Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

GP Ansor dan PBNU Sesalkan Pembakaran Bendera di Garut

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 10 November 2018 07:41 7:41 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 10 November 2018 06:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Gerakan Pemuda (GP) Ansor sangat menyesalkan terjadinya pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan pihak GP Ansor dalam Dialog Kebangsaan bersama Tokoh-tokoh Ormas Islam di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (09/11/2018).

Dialog bertema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama Islam, para ulama, para habaib, dan pimpinan ormas Islam.

Baca: Membakar Bendera Tauhid Bukan Penodaan Agama?

Selain itu, hadir juga Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol. Agus Nugroho, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo, Jampidum Kejaksaan Agung Noor Rachmad, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait.

Perwakilan GP Ansor Khairul Anwar mengatakan hadir dalam acara ini dengan niat untuk menjaga dan merawat ukhuwah Islamiyah, sehingga apa yang disampaikannya tidak akan mengurangi laporan dari induk yaitu PBNU.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kami sangat menyesal dengan peristiwa ini, aturan organisasi juga sudah diterapkan, untuk hukum dipasrahkan oleh penegak hukum. Jangan sampai hal ini (pembakaran, Red) terjadi lagi dan sudah ditegaskan kepada anggota kami. Jika ada hal itu terulang maka akan ada tindakan tegas. Kami memohon maaf karena peristiwa ini menjadi gaduh,” kata Taufik.

Baca: Vonis Pembakar ‘Bendera Tauhid’ Dinilai Tidak Adil

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menyesalkan peristiwa yang terjadi di Garut. Ia menceritakan bahwa pada saat peringatan Hari Santri Nasional tersebut, kejadian pengibaran bendera itu juga ada di Tasikmalaya. Pada saat itu, Banser juga mengamankannya.

“GP Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum Banser yang membakar bendera dan diharapkan tidak main hakim sendiri. Mohon agar dipahami bahwa yang terjadi di Garut merupakan peristiwa yang kami sesalkan,” kata Helmy.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengajak seluruh umat Islam untuk ikut bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, politik dan taat hukum.

Dikatakan bahwa itu harus menjadi kewajiban bersama agar negara Indonesia damai, rukun, dan stabil.

Baca: Busyro: Pembakar “Bendera Tauhid” Harusnya Dijerat Pasal Penodaan Agama

“Tadi saya sampaikan bahwa kita semua umat Islam yang merupakan mayoritas bangsa Indonesia harus ikut bersama-sama dengan aparat keamanan menjaga stabilitas keamanan, politik, taat hukum. Itu harus menjadi kewajiban kita bersama agar negara kita damai, rukun, stabil, sehingga dari situlah kita bisa membangun,” ujar Menko Polhukam sebagaimana disampaikan Biro Hukum, Persidangan dan Hubungan Kelembagaan Kemko Polhukam.

“Pagi hari ini saya sengaja mengundang tokoh-tokoh agama Islam, para ulama, para habaib, dan juga para pimpinan ormas Islam untuk bersama-sama kita melakukan satu dialog secara lebih bebas, lebih santai, tetapi menjurus kepada substansi yang penting yakni masalah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, masalah tauhid, masalah akidah yang selama ini masih menjadi perdebatan tentang bagaimana pembakaran bendera yang pembakar dianggap bendera HTI, tapi beberapa kalangan menganggap bahwa bendera tauhid atau bukan bendera tapi simbol-simbol tauhid, sehingga terjadi perbedaan yang sangat tajam,” ujar Menko Polhukam.

Baca: Pembakar ‘Bendera Tauhid’ Divonis Penjara 10 Hari, Denda Rp 2 Ribu

Akan tetapi, disebutkan, dalam kasus ini pihak polisi juga sudah menyelesaikannya dengan satu struktur hukum dan dibawa pada proses peradilan di mana si pembakar maupun yang membawa bendera sudah divonis bersalah.

Menko Polhukam mengatakan, dalam dialog tersebut telah terjadi kesepakatan bahwa ada kesalahpahaman yang tidak lagi boleh terjadi di masa ke depan.

Menurutnya, semua para tokoh tersebut sangat menyadari masalah itu, sehingga kesimpulannya adalah semua sudah menerima apa yang sekarang sudah diselesaikan, baik penyelesaian hukum maupun penyelesaian organisasi.

“Kemudian Menteri Agama juga sudah menyampaikan bagaimana masalah akidah, kalimat tauhid akan dimusyawarahkan secara luas lagi dan itu bukan domain pemerintah untuk ngatur, menentukan tata cara penghormatan pada satu kalimat-kalimat tauhid dan sebagainya. Saya kira pertemuan hari ini sudah menghasilkan sesuatu yang menurut saya sangat fundamental, strategis, penting untuk kita bisa bergerak ke depan,” kata Menko Polhukam.

Baca: Wapres JK Persilakan Umat Islam Menganggap ‘Bendera Tauhid’

Menteri Agama, Lukman Hakim Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada Menko Polhukam karena sudah memfasilitasi pertemuan ini. Menurutnya, pertemuan ini sangat penting dan strategis dalam upaya bersama tidak semata menjaga silaturahim, namun sekaligus silatulfikri yaitu mempertemukan pandangan, pola pikir dan pemahaman bersama.

Lukman mengatakan, keragaman bukanlah barang baru untuk masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kemajemukan, keragaman, dan heterogenitas bukan barang yang asing.

“Persoalannya adalah bagaimana menyikapi keragaman terkait pandangan keagamaan dalam menyelesaikan masalah ini. Dalam melihat keragaman dan kemajemukan, marilah lebih mengedapankan rahmat, karena merupakan esensi agama Islam. Banyak sekali ajaran agama Islam yang menekankan bahwa rahmat itu adalah merupakan kebajikan dan hal positif. Oleh karena, itu keragaman dan kemajemukan dapat dilihat di sisi perspektif rahmatnya,” katanya.*

Baca: Yusril Bantah HTI punya Bendera Resmi

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Banserbendera tauhidGP ansorMenko Polhukamormas IslamPBNUpembakaran benderatauhidWiranto
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Silatnas, Menyegarkan lagi Spirit Kebangsaan, Keagamaan, Keormasan
Tulisan selanjutnya Polisi Ethiopia Temukan Kuburan Massal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?