Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Pindahkan Dokter yang Bantu Melacak Bin Laden ke Rawalpindi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 April 2018 10:51 10:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 April 2018 10:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak otoritas penjara Pakistan memindahkan dokter yang dipercaya membantu CIA melacak keberadaan Osama bin Laden, kata pengacaranya hari Sabtu (28/4/2019), menduga-duga itu merupakan langkah awal pembebasannya.

Pemenjaraan Dr. Shakil Afridi tersebut menjadi salah satu penyebab menegangnya hubungan antara Pakistan dan Amerika Serikat, yang menuding Islamabad memberikan perlindungan kepada militan Taliban.

Seorang pejabat penjara di kota Peshawar, bagian barat laut Pakistan, tanpa ingin identitasnya diungkap kepada Reuters mengatakan bahwa Afridi dipindahkan ke penjara Adiala di Rawalpindi, dekat ibukota Islamabad. Namun, alasan pemindahannya tidak jelas, kemungkinan hanya karena faktor keamanan.

Qamar Nadeem, pengacara Afridi, mengkonfirmasi pemindahan kliennya, tetapi dia mengatakan tidak tahu pasti di mana kliennya itu berada sekarang. Petugas kehakiman tidak bisa dihubungi pada hari Sabtu, demikian pula Kedutaan Besar AS, yang selama ini menyeru agar Pakistan membebaskan Afridi.

Dokter itu dituduh melakukan pengkhianatan, setelah beredar kabar bahwa dia membantu intelijen Amerika CIA mengumpulkan sampel DNA keluarga bin Laden. Contoh DNA itu kemudian dipakai unit pasukan khusus Navy SEAL untuk melacak, memburu dan membunuh Osama bin Laden samapi ke tempat persembunyiannya di Abbottabad pada tahun 2011.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Afridi ditangkap Pakistan beberapa hari setelah pasukan khusus AS itu menyerbu rumah persembunyian bin Laden, yang disebut Islamabad sebagai operasi rahasia yang melanggar kedaulatan negaranya.

Afridi dijatuhi hukuman 23 tahun penjara dengan dakwaan mendanai terorisme. Dakwaan itu dibatalkan pada tahun 2013, tetapi dia masih mendekam dalam penjara karena dakwaan lain terkait terorisme, kata pengacaranya.

Afridi juga menghadapi dakwaan pembunuhan, terkait kematian seorang pasiennya lebih dari sepuluh tahun silam.

Namun, pengacaranya juga mengatakan bahwa masa hukuman Afridi belum lama ini dikurangi menjadi tujuh tahun, dan dia sudah menjalani masa tersebut.

“Jadi saya kira dia bisa dibebaskan dalam waktu dekat ini,” kata Nadeem kepada Reuters, meskipun diakuinya belum ada tanda-tanda bahwa proses pembebasan itu sedang dilakukan.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang identitasnya tidak ingin diungkap, mengatakan bahwa pihaknya meminta Pakistan menjamin keselamatan Afridi.

“Kami mengetahui perihal laporan Dr. Afridi sudah dipindahkan ke penjara lain, dan kami mengontak pemerintah Pakistan agar mengambil semua tindakan yang diperlukan guna memastikan keselamatan Dr. Afridi,” kata pejabat tersebut.

“Kami tidak memiliki informasi lain saat ini, dan kami sarankan Anda menghubungi pemerintah Pakistan perihal alasan pemindahannya,” imbuh orang itu.

Pada Januari 2017, menteri hukum Pakistan kala itu mengatakan bahwa negaranya tidak akan membebaskan Afridi karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

“Afridi melanggar hukum dan kepentingan negara kami, dan pemerintah Pakistan berulang kali mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa berdasarkan hukum yang berlaku di negara kami dia melakukan tindak kejahatan dan oleh karenanya harus dihadapkan kepada hukum,” kata Menteri Zahid Hamid kala itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laporan Cornu Mengungkap Militer Swiss Ternyata Tidak Netral
Tulisan selanjutnya Bau Durian Bikin Satu Universitas di Melbourne Dievakuasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?