Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Rupiah Rp 15.000/Dolar, Rizal Minta Waspada, Kata Luhut Tak Perlu Risau

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2018 17:34 5:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2018 17:34
Bagikan
jokowi lantik dewas bpjs
Bagikan

Hidayatullah.com– Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (01/10/2018) pagi bergerak melemah sebesar 75 poin menjadi Rp 15.139 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.064 per dolar AS.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mayoritas pemicu depresiasi kurs rupiah hingga lebih dari Rp 15.000 per dolar AS karena faktor eksternal.

“Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar,” ujar Menkeu Sri Mulyani kepada pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta,  Kamis.

Ia mencontohkan pada Rabu (03/10/2018), ada pengaruh sentimen dari Italia yang defisit APBN-nya cukup besar. “Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN, lalu juga ada sentimen yang lain,” katanya lansir Antara.

Sementara dari sisi domestik, menurut dia, pemerintah terus mewaspadai posisi neraca pembayaran. “Ini masih harus dikendalikan dengan baik,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu pembantu Presiden Joko Widodo lainnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut masyarakat tidak perlu risau dengan kondisi nilai tukar (kurs) rupiah yang menyentuh angka psikologis baru di Rp 15.000 per dolar AS.

“Rupiah saya kira tidak ada masalah, kenapa mesti risau di Rp 15.000. Saya bilang tidak perlu risau karena inflasi masih bagus dan utang masih rendah,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (03/10/2018).

Menurutnya, pemerintah mempunyai strategi untuk menekan laju impor, di antaranya melalui program B20, pariwisata, dan penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“APBN kita juga sangat kredibel. Tidak ada masalah pendanaan. Kami bayar untuk Palu, Ibu (Menkeu) Ani kasih uangnya,” kata dia.

Berbeda dengan Luhut, ekonom senior Rizal Ramli justru mengingatkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah menembus Rp 15.000 merupakan awal yang harus diwaspadai oleh pemerintah maupun bank sentral.

“Apakah Rp 15 ribu sudah merupakan akhir? Kami mohon maaf, karena ini baru permulaan,” kata Rizal dalam seminar di Jakarta, Rabu (03/10/2018).

Rizal mengungkapkan alasan kemungkinan depresiasi rupiah akan berlanjut yaitu karena Bank Sentral AS (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga acuan hingga akhir tahun.

Kondisi itu dapat memicu pembalikan modal dari negara berkembang dan membuat mata uang garuda mengalami perlemahan.

Selain itu, indikator ekonomi negatif yang melanda negara-negara berkembang dan perang dagang antara AS dengan para mitra dagang utama juga bisa berdampak kepada pelemahan rupiah.

Untuk itu, ia meminta adanya upaya lebih dari pemerintah guna memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan secara drastis.

Salah satunya dengan menekan impor, bukan hanya barang konsumsi, namun juga bahan baku atau modal yang selama ini membebani neraca perdagangan.

“Kenapa tidak fokus untuk menekan 10 bahan impor Indonesia yang besar, seperti baja? Kalau hanya barang konsumsi, efeknya kecil,” katanya.

Rizal juga mengusulkan adanya revisi UU lintas devisa dan sistem nilai tukar untuk memaksa devisa hasil ekspor masuk ke Indonesia. “Kalau mau badan kita sehat, seluruh ‘revenue’ ekspor harus masuk ke dalam. Indonesia masih rentan terhadap ini,” kata mantan Menko Kemaritiman ini.

Ia mencontohkan kondisi Thailand yang saat ini mata uangnya tidak rentan dari tekanan global, karena mempunyai kelebihan devisa dan surplus neraca transaksi berjalan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DevisadolarEkonomekonomikurs rupiahLuhut Binsar PandjaitanMenko Kemaritimanmenteri Jokowimenteri keuanganRizal Ramlirupiahrupiah anjlokSri Mulyani Indrawati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami
Tulisan selanjutnya Curi Uang Nasabah Kaya untuk Orang Miskin, Bankir Italia Lolos dari Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?