Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Achmad Michdan: 23 Desember Ustadz ABB Punya Hak Pembebasan Bersyarat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Januari 2019 07:22 7:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Januari 2019 07:13
Bagikan
Didampingi kuasa hukumnya Achmad Michdan (kiri), Ustadz Abubakar Ba’asyir berbicara dalam sidang lanjutan Peninjauan Kembali di PN Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, 9 Februari 2016.
Bagikan

DI tengah hangat-hangatnya isu Pemilihan Presiden 2019 pasca debat perdana kemarin lusa, Kamis (17/01/2019), tiba-tiba muncul kabar bahwa Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) akan segera dibebaskan.

Kabar ini sontak mengundang perhatian banyak kalangan. Ada yang menilai rencana pembebasan tersebut terkait Pilpres pada 17 April mendatang. Sementara Presiden Joko Widodo disebut menyetujui pembebasan Ustadz ABB karena alasan kemanusiaan.

Sejatinya, permohonan dan upaya pihak keluarga dan pengacara Ustadz ABB kepada pemerintah agar ustadz yang ditahan atas tuduhan terkait “terorisme” tersebut dibebaskan sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, penghujung tahun 2018, Ustadz ABB berpeluang bebas dengan syarat. Namun peluang ini ditolak.

Kenapa? Wartawan hidayatullah.com menggali lebih jauh info tersebut dari pengacara Ustadz ABB, Achmad Michdan yang juga advokat dari Tim Pembela Muslim (TPM), Jumat (18/01/2019) lewat wawancara di sela-sela kegiatannya mendampingi Ustadz ABB LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Berikut petikannya:

Baca: Ustadz Abu Bakar Baasyir Akan Dibebaskan

Sebenarnya, siapa yang pertama kali meminta Ustadz ABB dibebaskan?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Kalau minta dibebaskan kan kita udah minta juga bolak-balik, kita memang juga udah kirim surat ke Presiden.

Sejak kapan minta pembebasan?

Udah lamaaa… Sebelum heboh (kedatangan) Menhan itu, terus kita susulkan surat.

Nah sebetulnya Ustadz (ABB) ini 23 Desember lalu itu punya hak PB (Pembebasan Bersyarat). Tapi beliau enda mau ambil karena harus menandatangani syarat-syarat itu.

Jadi waktu Yusril ke mari datang kemarin, beberapa hari yang lalu, beliau mau membantu Ustadz keluar. Ya kata Ustadz, “Ya silakan aja! Kalau memang bisa tanpa harus ada surat-surat, apa, menandatangani syarat-syarat”.

Baca: Ustadz ABB Merespons Positif Yusril Mau Bantu Membebaskan

Nah beliau (Yusril) koordinasikan dengan Pak Jokowi, ya Pak Jokowi setuju enda usah pakai syarat-syarat lain.

Artinya, bahwa sebetulnya sudah sejak 23 Desember kemarin punya hak mengajukan. Bahkan kita sebetulnya sebelum-sebelumnya di Oktober mendekati November itu kita sudah menyampaikan itu, tapi Ustadz enda mau.

Sekali lagi, berarti memang dari pihak keluarga sudah lama minta Ustadz ABB dibebaskan?

Udah lama kita. Jadi ini, ya kita berhusnudzon saja, artinya kalau misalnya sekarang baru diizinkan kan sesuatu yang baik.

Makanya Ustadz juga tadi bilang, “Kalau antum (Yusril) bisa ya membantu pengurusan ini, mudah-mudahan amal baik antum dicatat oleh Allah.”

Sebelumnya, dari pemerintah ada menghubungi keluarga Ustadz ABB?

Lah kan dulu sebelumnya ada dari Menhan, Pak Ryamizard Ryacudu, itu kan datang, ke rumahnya. Dan saya sempat pada waktu itu, hebohlah di televisi….

[Hampir setahun lalu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, mendadak mengunjungi keluarga Ustadz ABB di Kompleks Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (27/02/2018).

Dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga membicarakan banyak hal. Antara lain, kepada Menhan keluarga meminta agar pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo merumahkan Ustadz ABB, Red.]

Baca: Dikunjungi Menhan, Keluarga Minta Ustadz Abu Bakar Baasyir Dirumahkan

Ini sebetulnya ya memang bukan barang baru lah gitu. Tapi kalau ini, qadarallah dalam beberapa hari ini, karena memang tadi katanya Pak Yusril itu bahwa Pak Kapolri udah enda keberatan, Menkumham juga. Sehingga, harusnya bisa segera (bebas).

Tapi kan tentu ada administrasinya. Nah Ustadz sendiri juga tadi menegaskan, “kalau memang saya mau dibebaskan segera, minta tiga sampai lima hari untuk membereskan barang-barang saya”, begitu….

Jadi simultan sekaligus menunggu administrasi.

Berarti kemungkinan pekan depan Ustadz ABB bebas?

Iya mudah-mudahan pekan depan tidak ada halangan. Mohon doanya antum juga ya….* SKR

Baca: Wiranto-Yasonna Disayangkan Tolak Berikan Remisi Tahanan Rumah Ustadz Abu Bakar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Rochim BaasyirAchmad MichdanIimLapas Gunung SindurNgrukiPondok Pesantren Al Mukmin NgrukiTPMUstadz Abu Bakar BaasyirUstadz Abubakar Baasyiryusril ihza mahendra
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laba Minim Tesla akan PHK 3.000 Pekerja
Tulisan selanjutnya Malarang Atlet Israel Tak Pengaruhi Pariwisata Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?