Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

India Konsumen Terbesar Persenjataan Israel Tahun 2017

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2018 07:05 7:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2018 07:05
Bagikan
Benyamin Netanyahu dan Narendra Modi
Bagikan

Hidayatullah.com–India adalah pasar terbesar bagi persenjataan Israel pada tahun lalu, termasuk dalam tren peningkatan penjualan ke kawasan Asia-Pasifik secara keseluruhan, menurut Jerusalem Post.

Ekspor militer Israel meningkat 41 persen pada tahun 2017, tahun ketiga berturut-turut peningkatan ekspor persenjataan, membawa sekitar $9,2 miliar dalam kontrak.

Distribusi terbesar penjualan itu, sekitar 58 persen berada di Asia-Pasifik, dengan tiga pelanggan paling besar Israel semuanya berasal dari wilayah itu; India berada di paling atas dengan $715 juta, Vietnam dengan $142 juta dan Azerbaijan dengan $137 juta masing-masing di tempat kedua dan ketiga.

Baca: Beli Rudal, India Pilih Israel Ketimbang Amerika

Penjualan ke Eropa masih terhitung hanya 21 persen dari pemasukan penjualan senjata, dengan Amerika Utara 14 persen dan Afrika dan Amerika Latin melengkapinya dengan tujuh persen.

Mayoritas ekspor Israel dari persenjataan pertahanan udara, sistem radar dan amunisi, dikembangkan dan seringkali diuji coba oleh militer Israel dalam serangan mereka pada wilayah Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bulan lalu, India membatalkan larangan dua perusahaan senjata Israel, Aerospace Industries dan Rafael Advanced Defence Systems Ltd, yang sebelumnya dimasukkan daftar hitam sejak 2006 karena dugaan suap.

Baca: Meskapai Air India Diizinkan Bolak-Balik Terbang Saudi-Israel

Namun, Biro Investigasi Central (CBI) India melayangkan gugatan yang menuntut penutupan penyelidikan kriminal terhadap kedua perusahaan itu, mencapai puncaknya dalam kesepakatan senilai $2 miliar antara India dan Aerospace Industries Israel di mana perusahaan itu akan memasok India dengan rudal darat-ke-udara Barak.

Penjualan senjata Tel Aviv ke Asia juga telah mendapat sorotan mengingat fakta bahwa Israel terus menjual senjata pada Myanmar, meskipun kecaman internasional pada genosida yang dilakukan negara itu terhadap minoritas Muslim Rohingya. Amerika Serikat dan Uni Eropa keduanya telah menjatuhkan embargo senjata pada negara Asia Selatan itu setelah laporan PBB bahwa militer negara itu terbukti melakukan pembersihan etnis.

Menurut laporan, persenjataan yang dijual ke Myanmar meliputi 100 tank, senjata dan kapal yang telah digunakan mengawasi perbatasan negara itu dan melakukan banyak tindakan kekerasan terhadap etnis Rohingya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aerospace IndustriesamunisiAsia-PasifikBenyamin NetanyahuBiro Investigasi CentralCBIekspor senjataIndiaisraelNarendra ModiPersenjataanRafael Advanced Defence Systems Ltd
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Khusus AS ‘Bantu’ Saudi Perangi Pemberontak Syiah al Houthi
Tulisan selanjutnya Bandit Ternak Nigeria Bunuh Puluhan Orang dan Bakar Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?