Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Katolik Australia Menolak Melaporkan Pengakuan Dosa Pedofil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2018 21:52 9:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Agustus 2018 21:52
Bagikan
Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse (RCIRCSA)
Bagikan

Hidayatullah.com–Gereja Katolik Australia mengatakan tidak akan memperbolehkan isi pengakuan dosa dilaporkan dalam investigasi kasus pedofilia. Gereja bersikukuh menyatakan bahwa pengakuan dosa merupakan “elemen yang tidak dapat ditawar-tawar” dalam kehidupan beragama.

Gereja Katolik Australia hari Jumat (31/8/2018) mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memaksa para pendeta untuk melaporkan bukti kejahatan pedofilia yang didengarnya dari pengakuan dosa jemaat, lansir DW.

Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse (RCIRCSA) memberikan  rekomendasi agar para pendeta diajukan ke meja hijau jika tidak melaporkan kasus pedofilia yang diketahuinya dari pengakuan dosa.

Baca: Inilah Tabel Jumlah Penganiayaan yang Dilakukan Gereja Australia

Penolakan Gereja Katolik itu dikhawatirkan akan menimbulkan konflik antara lembaga keagamaan dan pemerintah Australia. Salah satu negara bagian sudah membuat undang-undang yang mempidanakan siapa saja yang tidak melaporkan pengakuan kejahatan yang didengarnya ke pihak berwajib. Dengan undang-undang semacam itu pemerintah Australia berharap bisa mengatasi skandal pedofilia yang selama puluhan tahun ditutup-tutupi oleh pihak gereja.

Presiden Australian Catholic Bishops Conference (ACBC) Uskup Agung Mark Coleridge mengatakan bahwa membongkar isi pengakuan dosa tidak akan membuat anak-anak aman dari predator seksual.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komisi yang dibentuk pemerintah khusus menelusuri bagaimana lembaga-lembaga menangani kasus kejahatan seksual terhadap anak itu menerima kesaksian lebih dari 15.000 korban kebejatan rohaniwan gereja, korban pencabukan di panti-panti asuhan, di klub olah raga, klub remaja dan bahkan sekolah, yang terjadi dalam kurun lebih dari 90 tahun.

Baca: 7% dari Pendeta Katolik Australia Lakukan Pelecehan Seks

Suster Monica Cavanagh, presiden Catholic Religious Australia, menyoroti bahwa gereja menerima 98 persen rekomendasi yang diberikan oleh komisi pemerintah itu, dan menyebut penyelidikannya sebagai “masa penting dan perlu bagi masyarakat Australia.”

“Menjadikan gereja sebagai tempat yang lebih aman bagi anak-anak kami dan orang-orang yang rentan merupakan titik pusat dari komitmen kami dalam misi ini,” imbuhnya.

Uskup Agung Adelaide Philip Wilson sudah divonis bersalah menutup-nutupi kasus pedofilia yang terjadi di lingkungan gereja. Sementara Kardinal Australia George Pell, salah satu orang kepercayaan Paus Fransiskus, sedang menghadapi dakwaan serupa di pengadilan Australia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiagereja katolikPedofilpedofiliapelecehanPengakuan Dosapredatorseksual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pejabat China Gunakan Air Kemasan untuk Palsukan Uji Kualitas Air Sungai
Tulisan selanjutnya Berbagai Elemen Warga Tolak Lokalisasi Dolly dan Jarak Dibangkitkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?