Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahfud: Demokrasi Kebablasan, Dijadikan Jalan Korupsi

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 September 2018 20:48 8:48 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 September 2018 20:48
Bagikan
Prof M Mahfud MD (kiri) dalam diskusi “Membangun Demokrasi Beradab” di Sekretariat CDCC/PIM, Jl Brawijaya VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (06/09/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Demokrasi yang berjalan saat ini sudah kebablasan. Demikian salah satu poin yang mencuat dalam Sarasehan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) bertema “Membangun Demokrasi Beradab” di Sekretariat CDCC/PIM, Jl Brawijaya VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (06/09/2018).

“Kebablasannya gimana? Sekarang demokrasi itu digunakan jalan untuk korupsi,” ujar Dewan Pengarah BPIP yang juga mantan Ketua MK Prof M Mahfud MD sebagai salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.

Sekarang, kata Mahfud, korupsi ditempuh melalui proses demokrasi. “Misalnya anda mau korupsi sesuatu lewat DPR aja,” sebutnya, yaitu dengan memesan pasal-pasal, undang-undang, lewat situ korupsi bisa dilakukan.

Baca: Mahfud MD Tegaskan #2019GantiPresiden Bukan Makar

“Ketika mau ditangani secara hukum, (koruptor tersebut berkata) ‘Loh itu ada undang-undangnya. Sudah disetujui oleh DPR’. Dan DPR itu pun kemudian jual beli, kan,” sebut pakar hukum tata negara ini.

Itulah kata Mahfud yang dimaksud demokrasi kebablasan. Ia mengaku, istilah “demokrasi kebablasan” tersebut ia dapatkan dari hasil bacaan dan ia dengarkan sebelumnya dari sejumlah pihak, termasuk diskusi para purnawirawan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Mahfud pun mengungkap sebuah penelitian di Australia yang berangkat dari asumsi bahwa “ketika demokrasi itu maju, maka korupsi akan bisa dikurangi. Semakin tinggi demokrasinya, semakin habis korupsinya.”

Baca: Capres Anti Korupsi, Dahnil Nilai Komitmen Jokowi Masih Diragukan

Namun ternyata, terang Mahfud, hasil penelitian tersebut mengungkapkan fakta sebaliknya.

“Hasil penelitian itu menyebutkan… semakin demokrasi semakin banyak korupsinya,” ujarnya disambut tawa sebagian peserta diskusi.

Mengapa bisa demikian? Karena, menurut Mahfud, demokrasi tersebut diperjualbelikan.*

Baca: Novel Baswedan: Pemberantasan Korupsi di Indonesia Miris

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demokrasidemokrasi kebablasanDPRgratifikasikknKorupsikoruptorMahfud MDparlemenPergerakan Indonesia MajuPIM
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Solidaritas Hijab Dunia, Santri Hidayatullah Kampanyekan Jilbab Syar’i
Tulisan selanjutnya Autokritik PIM Terhadap Demokrasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?