Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Persekusi #2019GantiPresiden Dinilai ‘Bumerang’ bagi Jokowi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2018 16:17 4:17 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Agustus 2018 15:57
Bagikan
Spanduk ancaman terhadap rencana deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di Sidoarjo, Jawa Timur, Agustus 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com– Berbagai kasus persekusi dan pengadangan terhadap gerakan maupun deklarasi #2019GantiPresiden ditengarai menjadi “senjata makan tuan” bagi Presiden Joko Widodo.

“Secara psikologi politik, adanya pengadangan dan persekusi terhadap gerakan ini, semua ini akan menjadi boomerang (bumerang) dan merugikan buat Pak Jokowi sendiri,” ujar Lutfi Sarif Hidayat,
Direktur Civilization Analysis Forum (CAF), kepada hidayatullah.com Jakarta, Selasa (27/08/2018).

Baca: Inisiator #2019GantiPresiden Menghormati Aksi Lain Meski Berbeda

Secara sadar ataupun tidak, ia menilai gerakan #2019GantiPresiden akan semakin membesar dan meyakinkan masyarakat bahwa siapa sesungguhnya yang otoriter dan siapa yang intoleransi.

Lutfi pun mengajak berbagai pihak untuk melihat gerakan #2019GantiPresiden sebagai sebuah otokritik buat pemerintah.

“Pemerintah atau Pak Jokowi misalkan jangan baper. Toh anda membuat deklarasi #Jokowi2Periode buktinya aman-aman saja,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: #2019GantiPresiden Dipersekusi, Amnesty Nilai Negara Melanggar HAM

Artinya, terhadap sikap berlebihan dari aparat atas adanya pengadangan dan persekusi terhadap aksi #2019GantiPresiden di berbagi wilayah, Jokowi diminta harus bertindak.

“Bersikaplah!” ungkap Lutfi.

Menurutnya, salah satu masalah mendasar dari Indonesia adalah alergi dan takut dengan kritik. Problem ini melanda siapapun termasuk para elit pejabat publik.

“Mereka mungkin masih memiliki persepsi kritik sebagai bahaya yang akan menjatuhkan. Sehingga ketika ada kritik yang masuk pada diri kita, seakan kita sedang dihakimi dan dijatuhkan, dan mungkin sampai martabatnya,” paparnya.

Baca: Komnas HAM: Persekusi #2019GantiPresiden Melanggar HAM  

Lebih jauh, ia menerangkan. Kritik itu positif asalkan tiga syarat ini terpenuhi.

Pertama, yang dikritik harus mawas diri bahwa dirinya bukan orang yang sempurna. Selalu ada kesalahan pada dirinya. Baik dia bukan pejabat publik sampai dia seorang presiden sekalipun.

“Artinya yang dikritik itu harus punya sikap berprasangka baik atau positive thinking. Bahwa kritikan padanya itu untuk menyadarkan jika harus ada yang dibenahi.

Ucapkan terima kasih kepada yang mengkritik. Bukan sebaliknya, malah marah-marah dan melakukan pembelaan. Karena bisa jadi yang dikritik memang benar-benar secara faktual dirasakan masyarakat kebanyakan. Jadi mawas diri saja dan berfikir positif,” terangnya.

Baca: Mardani: #2019GantiPresiden Merupakan Pendidikan Politik

Kedua, bagi yang mengkritik gunakanlah ruang terbuka ini untuk melihat kekurangan atau kesalahan yang substansi. Kritik kebijakan dari pejabat publik bukan menyerang pribadi orangnya. Kritik bisa dengan pendekatan apakah janji-janji kampanyenya ditepati atau tidak. Kebijakan yang dikeluarkan apakah sesuai regulasi dan menguntungkan khalayak. Dan poin-poin substansi lainnya.

“Sehingga kritik itu didasarkan pada data dan bahkan riset. Artinya berdasar dari sesuatu yang rasional, bukan emosional,” terang Lutfi.

Ketiga, bagi masyarakat atau yang di luar dari pengkritik ataupun yang dikritik, harus bersikap objektif, bukan ikut provokatif.

“Kalian berhak menentukan sikap apakah sepakat atau tidak sepakat dengan sebuah kritikan. Namun tetap jaga keadaban dan tetap rasional,” imbuhnya.*

Baca: DPD Desak Jokowi Respons Kasus Persekusi #2019GantiPresiden

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#2019GantiPresiden#2019GantiPresiden dipersekusi#2019GantiPresiden diteror2019 Ganti Presidenanti kritikCAFCivilization Analysis ForumdemokrasiDirektur CAFGerakan #2019GantiPresidenJoko widodoJokowikritikLutfi Sarif Hidayatpersekusi #2019GantiPresidenpolitikPresiden Joko Widodorezim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SNHR: 836 Tahanan Meninggal di Penjara Rezim Suriah
Tulisan selanjutnya Raih Medali Emas, Pesilat Abdul Malik akan Bangun 3 Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?