Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anak-Anak Muslim di Linxia China Dilarang Mempelajari Agama dan Masuk Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2018 07:22 7:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2018 10:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Partai Komunis atheis yang berkuasa di China telah melarang anak-anak di bawah 16 tahun dari aktivitas keagamaan atau belajar agama di Linxia, sebuah wilayah yang kebanyakan beragama Islam di China barat, yang oleh penduduk setempat katakan merupakan sebuah langkah sengaja untuk memusnahkan Islam dari wilayah tersebut.

Masjid berkubah biru masih mendominasi langit wilayah yang berjuluk “Makkah Kecil” China, namun otoritas setelah telah menetapkan serangkaian peraturan baru yang menarget Muslim China di wilayah itu.

Jumlah pelajar berusia 16 tahun ke atas yang diperbolehkan belajar di tiap masjid telah dibatasi, sementara proses sertifikasi imam baru sangat diperketat.

Otoritas juga telah memerintahkan masjid-masjid untuk menampilkan bendera nasional dan berhenti menyerukan panggilan adzan untuk mengurangi “polusi suara” – dengan pengeras suara yang telah disingkirkan dari hampir seluruh 355 masjid.

Baca: Tiru Amerika, China Buru Muslim Xinjiang

China yang memerintah Xinjiang – wilayah mayoritas Muslim lain di barat jauh – dengan tangan besi untuk menyingkirkan apa yang negara komunis itu sebut sebagai “ekstrimisme agama” dan “separatisme” di tengah kerusuhan yang mematikan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Etnis Uyghur telah dijebloskan ke kamp-kamp re-edukasi tanpa proses hukum untuk pelanggaran kecil seperti memiliki al-Quran atau bahkan karena menumbuhkan janggut.

Sekarang, etnis Hui Muslim khawatir akan pengawasan dan penindasan yang sama.

“Angin telah berubah arah” dalam setahun terakhir, kata seorang imam senior yang meminta namanya tidak disebutkan, dia menambahkan: “Terus terang, Saya takut mereka akan menerapkan langkah yang mereka terapkan di Xinjiang.”

“Mereka ingin mensekulerkan Muslim, untuk memangkas Islam hingga ke akar-akarnya,” kata imam itu, dengan suaranya bergetar karena emosi yang nyaris tidak terkendali.

“Hari-hari ini, anak-anak tidak diperbolehkan mempercayai agama: hanya boleh percaya pada Komunisme dan partai.”

‘Takut, sangat takut’

Lebih dari 1.000 anak laki-laki biasanya menghadiri masjid berukurang sedangnya untuk mempelajari dasar-dasar al-Quran selama liburan sekolah musim panas atau musim dingin namun sekarang mereka dilarang, bahkan untuk memasuki masjid.

Kelas yang dia isi masih penuh dengan buku-buku besar berbahasa Arab dari Arab Saudi. Namun hanya 20 siswa terdaftar secara resmi berumur 16 tahun lebih yang saat ini diperbolehkan menggunakannya.

Para orang tua diberitahu bahwa larangan studi Quran berlaku demi kebaikan anak-anak mereka, sehingga mereka dapat beristirahat dan fokus pada kursus-kursus sekuler.

Baca: Otoritas China Beri Hukuman Berat Kaum Muslim Menyimpan al-Quran 

Tetapi sebagian besar dari mereka benar-benar panik.

“Kami takut, sangat takut. Jika terus seperti ini, setelah satu atau dua generasi, tradisi kami akan menghilang,” kata Ma Lan, seorang wanita penjaga masjid, air mata menetes perlahan ke dalam mangkuk sup dagingnya yang belum dimakan.

Para pengawas pemerintah memeriksa masjid tempatnya setiap beberapa hari selama liburan sekolah terakhir untuk memastikan tidak ada satupun dari 70 anak laki-laki desa itu yang hadir.

Imam-imam mereka awalnya berupaya menggelar kajian dengan sembunyi-sembunyi sebelum matahari terbit namun itu tidak berlangsung lama, karena takut akan reperkusi.

Anak laki-laki penjaga masjid berumur 10 tahun yang biasa belajar selama lima jam di masjid, sekarang hanya menonton tv di rumah. Dia bermimpi menjadi seorang imam, namun guru sekolahnya telah mendorongnya untuk mencari uang dan menjadi kader Komunis, wanita penjaga masjid itu bercerita.*** (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:anak MuslimchinamasjidMuslim Chinapartai komunis chinauighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak-Anak Suriah Berhasil Menghafal Quran di Bawah Kepungan Rezim
Tulisan selanjutnya 450 Jamaah Calhaj Kloter 1 Embarkasi Surabaya Diberangkatkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?