Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Plus dan Minus Capres-Cawapres soal Penegakan Hukum

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Januari 2019 11:21 11:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Januari 2019 11:21
Bagikan
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar.
Bagikan

Hidayatullah.com– Debat pertama capres-cawapres sudah dihelat malam kemarin di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta. Salah satu topik yang dibahas dalam debat itu adalah hukum.

Pakar Hukum Pidana Univeresitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, memandang suasana psikilogis kedua calon berbeda.

Prabowo-Sandi, kata dia, berusaha untuk bersikap santai dan gembira. Namun Jokowi Ma’ruf terlihat tegang dan emosional.

Ini Fickar lihat dari gestur jawaban defensif dan pertanyaan ofensif dari Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo-Sandi tentang beberapa realitas penegakan hukum.

Baca: Kader Parpol Jadi Penegak Hukum dinilai Sangat Mengkhawatirkan

Fickar menilai, pendekatan kedua calon dalam mengatasi hukum berbeda.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Prabowo-Sandi, kata Fickar, lebih mendekati persoalan dengan pendekatan kesejahteraan dan fungsi dalam menyelesaikan masalah kerumitan hukum. Sementara pendekatan Jokowi-Ma’ruf untuk memecahkan masalah lebih secara normatif saja.

“Meskipun dari keduanya tidak ada hal baru sebagai terobosan merespons permasalahan,” ujarnya kepada hidayatullah.com pada Jumat (18/01/2019).

Prabowo-Sandi, lanjut Fickar, selain menekankan pada kesejahteraan, juga peran kepemimpinan, sehingga menyebutnya presiden sebagai chief of law envorcement (CLE). Yakni presiden harus hadir jika penegakan hukum tidak berjalan dengan baik. Sementara paslon Jokowi-Ma’ruf menekankan pada peranan sistem hukum yang ada, terlepas dari kelemahannya.

Baca: Fahri Hamzah Kritis Keras KPU soal Debat Pilpres Perdana

“Dari sini terlihat, bahwa di satu sisi PS (Prabowo-Sandi) kurang mengelaborasi CLE. Sehingga terkesan intervensi terhadap hukum. Padahal yang dimaksudkan adalah presiden hadir ketika ada kemacetan hukum. Bukan untuk mendikte begini atau begitu.

Sementara JM (Jokowi Ma’ruf) terlalu percaya pada sistem. Padahal struktur hukum profesionalitas aparat penegak hukum masih seringkali dipengaruhi intervensi kepentingan termasuk uang,” kritiknya.

Lanjut soal tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan. Prabowo Sandi, kata dia, mendekatinya dengan optimalisasi lambaga yang sudah ada seperti BPHN. Tetapi Jokowi-Ma’ruf justru mendekatinya dengan membentuk lembaga baru karena nampaknya lembaga yang ada dianggap tidak berfungsi dengan baik.

Kemudian soal strategi problem ketegasan hukum vs HAM. Jokowi Ma’ruf, kata Fickar, meresponsnya dengan pernyataan bahwa penegakan hukum tidak bertentangan dengan HAM. Sementara Prabowo-Sandi meresponsnya dengan langkah pragmatis, yakni memecat aparat yang melakukan penyimpangan HAM.

Baca: #PrabowoSandiMenangDebat Trending Topic

“Dari jawaban-jawaban itu nampak perdebatan seperti antar calon presiden baru. Bukan petahana dengan calon baru. Karena petahana kurang menjelaskan hal-hal apa saja yang telah dilakukan selama 4 tahun memerintah,” ujarnya.

Secara keseluruhan, menurut Fickar, debat sudah cukup baik menggambarkan kapasitas dan kapabilitas calon-calon pemimpin Indonesia dengan kelebihan dan kekurangan (plus-minus) masing-masing.

“Kedua solusi bisa dijalankan tergantung karakter kepemimpinan. Tetapi lebih realistis yang bergantung pada sistem yang ada, walaupun perubahannya akan lambat,” tutupnya.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fickar Hadjardebat pilpreshukumJoko widodoJoko Widodo-Ma'ruf AminJokowi-Ma'rufPilpres 2019Prabowo SubiantoPrabowo Subianto-Sandiaga UnoPrabowo-Sandiaga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya masjid muhammadiyah Pemuda Muhammadiyah Minta DPR Utamakan 8 RUU ini
Tulisan selanjutnya Ustadz Abu Bakar Baasyir Akan Dibebaskan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?