Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Hoax Radikalisme Kampus, Upaya Membungkam Kekritisan Mahasiswa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 September 2018 16:35 4:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2018 16:35
Bagikan
Aktivis mahasiswa tahun 1998 menduduki DPR
Bagikan

Oleh: Kartika Linggawati

 

DI TAHUN 1998 gaung mahasiswa begitu riuh terdengar acapkali lahir kebijakan penguasa atas rakyatnya yang menyalahi perundang-undangan.

Bahkan berbagai catatan pilu peristiwa gugurnya beberapa mahasiswa dalam upaya mereka memperjuangkan kehidupan masyarakat yang lebih baik turut mewarnai sejarah negeri ini. Namun dimanakah gaung itu kini?

Pergantian tahun berlalu namun justru suara lantang pembela rakyat di garda terdepan itu kini seolah meredup. Tugas kuliah yang menumpuk, batas DO dipersingkat, dan jadwal mata kuliah yang begitu padat serta tuntutan dunia kerja yang menginginkan output lulusan terbaik agaknya telah mengalihkan perhatian para pemuda sebagai agent of change ini dari memikirkan nasib umat.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Diantara yang tengah terlena dengan kesibukan dunia kampusnya ternyata masih ada dari mereka yang berani bersuara menyerukan keadilan dan kebenaran. Namun apa yang kemudian para pemuda ini peroleh atas kekritisannya terhadap kebijakan penguasa?

Alih-alih aspirasi mereka didengar justru mereka terancam di DO dari kampus bahkan hingga ancaman dibui. Tak hanya sampai disitu kekritisan mereka kembali diuji dengan adanya labelisasi radikalisme kampus.

Baca: Salahkah bila Mahasiswa Turun Aksi Menanyakan Kepeminpinan Jokowi?

Tak tanggung-tanggung demi membungkam kekritisan mahasiswa ini kementerian riset dan teknologi pun turun tangan mengatasi hal ini.

Alhasil setiap lembaga-lembaga yang mewadahi kegiatan mahasiswa pun dicurigai bahkan ada yang telah dibekukan dengan alasan serupa yakni menjadi benih radikalisme. Inikah ruang demokrasi yang dielu-elukan bebas bersuara dan memberikan pendapat?

Yang justru kini difahami masyarakat bahwa ketika siapapun dia yang memiliki kekritisan terhadap kebijakan penguasa sekalipun ia berkata benar maka ketika hal itu dapat mengganggu kepentingan para penguasa harus bersiap dicap radikal. Hal itu sama saja sebagai upaya tak langsung untuk membungkam kekritisan rakyat, khususnya para mahasiswa.

Rakyat akhirnya hanya akan duduk pasrah menerima berbagai kebijakan meski hal itu mendzalimi mereka. 

Baca: Mahasiswa Mendemo Jokowi di Berbagai Daerah

Mahasiswa tonggak kebangkitan umat

Sebuah paradigma berpikir yang tidak akan pernah terbantahkan bahwa sesungguhnya pemuda adalah sebuah tonggak perubahan. Di tangan merekalah kebangkitan sebuah bangsa berada. Para pemuda yang kritis dan cerdas lah yang dibutuhkan sebuah negeri untuk terus menuju kepada perubahan kehidupan yang lebih baik. Mereka juga tang akan menjadi pengganti pemimpin masa kini di masa depan.

Namun akankah sosok-sosok pemuda seperti ini muncul tatkala segala ilmu dan kecakapannya ini hanya berakhir di kursi pegawai atau karyawan perusahaan semata?

Tentu semestinya tidak demikian. Kampus sejatinya bukan hanya tempat bagi mereka menuntut ilmu namun juga sebagai wadah penggemblengan mental, kecakapan serta kepemimpinan mereka yang harus ditumbuhkan. Mereka di persiapkan untuk memiliki kekritisan dan keahlian dalam menyelesaikan masalah-masalah yang tengah terjadi di masyarakat agar mereka kelak mampu menjadi solusi ketika terjun ke tengah-tengah masyarakat.

Secara tidak langsung menjadikan mereka generasi yang siap mengarungi kehidupan dan menjadi tongkat estafet perjuangan kebangkitan umat.

Islam mampu lahirkan para pemuda tangguh

Islam sebagai agama paripurna telah menggariskan bagaimana seorang pemuda semestinya dibentuk.

Baca: Rupiah Anjlok, Mahasiswa di Bandung Demo Pemerintah 

Tidak pernah kita temukan dalam sejarah perjuangan dan kebangkitan umat Islam sosok pemuda yang lemah. Kita mengenal seorang Ali bin abi Thalib yang di usia belinya memiliki khasanah keilmuan yang luar biasa. Kita pun mengenal sosok Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel yang menjadi panglima perang di usianya yang masih muda.

Mungkinkah mereka lahir dari sebuah keterlenaan dan kenyamanan hidup ataupun berleha-leha dan hanya menyibukkan diri dengan pelajaran semata? Tentu tidak!. Mereka lahir dari kerja keras orangtua menghadirkan guru yang terbaik disamping pola pendidikan yang baik serta lingkungan tempat hidup yang baik. Yang tentunya semuanya itu diatur sesuai tuntunan Islam.

Bagaimana pola pendidikan di dalam Islam adalah bertujuan untuk menciptakan output-output pendidikan yang memiliki pola pikir dan pola sikap islami. Disamping dibekali dengan keterampilan-keterampilan penguasaan alat dan teknologi pada masanya, dibina dengan pembinaan intensif tentang tsaqofah Islam dan dilatih fisik serta mentalnya dengan kegiatan fisik sebagaimana yang Rasululloh contohkan.

Kecakapan dan kepemimpinan mereka pun dibentuk dengan suasana keimanan menjalankan kewajiban amar makruf nahi munkar serta menjadi tempat bertanya umat atas permasalahan umat. Hal inilah yang kini tidak dimiliki oleh sistem hidup selain sistem Islam. Sistem saat ini lebih memberi peluang kepemimpinan pada pribadi-pribadi yang lemah (mudah tergoda) akan harta dan kekuasaan. Tujuan materialistik ketika tercapainya sebuah kekuasaan menjadikannya melakukan berbagai hal demi kelanggengan kekuasaannya meski harus membungkam siapapun pihak yang tidak sejalan dengan kepentingannya, tak terkecuali kalangan intelektual seperti mahasiswa dan dosen.

Akhirnya kita hanya bisa  berharap masih ada dan bahkan masih banyak para pemuda yang tegar menyuarakan aspirasi dan kebenaran serta keadilan di negeri ini. Jika telah padam api semangat perubahan di dalam dada para pemuda ini, maka bukan tidak mungkin kelak kita akan meninggalkan generasi yang lemah di masa mendatang. Dan kepemimpinan yang tangguh serta kebangkitan umat tiada kan terwujud.*

Sekretaris Komunitas Ibu Pecinta Ilmu Kota Tasikmalaya.  Email: [email protected]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1998gerakan mahasiswakebangkitan umatmahasiswaMuslimPemudaReformasi 98
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sandi Sambangi Emak-Emak Pendukung di Sidoarjo
Tulisan selanjutnya Senjata dan Amunisi Hilang dari Gudang, Kepala Polisi Militer Portugal Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?