Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Urgensi Mempelajari Hadits Akhir Zaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 April 2018 09:18 9:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2018 10:30
Bagikan
Bagikan

MEMPELAJARI hadits-hadits akhir zaman adalah perkara yang sangat penting. Sebegitu vitalnya, hingga banyak sekali ulama-ulama yang mengarang tema ini. Sebagai contoh konkret: Na’im bin Hammad (Kitâbu al-Fitan), Ibnu Katsir (al-Nihâyah fi al-Fitan wa al-Malâhim), al-Qurthubi (al-Tadzkirah), al-Barzanji (al-Isyâ’ah fii Asyrâthi al-Sâ’ah dan al-Idzâ’ah min Asyrâthi al-Sâ’ah),  al-‘Adawi (al-Shahîh al-Musnad min Ahâdîts al-Fitan wa al-Malâhim wa Asyrâth al-Sâ’ah) dan lain sebagainya.

Lalu, apa urgensinya mempelajari hadits akhir zaman? Setidaknya –bukan bermaksud membatasi- ada lima poin penting yang menunjukkan betapa pentingnya tema ini:

Pertama : bagian penting dari agama Islam. Saat membahas tentang hadits panjang tentang Jibril –sebagaimana riwayat Muslim- yang disinggung oleh kebanyakan orang adalah masalah hirarki islam, iman dan ihsan. Padahal, ada satu hal penting yang terlewatkan, yaitu: mempelajari hadits-hadits yang mengungkap tanda-tanda akhir zaman. Pada hadits panjang tersebut, Jibril ‘alaihis salam  mengajarkan kepada nabi beberapa tanda-tanda kiamat yang perlu diketahui.

Menariknya, setelah Jibril pergi, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Umar, tahukah kamu siapa yang barusan bertanya?” “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,” jawabnya. Kemudian nabi melanjutkan, “Sesungguhnya itu adalah Jibril, yang datang untuk mengajarkan agama kalian.” Di sini dengan sangat jelas dikatakan bahwa mempelajari hadits-hadits mengenai tanda akhir zaman adalah bagian dari agama Islam.

Dengan demikian, hadits panjang itu seolah hendak mengatakan: Islam, iman dan ihsan akan menjadi baik jika ditopang dengan wawasan mumpuni tentang hadits mengenai tanda-tanda akhir zaman.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Akhir Zaman: Lebih Baik Kalah tapi Selamat

 Kedua : bentuk keimanan seseorang pada hal ghaib. Dalam Surah al-Baqarah [2] ayat 3, disebutkan bahwa di antara indikator orang yang bertakwa adalah keyakinannya terhadap hal-hal ghaib. Tanda-tanda akhir zaman yang termaktub dalam hadits-hadits nabi, adalah perkara ghaib yang seharusnya diyakini. Jadi, mempelajari hadits-hadits akhir zaman, adalah bagian dari upaya pembuktian iman dan mencapai derajat takwa. Orang yang memiliki sifat demikian –kata Allah dalam ayat kelima- adalah orang yang mendapat hidayah dan keberuntungan.

Ketiga : Persiapan diri dan bentuk antisipasi sebelum terjadi. Salah satu sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang memiliki kepekaan tinggi terhadap masalah ini adalah Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu. Beliau dikenal sebagai sahabat yang amat mengerti mengenai hadits huru-hara akhir zaman. Dalam petikan hadits Bukhari dan Muslim beliau pernah berkata, “Orang-orang semua bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang kebaikan, sementara aku bertanya tentang keburukan karena aku takut akan menimpa diriku.” Jadi, di antara urgensi mengetahui hadits terkait akhir zaman adalah sebagai persiapan diri dan antisipasi ketika tanda-tanda itu terjadi.

Jika orang-orang Yahudi saja begitu antisipatif menanam pohon ghorqod (Abu Fatiah, 2007: 281) sebagai persiapan untuk menghadapi serangan umat Islam di akhir zaman  karena membaca hadits nabi, maka umat Islam tentunya lebih antusias dalam mempelajari hadits-hadits akhir zaman.

Keempat : sebagai bahan ajar Pengingat lintas generasi. Hadits-hadits akhir zaman begitu penting diajarkan sebagai pengingat lintas generasi. Sejak zaman nabi hingga sekarang, memori tentang hadits akhir zaman masih tersimpan dengan baik karena masalah ini selalu diajarkan. Menurut riwayat Amru bin Akhthab radhiyallahu ‘anhu –yang termaktub dalam Shahih Muslim- bahwa Rasulullah pernah berkhutbah banyak hal, sejak selesai shalat fajar hingga terbenam matahari, di antaranya adalah mengenai tanda-tanda akhir zaman.  Bila hal ini tidak penting, maka tidak mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai berkhutbah seharian untuk membahas di antaranya tentang hadits akhir zaman.

Baca: Uzlah di Akhir Zaman

Di berbagai kesempatan pun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tak lupa memperingatkan tanda-tanda akhir zaman. Pada saat perjalanan panjang menuju perang Tabuk, beliau sempat memberi tahu tanda-tanda akhir zaman; ketika terbangun di tengah malam beliau pernah memberitahukan bahwa bendungan Ya’juj dan Ma’juj telah berlobang; bahkan saat wudhu pun beliau pernah membicarakan tanda-tanda hari kiamat (al-Mubayyadh, 2006: 31).

Kelima : Mengetahui peta akhir zaman. Hadits-hadits akhir zaman, mengajarkan umat Islam mengenai pentingnya memahami peta akhir zaman. Melalui peta ini, umat Islam tidak gampang terpukau dan terkecoh dengan apa yang dilakukan oleh musuh-musuh (baik positif maupun negatif). Apa yang dilakukan Amerika yang seolah membela rakyat sipil Syiria ataupun Rusia dengan sekutunya yang membantu rezim Asad, tidak membuat kita kaget jika kita benar-benar mempelajari hadits-hadits akhir zaman.

Di samping itu, wawasan mendalam tentang hadits akhir zaman, membuat tenaga dan perjuangan umat lebih terarah dan efektif. Sebab, peta akhir zaman yang diilhami dari hadits-hadits nabi ini, membuat jalan mereka fokus. Sedangkan fokus dan terarah adalah bagian penting dari kesuksesan. Yang tidak kalah penting, apapun yang terjadi di belahan dunia, khususnya wilayah-wilayah konflik akhir zaman –seperti Palestina dan Syam misalnya- semakin membuat yakin akan kebenaran sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jadi, pentingnya mempelajari hadits-hadits akhir zaman bagi umat Islam adalah sebagai: bagian penting dari agama Islam; bentuk keimanan kepada hal yang ghaib; untuk mempersiapkan diri sebelum itu terjadi;  bahan ajar dan pengingat lintas generasi; dan menjadi peta untuk menghadapi fitnah akhir zaman.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanGhordodhaditsKiamatMa’jujSyamumat IslamYa’jujyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Tangkap 15 Anggota Hamas Pasca Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia
Tulisan selanjutnya Warga Jerman Anggota ISIS Lolos dari Hukuman Mati di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?