenya dakwah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, tetapi keduanya dijemput Allah.

Ujian semakin berat ketika Rasulullah  bersama para sahabatnya hijrah ke Thaif. Dilempari batu, dihina, dierca, dan diusir dari Thaif. Kedua kaki mulianya bercucuran darah, kedua terompahnya basah dengan lumuran darah sucinya. Darahnya pun membasahi tanah Thaif menjadi saksi perjuangan berat menyebarkan dakwah Islam. Secara fisik, lukanya tidak sebanding dengan peristiwa Perang Uhud, tetapi pukulan psikologis lebih berat dirasakan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam kondisi seperti ini, Allah memberikan hadiah besar kepada Rasulullah Saw. Memperjalankannya dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha disebut dengan perjalanan Isra’. Dari Masjid Al-Aqsha diangkat ke langit ketujuh untuk mendapatkan perintah shalat lima waktu, disebut perjalanan Mi’raj. Sehingga kejadian ini dikenal dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Peristiwa maha agung ini diabadikan Allah dalam Al-Quran Surat Al-Isra` ayat pertama. Dalam satu ayat ini Allah menyebutkan dua masjid suci. Mengikat dua masjid ini menjadi kiblat bagi kaum Muslimin. Dua masjid yang diberkahi, dimuliakan, dan disucikan. Sehingga kedua masjid ini tidak bisa dipisahkan, tidak mungkin ditinggalkan, dan tidak boleh dibiarkan ada gangguan yang mengancamnnya. Umar bin Khatab radliyallâhu ‘anhu berkata, “Al-Quds (Yerussaem) bagi Allah tidak ada bedanya dengan Makkah.”

Baca: Isra’-Mi’raj: Antara Logika Manusia dan Kuasa Tuhan

Kenapa ke Masjid Al-Aqsha?

Ada yang bertanya, kenapa harus ke Masjid Al-Aqsha? Seandainya untuk menerima perintah shalat, sangat mudah bagi Allah untuk mengangkatnya langsung, dari Masjid Al-Haram menuju langit ke tujuh.

Setidaknya ada empat alasan; Pertama, Masjid Al-Aqsha adalah pintu gerbang menuju langit. Sebelumnya Nabi Isa a.s. diselamatkan Allah dari kejaran Yahudi, diangkat ke langit dan nanti pada akhir zaman akan kembali diturunkan, untuk membunuh Dajjal dan Ya’juj Ma’juj. Begitu juga Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam diangkat dan diturunkan kembali melalui Masjid Al-Aqsha.

Kedua, syarat pemimpin dunia harus mengunjungi Masjid Al-Aqsha. Bahkan Masjid Al-Aqsha merupakan pusat kepemimpinan dunia. Al-Aqsha mengangkat derajat orang yang mengangkatnya. Pusat kerajaan Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman ada di Baitul Maqdis. Seluruh nabi-nabi kalau tidak lahir dan dakwah di Baitul Maqdis, Allah perintahkan untuk hijrah ke Masjid Al-Aqsha. Nabi Ibrahim a.s. sebelum hijrah ke Baitul Maqdis tidak dikenal (QS. Al-Anbiya: 60), disebutkan dalam bentuk keraguan dan nakirah (umum dan tidak definitif). Tetapi setelah Nabi Ibrahim Hijrah ke Baitul Maqdis, membawa misi Al-Aqsha, Allah sebutkan dengan menggunakan gelar pemimpin dunia, “Aku jadikan engkau (Ibrahim) sebagai pemimpin bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 124).

Ketiga, penobatan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai pemimpin dunia. Pada malam Isra’ Mi’raj Allah menghadirkan seluruh para nabi dan rasul, mulai dari nabi Adam hingga nabi terakhir. Dalam riwayat hadis disebutkan 124.000 nabi dan 315 rasul dihadirkan di dalam Masjid Al-Aqsha. Seluruh nabi dan rasul shalat berjamaah dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai imamnya, sehingga Rasulullah mendapat gelar imâmul anbiyâ` wal mursalîn (imamnya para nabi dan rasul). Dengan dijadikannya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai imam, membuktikan bahwa kepemimpinan dunia yang sebelumnya dipegang para nabi sebelum nya, malam hari itu diwariskan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Keempat, kiblat pertama. Masjid Al-Aqsha merupakan kiblat pertama tidak hanya pada masa Rasulullah Saw., tetapi menjadi pusat ibadah dan kiblat para nabi sebelumnya. Nabi Zakaria bermunajat kemudian dipanggil malaikat untuk diberikan anugerah dari Allah, ketika sedang shalat di Mihrab (QS. Ali Imran: 38-39).

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam juga menceritakan, bahwa Nabi Sulaiman membangun (memperbaiki) Masjid Al-Aqsha, kemudian berdoa kepada Allah meminta tiga permintaan; kebijakan yang tepat, kerajaan yang tidak dimiliki orang setelahnya, dan mengampuni seluruh dosa orang yang datang ke Al-Aqsha yang tidak ada niat lain kecuali hanya ingin shalat di dalamnya.

Selama di Makkah, Rasulullah  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersama para sahabat shalatnya menghadap ke Baitul Maqdis, padahal Ka’bah ada di depannya. Sampai 16 bulan pertama setelah hijrah ke Madinah masih menghadap ke Baitul Maqdis. Selain mewarisi kepemimpinan dunia, Rasulullah juga mewarisi risalah kenabian dari nabi-nabi sebelumnya. Estafeta kesinambungan dakwah Islam.

Baca: “Berburu Berkah Baitul Maqdis”

Titik Tolak Kejayaan Islam

Maka peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi titik tolak perubahan besar dalam diri Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dinobatkan secara resmi sebagai pemimpin dunia, imam dua kiblat, dipilih sebagai manusia terbaik diantara hamba-hamba-Nya yang terbaik (al-mushthafa). Diangkat derajatnya, ditinggikan penyebutan namanya, mengiringi setelah penyebutan nama Allah, wa rafa’nâ laka dzikraka. (QS. Al-Insyirah: 2). Lâ ilâha illallâh, muhammadurrasûlullâh dan dua kalimat syahadat. 

Isra` Mi’raj sesuai tujuannya, memperlihatkan keajaiban kekuasaan-Nya kepada Nabi Muhammad  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam linuriyahû min âyâtinâ (QS. Al-Isra`: 1). Sehingga menghilangkan segala bentuk ketergantungan kepada makhluk, hanya totalitas  bersandar kepada Al-Khaliq. Menguatkan kembali tekad Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk menyebarkan risalah Islam kepada dunia.

Mempersiapkan mentalitas Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk menghadapi ancaman dan terpaan ujian yang lebih dahsyat. Akan berhadapan dengan kekuatan koalisi besar penghalang dakwah Islam; Quraisy, Yahudi, dan Kaum Munafiq di Madinah. Madinah pun menjadi pusat kejayaan Islam. Khaibar menjadi saksi hancurnya kekuatan Yahudi. Fathu Makkah menyapu bersih Kafir Quraisy, berbondong-bondong masuk Islam.

Mengenang agungnya nikmat Allah dalam peristiwa agung ini, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam setiap malam selalu membaca Surat Al-Isra` sebelum tidur. Betapa cintanya Rasulullah terhadap Masjid Al-Aqsha.

Hadis-hadisnya banyak memotivasi umatnya untuk mengunjunginya, menjaganya, dan membelanya. Bahkan beliau mengisyaratkan munculnya kejayaan Islam kembali di Baitul Maqdis. Bagaimana mungkin yang mengaku umatnya meninggalkan Masjid mulia ini dikangkangi Zionis Israel. Sungguh tidak pantas memohon minuman dari telaga Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, sementara menelantarkan masjid yang selalu dikenangnya setiap malam. Al-Aqsha tempat Isra` Mi’raj Nabi Kita masih merintih, memanggil semua umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Selamatkan Al-Aqsha!*

Direktur International Aqsa Institute

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsBaitul Maqdisduniaislamisra' Mi'rajkepemimpinanmakkahMasjid Al AqshaPerang Uhudsejarah IslamThaifumar bin khatabYerussaem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan Ucapkan Selamat kepada Putin atas Kemenangannya dalam Pilpres
Tulisan selanjutnya AILA Bersyukur Masyarakat Daerah Tolak LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?