Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Bocah Migran yang Ditembak Polisi Belgia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Mei 2018 11:11 11:11 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Mei 2018 11:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan orang mengikuti prosesi pemakaman Mawda Shawri, bocah perempuan kelahiran Jerman anak migran Iraq yang ditembak mati oleh polisi Belgia awal bulan ini.

Orang-orang dari komunitas Kurdi dan lainnya turun ke jalan mengiringi peti mati bocah itu ke pemakamannya di ibukota Brussels.

“Biasanya hanya keluarga, teman, yang mendampingi orangtua yang kehilangan anaknya. Namun, mereka ini adalah keluarga migran, jadi mereka sendiri di sini,” kata Selma Benkhelifa, pengacara keluarga bocah tersebut.

“Komunitas Kurdi di Belgia dan warga Belgia ingin menunjukkan bahwa mereka (keluarga korban) tidak sendiri merasakan kepedihannya dan bahwa kami bisa mendampingi mereka di pemakaman putri kecilnya,” imbuh Benkhelifa seperti dilansir Euronews Rabu (30/5/2018).

Mawda dikabarkan tertembak di bagian wajah dalam pangkuan ibunya di kursi depan sebuah mobil van, ketika mobil yang mengangkut sekitar 30 migran ilegal itu dikejar-kejar aparat kepolisian. Bocah perempuan itu kemudian meninggal di ambulan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mereka ini lari menyelamatkan diri dari peperangan, malangnya mereka justru kehilangan nyawa di Eropa, padahal keamanan merupakan hal prinsip bagi Eropa,” kata Eren Koc, seorang anggota Asosiasi Orang Kurdi Brussels.

Menyusul kejadian yang merenggut nyawa Mawda banyak orang turun ke jalan guna memprotes kebijakan migrasi Belgia. Tidak jelas sampai kapan orangtua Mawda diperbolehkan tinggal di negara itu.

“Saya berbicara langsung kepada perdana menteri, saya tidak paham bagaimana dia bisa menemui keluarga korban tetapi tidak dapat segera memutuskan apa ang akan dilakukan terhadap mereka, mengingat anak perempuan itu akan dimakamkan di sini di Belgia,” kata Mehdi Kassou, dari kelompok Citizens Platform for Refugee Support.

Kementerian Dalam Negeri Belgia menyebut kematian Mawda sebagai peristiwa “tragis.” Masalah kematiannya masih dalam proses penyelidikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Melarang Masuknya Wisatawan Indonesia
Tulisan selanjutnya Kisah Haru ‘Pemuda Milyader’ Ali Banat, Sumbangkan Harta Sebelum Allah Memanggilnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?