Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Amnesty Internasional Serukan Embargo Senjata kepada Penjajah Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2018 19:24 7:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2018 19:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amnesty Internasional sekali lagi telah menyerukan agar embargo senjata ditimpakan pada ‘Israel’ setelah tentaranya menanggapi para demonstran Palestina tak bersenjata dengan kekerasan di perbatasan Gaza.

Sekitar 45 warga Palestina telah terbunuh dalam lima minggu terakhir di demonstrasi  ‘Kembali ke Palestina yang Terjajah’, tiga orang terbunuh dalam insiden terpisah kemarin ketika mereka melanjutkan demonstrasi di area yang berbeda di perbatasan.

Sementara 5.511 orang lainnya, termasuk sekitar 592 anak-anak telah terluka di dalam peristiwa yang disebut Amnesty sebagai “tanggapan yang tidak sepadan” terhadap warga Palestina Gaza meminta hak kolektif mereka untuk kembali ke tanah leluhur mereka.

“Masa untuk pernyataan simbolis dengan pengecaman sekarang telah berakhir. Masyarakat internasional harus bertindak secara konkrit dan menghentikan pengiriman senjata dan peralatan militer ke Israel,” Magdalena Mughrabi, Wakil Direktur Regional Timur Tengah dan Afrika Selatan Amnesty Internasional, dikutip Middle East Monitor (MEMO)  dalam sebuah pernyataannya.

Baca: Teliti Israel Jajah Palestina, Amnesty International Pakai Pendekatan HAM

Organisasi non-pemerintah internasional itu memaparkan secara panjang lebar bukti-bukti beberapa kasus di mana Israel telah menembak warga Palestina dari belakang, mengutip rekaman video kematian Abdul-Fattah Abdul-Nabi, 19, dan Mohammad Ayyoub, 14, keduanya ditembak di belakang kepala mereka ketika mereka lari menjauh dari pagar pembatas perbatasan.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Amnesty juga mencatat parahnya luka-luka yang disebabkan oleh tentara ‘Israel’; lebih dari 1.700 orang telah terluka oleh peluru tajam, menyebabkan luka yang tidak pernah dilihat sebelumnya oleh dokter-dokter Gaza sejak “Operation Protective Edge” Israel pada 2014.

Banyak demonstran yang tertembak di anggota tubuh bagian bawah mereka, khususnya lutut mereka, menunjukkan bahwa pasukan ‘Israel’ sengaja berniat untuk menyebabkan luka-luka yang mengubah hidup.

Rumah sakit Gaza dan personel medis telah berjuang dalam menghadapi gelombang korban setiap minggunya, sedangkan sumber daya sulit didapatkan di Gaza dikarenakan blokade ‘Israel’ dan Mesir.

Paramedis juga mengatakan pada Amnesty mengenai kesulitan dalam mengevakuasi para demonstran karena tembakan gas canister tentara ‘Israel’ pada mereka dan di dekat rumah sakit lapangan. Sekitar 44 personel medis telah terluka dan 19 ambulans telah mengalami serangan dalam bulan lalu.

Amnesty juga menyoroti penembakan ‘Israel’ pada wartawan Yasser Murtaja dan Ahmad Abu Hussein, meskipun keduanya jelas-jelas menggenakan rompi bertuliskan “PRESS”. Sedangkan 66 wartawan lain juga terluka sejak demonstrasi ‘Kembali ke Palestina’ yang Terjajah bermula.

“Kecuali Israel memastikan penyelidikan yang efektif dan independen yang menghasilkan penuntutan pidana terhadap mereka yang bertanggungjawab, Pengadilan Kejahatan Internasional harus membuka penyelidikan resmi terkait pembunuhan dan luka serius ini sebagai kemungkinan kejahatan perang dan memastikan para pelaku diadili”

Baca: Israel Menolak Sidang Pengadilan Remaja Palestina Secara Terbuka

Amnesty Internasional menyimpulkan.

Penjajah ‘Israel’ menuduh bahwa pejuang Hamas menggunakan demonstrasi itu sebagai kedok melancarkan serangan pada pagar perbatasan dan bahwa penduduk sipil digunakan sebagai tameng hidup, meskipun tidak ada bukti yang diberikan untuk membuktikan hal itu.

Pada Sabtu, juru bicara internasional untuk demonstrasi ‘Kembali ke Palestina yang Terjajah’, berjuluk Great March of Return, Dr Asad Abu Sharkh, menyangkal tuduhan itu dengan mengatakan bahwa tentara ‘Israel’ telah “diperintahkan menembak untuk membunuh dan membuat cacat” mereka yang mendekati pagar.

Demonstrasi yang rencananya akan berlangsung hingga enam minggu, dimulai pada 30 Maret yang diperingati oleh warga Palestina sebagai Hari Tanah, dan berakhir pada 15 Mei – peringatan 70 tahun Nakba Palestina, hari di mana 750.000 warga Palestina secara paksa diusir oleh tentara ‘Israel’ pada 1948.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amnesty internasionalblockadeEmbargogazaGreat March of ReturnisraelKembali ke Palestina yang terjajahpalestinapenjajah IsraelPerbatasan GazasenjataZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Campakkan Taiwan, Rep. Dominika Akrab dengan China
Tulisan selanjutnya Cegah HIV/AIDS, 100.000 Pria Mozambique akan Disunat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?