Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Thailand Minta Malaysia Bantu Bawa Pemimpin Gerilyawan BRN Meja Perundingan

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 November 2018 16:33 4:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 November 2018 18:08
Bagikan
Unit Forensik Polisi Thailand
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepala perunding baru Thailand dalam negosiasi damai Selatan Thailand pada Selasa mengatakan, ia telah meminta fasilitator Malaysia untuk mengundang pemimpin kelompok gerilyawan paling kuat ke meja perundingan agar semua kelompok bersenjata dapat diwakili.

Pihak Thailand ingin Doonloh Wae-mano (alias Abdullah Wan Mat Noor), Ketua Dewan Tertinggi Barisan Revolusi Nasional (BRN) mengikuti perundingan yang diusahakan oleh Malaysia itu, kata ketua delegasi Thailand Udomchai Thammasarorat.

“Kami sedang menyusun kembali tim negosiasi damai. Pendekatannya adalah kami ingin berbicara dengan wakil umum semua kelompok penentang dan Majelis Syura (MARA) Patani,” katanya kepada BeritaBenar dalam sebuah wawancara melalui telepon.

“Penentang” adalah istilah yang digunakan oleh para pejabat pemerintah militer Thailand untuk menggambarkan gerilyawan selatan.

MARA Patani adalah kelompok induk yang mengklaim melakukan negosiasi atas nama semua kelompok gerilyawan di Selatan Thailand. Ia turut memasukkan wakil BRN di dalam panelnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Apakah ia akan bergabung atau tidak, atau menerima undangan ini atau tidak, saya tidak bisa terlibat,” kata Udomchai, yang merujuk kepada Doonloh. “Sebelum ini, beliau berkata MARA Patani bukan kelompoknya. Kami ingin berdiskusi dengan kelompok di bawah kendalinya, jadi kami meminta fasilitator untuk membantu dalam hal ini.”

Baca: Kila dan Mimpinya tentang “Patani Darussalam” 

Udomchai, jenderal pensiun yang pernah menjabat sebagai komandan wilayah Tentara Keempat yang mengawasi Selatan Thailand, baru-baru ini menggantikan Aksara Kerdpol sebagai kepala perunding damai Selatan Thailand.

Abdul Rahim Noor pula ditunjuk sebagai fasilitator oleh pemerintah baru Malaysia pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

“Setiap kelompok harus mengikuti perundingan damai supaya kita bisa berdiskusi untuk semua,” kata Udomchai. “Kami tidak memaksa siapa pun menyertainya tetapi kami meminta fasilitator untuk membantu.”

Pada 2004, tahun di mana gerilyawanan kembali tercetus di wilayah perbatasan Selatan Thailand, Doonloh merupakan guru besar di Sekolah Jihad Witaya di wilayah Patani. Dia kemudian dituduh melatih militan di kubu di Cho I-rong, daerah dalam wilayah tetangga Narathiwat, pada tahun tersebut.

Doonloh menggantikan spae-ing Baso, yang meninggal dunia pada Januari 2017, sebagai ketua dewan agung BRN.

Tahun lalu, setelah serangan bom di supermarket besar Patani yang menyebabkan sekitar 80 orang terluka, Panglima Angkatan Bersenjata Thailand ketika itu Jenderal Chalermchai Sitthisart secara terbuka mengutuk Doonloh berhubung serangan ekstrimis.

Pejabat Thailand, yang menawarkan imbalan sebesar 10 juta baht (US $ 302,000) untuk mendapatkan Doonloh, melaporkan bahwa ia telah melarikan diri dan tinggal di Malaysia.

‘Kami tidak akan merekomendasikan gencatan senjata’

Sejak seri diskusi baru dimulai antara kelompok gerilyawan dan junta Thailand pada pertengahan 2015, perunding bersangkutan berusaha menciptakan wilayah gencatan senjata terbatas di Selatan Thailand, yang dinamakan sebagai zona keamanan. Tahun lalu, para pejabat Thailand mengklaim bahwa kedua pihak telah sepakat untuk mendirikan zona itu di daerah Cho I-rong.

Baca: Mahathir dan Proses Damai di Patani

api, dalam umpan balasnya ke BeritaBenar, Udomchai tampaknya ingin menarik usulan itu, namun masih belum jelas apakah ia pun membatalkan hal itu.

“Kami tidak akan mengusulkan gencatan senjata, ia tidak berguna karena terorisme adalah alat mereka,” kata Udomchai. “Semakin banyak diskusi gencatan senjata diadakan, semakin banyak kekerasan terjadi ketika mereka menggunakannya sebagai alat tawar-menawar.”

“Kami akan membahas tentang bagaimana untuk mengembangkan bersama daerah itu, menjadikannya sebagai zona perdagangan, bukan zona perang,” katanya.

Beberapa hari setelah kedua pihak mengumumkan pada Februari 2017 bahwa mereka akan bekerjasama untuk menciptakan zona keamanan, delapan orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan yang dipersalahkan terhadap gerilyawan.

Pada Selasa, setelah pertemuan bulanan dewan pertahanan negara, Wakil Perdana Menteri Thai Prawit Wongsuwan menjawab pertanyaan wartawan tentang Doonloh.

“Sudah tiga kali ia menolak tampil ke depan,” kata Prawit. “Saya tidak tahu apa yang meragukannya. Saya akan serahkan kepada fasilitator untuk berbincang dengannya.”

Baca: Patani dan ‘National Identity’ Thailand Selatan 

Pada bulan Agustus, Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohammad menunjuk mantan Kepala Polisi Nasional Abdul Rahim Noor untuk memfasilitasi perundingan perdamaian antara Pemerintah Thailand dan MARA Patani, badan induk dari berbagai kelompok separatis dari provinsi selatan Thailand yang penduduknya berbahasa Melayu.

Di Malaysia, Abdul Rahim berkomentar banyak ketika ditanya tentang status negosiasi itu.

“Saya tidak bisa mengomentari masalah ini saat ini,” katanya kepada Real News. “Pemerintah Thailand telah meminta agar proses perdamaian tidak diungkapkan, kecuali ada perubahan dalam kebijakan, saya tidak dapat mengungkapkannya kepada publik.”

Pejabat MARA Patani di Malaysia juga tidak mengomentari data yang diminta untuk mengomentari masalah ini.

Thailand Selatan, dihuni oleh Muslim Melayu, dibatasi oleh Malaysia dan mencakup provinsi Patani, Narathiwat dan Yala serta empat distrik di provinsi Songkhla. Hampir 7.000 orang tewas dalam kekerasan di wilayah itu sejak pemberontak telah diperdagangkan 14 tahun lalu. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Barisan Revolusi NasionalBRNgerilyawanMajelis SyuraMalaysiaMARAPataniPattaniperundinganthailandThailand Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Ada Paksaan, Trengganu Akan Terapkan Pakaian Atlit Patuh Syariah
Tulisan selanjutnya Rahasia Komunikator Brilian dari Hutan Kalimantan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?