Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Silaturahim Dubes Saudi Dr Yahya Alqahtani di PBNU

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2019 17:55 5:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2019 17:55
Bagikan
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Dr Yahya Alqahtani (berjas), menyalami Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (03/01/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com  Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Dr Yahya Alqahtani, bersilaturahim ke kantor pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, pada Kamis siang (03/01/2019). Ia datang ditemani Atase Pendidikan Kedubes Arab Saudi, Saad Anamasi.

Kedatangan mereka diterima oleh para pimpinan PBNU, antara lain Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal Ahmad Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum Dr -Ing Bina Suhendra, Ketua-ketua: Marsudi Syuhud dan Robikin Emhas.

Di awal pertemuan, mereka mengobrol santai. Hal-hal ringan seperti kembang api tahun baru, durian, tari saman di pembukaan Asean Games, “Islam Nusantara”, beduk, dan batik disampaikan Aqil kepada Yahya. Juga diselingi guyonan yang membuatnya tertawa terbahak-bahak.

Selanjutnya, Aqil menyinggung soal kicauan di Twitter Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia sebelumnya, Syeikh Usamah bin Muhammad Al-Syu’aiby, yang menyebut aksi pembakaran bendera (di Garut, Red) dilakukan oleh jamaah almunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang). Yahya terlihat hanya mendengarkan Aqil. Tidak merespons soal itu. Aqil kemudian menegaskan, “Masalah pembakaran bendera selesai!”

Baca: PBNU Protes Dubes Saudi, Cuitan Berbeda dengan Versi yang Dituduhkan

Kunjungan Yahya ke PBNU mau memperkuat ukhuwah antara pemerintah Arab Saudi dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga NU. Ia mengutip salah satu ayat Al-Qur’an, “Sesungguhnya orang beriman itu bersaudara.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pemerintah Arab Saudi, kata Yahya, sangat mengharapkan hubungan Indonesia dan Arab Saudi semakin kuat. Ia menyampaikan, di mata pemerintah Saudi, bangsa Indonesia ini punya pandangan yang khas. Sebab jumlah Muslimnya sangat banyak. Sementara di Saudi, tuturnya, ada Haramain yakni Makkah dan Madinah.

“(Sehingga) ada tali ikatan spiritual antara Muslim Indonesia yang jumlahnya sangat banyak dengan Saudi yang punya Haramain,” ungkap Yahya.

Di akhir, ia menyampaikan, kunjungan pertama ini insya Allah akan dilanjutkan dengan beberapa pertemuan berikutnya yang saling menguntungkan.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudibendera tauhidDubes Arab SaudiKetua Umum PBNUKH Said Aqil SirojNUPBNUpembakaran bendera tauhidYahya Alqahtani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kesejahteraan guru DPR Minta Kemlu Ambil Langkah Konkret soal Kerja Paksa Mahasiswa
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat dan Israel Resmi Keluar dari Unesco

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?