Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Zakir Naik Ucapkan Terima Kasih Dibolehkan Tinggal di Malaysia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2018 14:46 2:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2018 14:46
Bagikan
Zakir Naik dan Mahathir Mohamad.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ahli perbandingan agama dan pendakwah internsiona,  Dr Zakir Naik mengucapkan terima kasih kepada Negara Malaysia dan Perdana Menteri Dr Mahathir Mohammad karena membolehkannya tetap tinggal di negara itu, menanggapi tuntutan deportasi pemerintah Hindu India.

Melalui sebuah pernyataan terbaru,  pria yang juga seorang dokter bedah itu  berikrar akan menjaga keharmonian di negara menghormati multiras ini.

Keputusan itu menegaskan kembali sikap keyakinannya  dan keharmonisan komunal Malaysia, dan menambahkan ini adalah bukti keberhasilan keragaman multiras di negara tersebut.

“Saya merasa rendah hati untuk menjadi bagian dari keragaman ini, dan saya juga mengakui kepekaan yang ditimbulkannya. Saya tidak akan pernah ingin mengganggu atau membahayakan keseimbangan ini dengan cara apa pun atau melanggar aturan hukum negara ini karena itu adalah kepedulian utama saya untuk memupuk keharmonisan sosial yang saat ini dinikmati oleh warganya, ”katanya dalam sebuah pernyataan hari Selasa, 10 Juli 2018,dikutip the Star.

Dia mengaku  berhutang budi kepada Malaysia – tidak hanya sebagai orang yang mencari perlakuan yang adil, tetapi sebagai “individu dengan cinta kemanusiaan”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya berdoa agar Allah terus memberkati bangsa Malaysia dan pemimpinnya yang tak kenal takut Tun Dr Mahathir, dan bahwa Dia menjadikannya negara adikuasa, negara panutan dan teladan kebajikan untuk seluruh dunia melalui para pemimpin dan warganya, ”  ujarnya.

Baca: Malaysia Tak akan Usir Zakir Naik Selama Tak Timbulkan Masalah

Dalam sebuah pernyataan, Zakir menyatakan rasa terima kasihnya atas kedudukan perdana menteri dan mengklaim citranya telah ternoda oleh sekelompok “fanatik agama”.

“Seorang pengamat yang tidak bias akan menyadari bahwa tidak pernah dalam 25 tahun pengalaman saya mendakwahakan Islam dan perdamaian saya promosikan teror, atas nama Islam atau sebaliknya.

“Sebenarnya, tidak ada satu pun ceramah, dari ribuan yang telah saya sampaikan, pernah menerima keberatan dari pihak non-Muslim di India hingga pada bulan September 2012, ketika sekelompok fanatik agama berusaha menodai citra saya. Tujuan saya selalu untuk menumbuhkan kedamaian dan harmoni komunal – kebalikan dari tuduhan yang dilontarkan kepada saya, ”kata Zakir dalam sebuah pernyataan kemarin.

Sebelum ini, Perdana Menteri Mahathir Mohammad mengatakan Zakir merupakan penduduk permanen Malaysia, dan tidak melanggar hukum apa pun, sehubungan  pemerintah India mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah meminta Malaysia untuk mengekstradisi Zakir Naik.

“Selama dia tidak membuat masalah apapun, kami tak akan mendeportasi dia karena dia telah mendapatkan status permanent resident,” ujar Mahathir Mohamad saat konferensi pers di Putraja, Malaysia, seperti dilansir media India, NDTV, Jumat (06/07/2018).

Baca: Apakah Dunia Islam Membutuhkan Zakir Naik?

Zakir Naik meninggalkan India tahun 2016 dan kemudian pindah ke Malaysia hingga mendapatkan status tinggal resmi atau permanent resident. Ulama berumur 52 tahun itu dikenal sebagai seorang kristolog dan ahli perbandingan agama yang ulung.

Zakir lahir di Kota Mumbai, India pada 18 Oktober 1965. Zakir dikenal sebagai presiden dari Yayasan Riset Islam (IRF). Ia mendirikan saluran TV Perdamaian, yang merupakan satu-satunya saluran di dunia yang mengkhususkan diri dalam perbandingan agama.

Debatnya  dari satu negara ke negara lain ditonton begitu jutaan orang di Youtube.

Tahun 2015, Pemerintah Arab Saudi memberikan Hadiah Internasional Raja Faisal (KFIP)  dengan mendapatkan sertifikat bertulisan tangan Arab, medali emas, dan uang sebesar 200 ribu dolar AS (senilai Rp 2,6 miliar).

Zakir dituduh mempromosikan terorisme dan bahkan dilabeli teroris oleh India, dimana partai berkuasanya, Partai Bhartiya Janata (BJP) dikenal tidak  ramah dengan Islam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HinduIndiakristologMahathir MohammadMalaysiaPerbandingan AgamaZakir Naik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KEIN: Indonesia Belum Fokus Garap Sektor Prioritas
Tulisan selanjutnya Baru Dua Bulan Menjabat, Menteri Somalia Diberhentikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?