Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Dunia Beri Sinyal Dukungan Serang Rezim Bashar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 April 2018 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 April 2018 09:15
Bagikan
Presiden AS Donald Trump | Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Theresa May
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasca serangan  kimia yang menewaskan setidaknya 60 orang di wilayah Ghouta Timur, membuat para kepala pemerintahan negara-negara di dunia sepakat akan memberi sanksi kepada Rezim Bashar al Assad dengan rencana serangan militer.

Melalui sebuah pernyataan pada hari Selasa, pemimpin Inggris Perdana Menteri Theresa May menyatakan harus “memberi reaksi untuk menegakkan larangan penggunaan senjata kimia di seluruh dunia.”

Kesepakatan ini diambil setelah Perdana Menteri Theresa May melakukan pembicaraan telepon terpisah dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Mereka [May, Trump dan Macron] sepakat bahwa komunitas internasional harus merespons dengan menegakkan larangan penggunaan senjata kimia,” bunyi pernyataan itu.

Rilis ini juga menambahkan bahwa para pemimpin juga “setuju untuk bekerja sama lebih erat dan bersama partner-partner internasional mereka untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini diganjar sesuai tindakannya,” dikurip Anadolu Agency, Selasa (10/04/2018).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Turki Deklarasikan Sekali dan Selamanya: Rezim Bashar al Assad Harus Hengkang

Arab Saudi juga telah memberi sinyal akan ikut ambil bagian dalam aksi militer di Suriah setelah terjadinya serangan menggunakan senjata kimia oleh Rezim Bashar.

Dukungan ini  diungkapkan Putra Mahkota Mohammad bin Salman, Selasa (10/04/2018), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (09/04/2018), menjanjikan tindakan cepat dan keras sebagai tanggapan atas serangan kimia itu.

“Kalau persekutuan dengan mitra-mitra kami membutuhkannya, kami akan ikut (bergabung dalam tanggapan militer),” kata Pangeran Mohammad dalam acara jumpa pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di akhir lawatan tiga harinya di Paris..

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan sejumlah negara lain juga tengah berkomunikasi untuk menyikapi serangan senjata kimia itu.

Sementara Turki, hari Kamis telah menyampaikan janjinya, bahwa waktunya bagi rezim Bashar al Assad di Suriah untuk pergi telah tiba.

“Rezim Assad harus meninggalkan Suriah. Ini bukanlah pertama kalinya rezim Assad menggunakan senjata kimia. Ia telah membunuh sekitar 1 juta orang dengan serangan udara dan Bom Gentong,” ujar Menlu Mevlüt Çavuşoğlu  dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) di Ankara.

Sementara itu, Kanselir Jerman, Angela Merkel menyatakan pihaknya tidak akan ikut bergabung para pemimpin dunia untuk melakukan serangan terhadap pemerintah Bashar.

Baca: Sikap Jerman Soal Suriah: Siap Bantu Tetapi Bukan Militer

Merkel menyatakan, penggunaan senjata kimia perlu sanksi,  namun tidak ada opsi militer di dalamnya.

“Jerman tidak akan mengambil bagian dalam aksi militer yang mungkin terjadi. Saya ingin menegaskan lagi bahwa tidak ada keputusan akan adanya serangan, tetapi kami melihat adanya potensi,” ucap Merkel.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut bahwa Rusia harus “bersiap” atas rudal-rudal yang akan diluncurkan ke Suriah guna merespons dugaan serangan kimia dekat Damaskus, Sabtu (07/04/2018) lalu.

“Bersiaplah Rusia karena mereka akan datang datang, bagus dan baru dan ‘pintar!'” demikian cuitan Donald Trump melalui akun twitter.

Keputusan itu dinilai telah mengisyaratkan Amerika Serikat mungkin tengah menyiapkan operasi militer besar ketimbang serangan terbatas kepada rezim keji Bashar al Assad yang didukung Rusia dan Iran.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatbashar al assadDonald TrumpDoumaGhouta Timurkimiamembuat serangan militerpemimpin duniaRezim BasharSerangan ke Suriahserangan kimia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kedutaan besar turki Turki Deklarasikan Sekali dan Selamanya: Rezim Bashar al Assad Harus Hengkang
Tulisan selanjutnya Rusia: Rezim Suriah Kembali Memegang Kendali Ghouta Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?