Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serangan Terhadap Muslim di Amerika Meningkat Semasa Trump

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 April 2018 09:32 9:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 April 2018 09:32
Bagikan
Anggota Dewan Hubungan Islam Amerika Serikat (CAIR), membagikan paket-paket obat mainan yang dinamakan "Islamophobin," untuk mengobati Islamofobia
Bagikan

Hidayatullah.com—Council on American-Islamic Relations (CAIR) hari Senin (23/4/2018) mempublikasikan hasil studi yang menunjukkan 300 kasus serangan kebencian terhadap Muslim pada tahun 2017 atau naik 15 persen.

Menurut kelompok advokasi Muslim terbesar di Amerika Serikat itu, semalam dua tahun berturut-turut jumlah serangan terhadap Muslim terus bertambah. Kenaikan itu antara lain dipicu oleh kebijakan dan bahasa yang digunakan oleh Presiden Donald Trump terhadap Muslim yang tinggal atau datang ke AS.

Hasil studi CAIR terkait serangan terhadap Muslim menemukan sejumlah hal, antara lain:

  • Tahun 2017 tercatat 300 serangan anti-Muslim, naik dari 260 di tahun 2016.
  • Laporan tahun lalu mencatat keanikan tahunan 44 persen kejahatan kebencian terhadap Muslim pada 2016.
  • Pengacara-pengacara CAIR menyelidiki 5.650 laporan insiden anti-Muslim yang masuk dan mendapati bahwa hanya di bawah setengah yang otentik.
  • Jumlah 2.599 insiden anti-Muslim tahun 2017 itu naik 17 persen dari tahun 2016.
  • Lebih dari sepertiga insiden itu melibatkan lembaga-lembaga federal, mencerminkan sikap keras dan kasar pemerintah terhadap minoritas dalam tingkat yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Sikap pemerintah sekarang ini yang menarget komunitas Muslime Amerika dan komunitas minoritas lain sangat jelas sekali dan seharusnya menguncang hati nurani semua rakyat Amerika,” kata Direktur Eksekutif CAIR Nihad Awad seperti dilansir DW.

Awad menambahkan bahwa temuan dalam laporan itu menegaskan “kebijakan-kebijakan pemerintahan Trump tidak sesuai konstitusi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, di mana komunitas Muslim kerap dijadikan samsak tinju oleh presiden AS,” kata Gadeir Abbas, salah seorang pengacara yang bekerja dengan CAIR.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teroris Papua Sandera dan Perkosa Guru, Pemerintah Diminta Serius Menangani
Tulisan selanjutnya Rakyat Krisis, Bank Makanan Inggris Sediakan Jutaan Paket Bantuan Pangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba

Berita
3 Juli 2026 20:59
Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?