Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PBNU Apresiasi PP GP Ansor terkait Pembakaran Bendera

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2018 17:47 5:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2018 17:30
Bagikan
Kantor PBNU di Jakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang membawahi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terkait pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, berdasarkan laporan Tim Pencari Fakta yang dibentuk oleh PBNU, pengibaran dan pemasangan bendera –yang menurut mereka bendera HTI– di tempat Apel Hari Santri Nasional 2018, terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Barat, seperti Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar, Bandung, Tasikmalaya, dan lain-lain.

Menurut PBNU, hal itu menunjukkan ada upaya sistematis untuk melakukan infiltrasi dan provokasi terhadap pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional 2018. Di berbagai tempat, kata mereka, bendera tersebut berhasil ditertibkan dan diserahkan kepada aparat keamanan sesuai SOP.

Baca: Muhammadiyah: Wajar Umat Marah atas Pembakaran ‘Bendera Tauhid’

“Namun yang terjadi di Garut, anggota Banser menjadi korban dari provokasi dan infiltrasi dengan melakukan pembakaran bendera HTI di luar SOP yang sudah ditentukan. PBNU menyayangkan peristiwa pembakaran bendera dimaksud. Atas dasar itu, PP GP Ansor telah mengambil tindakan yang benar sesuai ketentuan dan mekanisme organisasi.

PBNU juga menyampaikan terima kasih kepada PP GP Ansor qq Banser yang tidak terprovokasi dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap pengibar bendera HTI, baik secara verbal maupun fisik dengan mempersekusi, misalnya,” kata Kiai Said dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: MUI Minta Polisi Gerak Cepat soal Pembakaran ‘Bendera Tauhid’

PBNU juga menyayangkan aparat keamanan yang menurutnya kecolongan dengan tidak melakukan tindakan terhadap pengibaran bendera tersebut.

PBNU menganggap tindakan anggota Banser Garut tersebut didasari atas rasa cinta tanah air.

“Tidak ada landasan kebencian personal maupun kelompok, apalagi dimaksudkan untuk melecehkan atau menodai agama. Semangat untuk mencintai tanah air adalah landasan utama untuk mencegah gerakan-gerakan yang ingin mengganti konstitusi dan bentuk negara,” katanya.

Terakhir PBNU meminta kepada semua pihak, utamanya warga Nahdliyin untuk menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi.

Baca: MUI Minta Banser Tidak Bertindak Gegabah Lagi

Sementara itu, kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengusut jenis bendera yang dibakar oknum Banser di Garut, Jawa Barat. Berdasarkan keterangan saksi dan juga penelusuran dokumen, bendera itu dinyatakan sebagai bendera HTI, ormas yang telah dibubarkan pemerintah.

“(Yang dibakar) itu bendera HTI,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Oktober 2018 kutip Viva.co.id, Rabu.

Menurut Dedi, pernyataan bahwa bendera yang dibakar saat perayaaan Hari Santri Nasional adalah bendera HTI, berdasarkan temuan bahwa bendera tersebut selalu dipasang dan digunakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh HTI sebelum dibubarkan.

Baca: Ismail Yusanto⁩: HTI Tidak Punya Bendera

Sedangkan, GP Ansor meminta maaf telah membuat gaduh publik atas aksi pembakaran bendera yang dilakukan Banser di Limbangan, Garut.

Permintaan maaf itu dilayangkan akibat kegaduhan yang timbul di tengah masyakarat, bukan soal pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang kerap dikibarkan simpatisan dan massa HTI.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas berkukuh meyakini bendera hitam dengan tulisan kalimat tauhid itu adalah bendera HTI.

“Saya atas nama GP Ansor dan mewakili kader, meminta maaf kepada seluruh masyarakat, seluruh masyarakat ya, jika apa yang dilakukan kader kami menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan. Atas kegaduhannya, bukan pembakaran bendera HTI,” kata Yaqut dalam jumpa pers di kantor PP GP Ansor, Jakarta, Rabu (24/10/2018) kutip Cnnindonesia.com, Rabu.* Andi

Baca: Ketua GP Ansor: Tak Boleh Lagi Ada Pembakaran Seperti di Garut

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AnsorBanserbendera tauhidGarutKetua Umum PBNUKH Said Aqil SirojNUPBNUPolritauhidYaqut Cholil Qoumas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Tulisan selanjutnya PM Aljazair Perintahkan Agar Larangan Cadar Bagi PNS Diberlakukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?