Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

INDEF: HoA Tak Berarti Freeport Telah Penuhi Kewajiban Divestasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juli 2018 14:59 2:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juli 2018 14:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kamis lalu di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Indonesia [Pemerintah dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)], serta Freeport McMoran Inc dan Rio Tinto menandatangani pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) soal divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Nantinya, setelah proses penjualan selesai, kepemilikan Inalum di PTFI meningkat menjadi 51% dari sebelumnya 9,36%.

Dengan adanya HoA ini, pemerintah Indonesia berpeluang memiliki setara 51 persen saham PTFI, yang saat ini mayoritas masih dimiliki oleh Freeport-McMoRan Inc. (FCX).

Baca: IRESS Ingatkan Jokowi Tak Gegabah soal Kontrak Freeport

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, menegaskan, perjanjian itu bukan berarti Freeport telah memenuhi kewajiban divestasi saham 51 %-nya.

“Belum selesai,” kata Bhima kepada hidayatullah.com, Sabtu (14/07/2018). “Kemarin itu, baru awal perjalanan. Bukan berarti Indonesia sudah sah beli saham. Masih banyak detail-detail perundingan. Di situ yang lebih penting untuk dikawal.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pemerintah, kata dia, baru hanya mengambil alih hak partisipasi Rio Tinto di tambang Grasberg dan mengambil alih saham PT Indocopper Investama.

Bhima mempertanyakan, mengapa pemerintah tidak menunggu saja tahun 2021 sampai kontrak Freeport habis, untuk kemudian baru diakuisisi. Sebab secara harga, fair value pasti jauh lebih murah.

Baca: Tolak Divestasi 51 %, Freeport Dinilai Ingkari Kesepakatan dengan Pemerintah Indonesia

“Valuasi saham juga menggunakan asumsi kontrak habis 2021, bukan 2041 seperti yang Freeport mau. Di sini jelas pemerintah salah langkah yang akhirnya terkesan pencitraan untuk raup elektabilitas 2019,” ujarnya.

PT Inalum, kata Bhima, merasa perlu mencari utang baru sebesar 74 T lebih. Sementara biaya akuisisi saham Freeport sekitar 56 T.

“Sisa 18 T buat apa? Ini harus dijelaskan ke publik. Karena nilainya cukup besar, jangan sampai utang mubazir. Tiap tahun harus bayar bunga. Kinerja keuangan BUMN pertambangan harus diperhatikan khususnya soal cashflow,” katanya menekankan.

Ia mempertanyakan, kapan periode pembayaran kembalinya dengan penyertaan modal 51%? Sementara operasional tetap di bawah kendali PTFI. “Cuma dividen kita yang naik,” katanya.

Baca: Hentikan Proyek Freeport

Bhima juga meragukan, apa benar cadangan emas Freeport sebesar itu? “Sudah puluhan tahun di gali masih tersisa emasnya? Saya kok ragu jangan-jangan kita dikasih ampasnya. Karena validitas data emas hanya sepihak dari Freeport.”

Menurut Bhima, ada empat langkah yang sebaiknya dilakukan pemerintah dalam hal ini. Pertama, melanjutkan audit kekayaan cadangan tambang PTFI termasuk deep mining yang selalu diklaim memiliki potensi emas besar tapi belum bisa divalidasi.

“Kedua, tidak melakukan pencitraan berlebihan dan tidak meninggalkan substansi divestasi saham Freeport,” lanjutnya.

Baca: Indonesia Negara Berdaulat, Freeport Harus Patuh UU Minerba

Ketiga, menegaskan bahwa pemerintah punya hak pengendali operasional Freeport termasuk penunjukan komisaris hingga direksi operasional. Sehingga seluruh proses bisnis Freeport menjadi transparan.

Dan yang terakhir, menyiapkan dana akuisisi sebagian untuk pembangunan smelter. “Sehingga tidak ada dana yang mubazir apalagi dana utangan ke 11 bank,” tutupnya.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bhima Yudhistira Adhinegaradivestasi saham FreeportFCXfreeportFreeport McMoran IncGrasbergHead of AgreementHoA FreeportInalumINDEFInstitute for Development of Economics and FinancePeneliti INDEFpokok-pokok perjanjianPT Indocopper InvestamaPT Indonesia Asahan AluminiumPT. Freeport IndonesiaPTFIRio TintoSahamsoal divestasi saham
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Penjajah Bunuh Komandan “Syuhada Al Aqsha” Gaza
Tulisan selanjutnya Partai Komunis Usul Kompensasi Bagi Gereja Ceko Dipajak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?