Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggota Hizbullah Pembunuh Rafik Hariri Mulai Disidang di Den Haag

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Januari 2014 06:01 6:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Januari 2014 20:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan in absentia terhadap 4 anggota Hizbullah tersangka pembunuh mantan perdana menteri Libanon Rafik Hariri tahun 2005 dimulai di Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag.

Pada 14 Februari 2005 sebuah ledakan di daerah pesisir menewaskan 22 orang termasuk Hariri dan melukai 226 orang lainnya. Peristiwa itu mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat tribunal khusus Libanon pada tahun 2007.

Meskipun awalnya serangan itu dituduhkan kepada para jenderal Libanon yang pro-Suriah, pengadilan pada tahun 2011 mengeluarkan surat perintah penangkapan atas Mustafa Badreddine (52), Salim Ayyash (50), Hussein Oneissi (39) dan Assad Sabra (37). Keempat orang itu adalah anggota organisasi teroris Syiah Libanon, Hizbullah.

Tersangka kelima Hassan Habib Merhi (48) baru dijadikan terdakwa tahun lalu. Dia kemungkinan tidak akan ikut diadili pada persidangan di Den Haag kali ini.

Rafik Hariri yang merupakan seorang politisi Muslim Libanon yang disegani itu bermusuhan dengan rezim Syiah Damaskus pimpinan Presiden Bashar Al-Assad. Ketika itu pasukan Suriah menyerbu wilayah Libanon.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Koresponden Aljazeera di Den Haag melaporkan, terdapat maket besar tiruan daerah sekitar pesisir pantai di Beirut lokasi tempat terjadinya ledakan besar yang menewaskan Hariri dan puluhan orang serta melukai ratusan orang itu.

Oleh karena pengadilan tersebut dilakukan secara in absentia, hakim meminta pengadilan bersidang seakan-akan para terdakwa hadir dan mereka menyatakan diri tidak bersalah atas dakwaan-dakwaan jaksa.

Keempat teroris anggota Hizbullah itu dituntut dengan 9 dakwaan, mulai dari konspirasi melakukan tindak terorisme hingga pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Menurut pimpinan jaksa penuntut Norman Farrell dalam dakwaannya, Badreddine dan Ayyash melakukan pengintaian atas Rafik Hariri sebelum pemboman tersebut. Sedangkan Oneissi dan Sabra diduga sengaja mengaku sebagai pelaku peledakan guna mengalihkan perhatian penyelidik dari menemukan pelaku sebenarnya.

Dalam persidangan Farrell mengatakan, tidak seorang pun di Libanon yang tidak terpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dengan serangan tersebut.

“Serangan itu mendapat perhatian dari seluruh dunia. Dampaknya masih dirasakan lama setelah ledakan terjadi. Rakyat Libanon berhak akan adanya pengadilan ini,” kata Farrell

Hariri dua kali menjabat sebagai perdana menteri Libanon. Pertama dari tahun 1992 sampai 1998 dan kedua sejak 2000 sampai 20 Oktober 2004 setelah mengundurkan diri. Dia dibunuh dalam perjalanan pulang menuju rumahnya untuk makan siang. Pelaku bom bunuh diri meledakkan sebuah kendaraan van bermuatan 2,5 ton TNT ke arah konvoi kendaraan Hariri.

Sebuah rekaman video kemudian dikirim ke kantor Aljazeera di Beirut. Dalam video itu tampak seorang pria yang berbohong mengaku-aku sebagai pelaku bom bunuh diri atas nama kelompok fiktif  “Kemenangan dan Jihad di Suriah Raya”, kata jaksa.

Keempat orang tersebut akan dibuktikan sebagai pelaku, setelah penyelidik melacak sinyal telepon genggam yang mereka gunakan pada sebelum, saat dan setelah serangan terjadi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Amerika Remaja Kaya Langsing, Remaja Miskin Gendut
Tulisan selanjutnya FPG: 30 Juta Fakir Miskin Berpotensi Tak Dapat Jaminan Kesehatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?