Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Usir 17 Kelompok Bantuan Asing

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2018 16:27 4:27 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Oktober 2018 16:27
Bagikan
Kegiatan Save the Children di Pakistan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakistan telah memerintahkan beberapa badan amal dan organisasi bantuan internasional untuk menutup kantornya dan meninggalkan negara itu dalam 60 hari, salah satu organisasi mengatakan pada Jumat.

ActionAid, sebuah badan amal berbasis di Afrika Selatan yang berfokus pada pendidikan, pengentasan kemiskinan dan hak asasi manusia, menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri Pakistan telah meminta mereka untuk menghentikan operasi dan meninggalkan negara itu.

“Pemerintah terus menekan keterlibatan sipil dengan menyerang LSM. Contoh terbaru adalah ActionAid dan beberapa LSM lainnya yang dilarang oleh pemerintah Pakistan,” Adriano Campolina, kepala eksekutif ActionAid International, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Korban langsung dari tindakan ini adalah ribuan keluarga Pakistan yang selama ini telah didukung oleh ActionAid untuk mengklaim hak mereka dan membangun kehidupan yang lebih baik,” kata pernyataan itu, menambahkan bahwa demokrasi Pakistan yang susah payah didapatkan itu sendiri akan menjadi korban terakhir.

Baca: Bantuan AS ke Pakistan Dinilai Hanya Penipuan

Sekitar 17 LSM internasional telah ditutup dan diperintahkan untuk pergi, seorang perwira di Kementerian Dalam Negeri mengatakan kepada Anadolu Agency dengan syarat anonimitas, karena ia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Desember tahun lalu, Pakistan menutup 20 LSM internasional dan memerintahkan mereka untuk menghentikan operasi mereka, tetapi 17 organisasi mengajukan banding ke Kementerian Dalam Negeri untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

Baca: Bantuan dan Propaganda di Banjir Pakistan

Kementerian itu menolak permintaan tetapi mengatakan mereka dapat mengajukan permohonan kembali setelah enam bulan, pejabat Kementerian Dalam Negeri menambahkan.

Pada 2012, Pakistan menutup operasi kelompok bantuan yang berbasis di AS, Save the Children, karena dugaan terkait dengan upaya CIA untuk melacak pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden, yang dibunuh oleh Angkatan laut AS dalam operasi rahasia pada 2011 di kota Abbottabad, barat laut Pakistan.

Save the Children membantah memiliki hubungan dengan badan intelijen AS.

Pakistan kemudian merevisi kebijakan pendaftarannya dengan tujuan memantau lebih dekat kegiatan semua LSM internasional yang bekerja di negara tersebut. Hanya 66 LSM internasional yang diizinkan bekerja sejauh ini, sementara 213 masih menunggu pendaftaran.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ActionAidal-Qaedabantuan asingCIALSMNGOOsama Bin LadenPakistanSave the Children
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kanselir Jerman Beri Dukungan Bersyarat untuk ‘Negara Yahudi’
Tulisan selanjutnya India Mengusir Etnis Muslim Arakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?