Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Deklarasikan Sekali dan Selamanya: Rezim Bashar al Assad Harus Hengkang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 April 2018 09:03 9:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 April 2018 08:56
Bagikan
kedutaan besar turki
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu
Bagikan

Hidayatullah.com–Waktunya telah tiba bagi rezim Bashar al Assad di Suriah untuk pergi, demikian pejabat Turki mengatakan hari Kamis kemarin setelah serangan kimia mematikan oleh rezim di Ghouta Timur dan distrik Douma, dan Amerika Serikat (AS) bersumpah akan menyerang rezim di Suriah.

“Rezim Assad harus meninggalkan Suriah. Ini bukanlah pertama kalinya rezim Assad menggunakan senjata kimia. Ia telah membunuh sekitar 1 juta orang dengan serangan udara dan bom gentong,” Menlu Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan pada sebuah acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) di Ankara dikutip Daily Sabah.

Pada 8 April, organisasi White Helmets di Ghouta Timur menuduh pasukan rezim Suriah melancarkan serangan kimia pada target-target di distrik Douma pinggiran Damaskus yang menyebabkan puluhan penduduk sipil terbunuh.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dengan suara bulat mengadopsi sebuah resolusi pada 24 Februari, yang mendesak genjatan senjata selama sebulan penuh di Suriah, khususnya di Ghouta Timur, agar memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Baca: Erdogan: Bashar Pemimpin Teroris, Bunuh Satu Juta Warganya

Meskipun adanya resolusi itu, rezim dan sekutunya pada awal bulan ini melancarkan serangan darat besar-besaran didukung oleh kekuatan udara Rusia untuk menguasai bagian oposisi di Ghouta Timur. “[Assad] harus pergi dari Suriah dan transisi pada proses politik harus dimulai,” tambah Çavuşoğlu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menambahkan bahwa upaya untuk menciptakan solusi permanen, “seperti proses Astana dan Sochi,” harus dikerjakan secara efektif, dan negara itu harus bersiap untuk Pemilu transparan dalam waktu dekat. “Penting untuk melaksanakan Pemilu yang transparan di bawah atap PBB. Kita tidak ingin lagi melihat darah dan air mata di Suriah,” kata Çavuşoğlu.

Sejak pecahnya perang sipil Suriah pada 2011, pemerintah Turki mengaku telah bersikeras bahwa solusi utama untuk mencapai perdamaian di negara itu ialah dengan melengserkan Bashar Assad dan membangun sebuah lingkungan politik baru yang akan dimediasi oleh PBB dan menjadi entitas inklusif.

Menhan Turki Nurettin Canikli juga mengatakan bahwa pelengseran Assad dan membersihkan Suriah dari kelompok teror merupakan dua syarat yang harus terjadi agar perdamaian dapat berlaku.

“Membersihkan Suriah dari semua kelompok teror dan turunnya rezim. Jika dua parameter ini telah ditetapkan, perdamaian akan telah tercapai, dan tidak satupun dari ini [serangan kimia] akan terjadi,” Canikli mengatakan dalam wawancara yang disiarkan televisi kemarin.

Baca: Tentara Turki Hajar Milisi Bashar al Assad di Lattakiah

Canikli mengatakan baik Rusia dan AS merupakan pihak yang salah di Suriah. “Satu mendukung elemen teror, mendukung PKK/PYD/YPG, dan mereka bertindak bersama di Suriah. Dan satunya lagi mendukung rezim Assad, yang merupakan alasan di balik pembunuhan ratusan ribu rakyat Suriah,” tambahnya.

Turunnya Assad merupakan syarat yang tidak bisa dinegosiasikan bagi Turki dalam merencanakan masa depan Suriah dari sejak awal terjadinya konflik. Namun, dukungan AS pada Pasukan Demokratis Suriah (SDF), yang didominasi oleh afiliasi kelompok teroris PKK seperti, Partai Persatuan Demokratis (PYD), dan sayap bersenjatanya, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), membuat pemerintah Turki berfokus pada pemberantasan kelompok tersebut dari Suriah utara.

Meningkatnya pengaruh YPG di Suriah utara memicu militer Turki melancarkan operasi militer ‘Olive Branch‘ (Rantinng Zaitun) pada 20 Januari di provinsi Afrin, Suriah barat laut.

Operasi Afrin, yang dilaksanakan oleh angkatan bersenjata Turki dan angkatan udaranya, serta Tentara Pembebasan Suriah (FSA), juga dikoordinasikan dengan Rusia, pendukung utama rezim Assad. Sementara Rusia memberikan dukungan militer pada Assad, kehadirannya dalam memimpin rezim telah menjadi masalah perselisihan antara Ankara dan Moskow.

Namun, Turki dan Rusia, telah dapat menemukan landasan bersama dalam menciptakan genjatan senjata dan zona de-eskalasi di beberapa bagian Suriah, melalui beberapa pertemuan pemimpin negara seperti perundingan Astana dan Sochi.*>>> (Bersambung)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:bashar al assadGhouta TimurMevlut CavusogluPKKPYDRezim Basharsenjata kimiasuriahTurkiYPG
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Miras Oplosan, Di mana Perhatian Negara?
Tulisan selanjutnya Pemimpin Dunia Beri Sinyal Dukungan Serang Rezim Bashar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?