Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Kunci Mobil dan Doa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2019 05:59 5:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2019 06:30
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

DUA hari terakhir ini, pikiran saya agak terganggu dengan hilangnya kunci mobil Suzuki Forsa GLX. Bukan cuma karena akhirnya tidak bisa mengendarainya, tapi juga terpikir bagaimana dampak berikutnya kalau mesin kendaraan tidak dihidupkan sejak lama. Apalagi untuk mesin sekelas mobil lawas tersebut.

Gara-gara benda kecil itu lenyap, malam Ahad lalu (26/01/2019), saya harus menahan dinginnya udara malam pukul tiga dinihari untuk mengisi pengajian Ahad subuh di satu masjid di sebuah kota besar di Kalimantan Timur.

Jarak tempuh yang lumayan jauh, sekitar 30 km membuat perjuangan dakwah itu makin terasa. Udara di jalan sangat dingin, diterpa angin sepertiga akhir malam. “Syukurnya nggak hujan pukul tiga dinihari itu,” batinku bersyukur.

Hari pertama berlalu, belum ada tanda-tanda keberadaan kunci itu. Padahal hampir seisi rumah sudah “diobrak-abrik”. Di beberapa grup WA juga sudah diumumkan, tapi nampaknya tidak ada yang menemukan.

Mulailah terpikir memanggil tukang kunci. Setelah browsing di internet, Alhamdulillah ketemu. Saya lalu mengenalkan posisi alamat ke tukang kunci.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Di seberang telepon, terdengar jawaban, “Saya nggak bisa ke sana, Pak, harus standby di sini.” Alamat tukang kunci itu di kilometer 2 sesuai yang tertera di websitenya. Uft, lumayan jauh memang itu!

“Maaf, Mas, Kira-kira kalau boleh tahu berapa biaya ganti kuncinya,” tanyaku berbasa basi.

“Rp 600 ribu, Pak” jawabnya tanpa beban.

Percakapan singkat dengan tukang kunci berakhir begitu saja. Tapi beban pikiran ini tak kunjung berakhir. Diam sejenak. Dalam hati bergumam, “Ya Allah, hamba memang lemah.” Solusi yang dinanti seperti belum sesuai harapan.

Kubuka aplikasi Dzikir Pagi-Sore yang ada di telepon cerdas. Tiba-tiba mata ini tertuju pada potongan ayat Kursi yang berbunyi.

له ما في السماوات وما في الأرض

“Kepunyaan-Nyalah segala apa yang ada di langit dan di bumi.”

Tiba tiba terlintas di benak, “Iya juga ya, semua milik Allah, termasuk kunci Forsa, Forsanya juga milik Allah, bahkan pemilik Forsa juga milik-Nya semata.”

Subhanallah, ada kekuatan untuk menimalisisai beban pikiran setelah merenungi ayat ini. Kini akal tak lagi mendominasi. Ada hati tempat berbagi beban yang terasa meringankan.

Setelah menuntaskan bacaan dzikir, entah tiba-tiba pertanyaan itu datang lagi. Ia bercampur penasaran: “Dimanakah, kunci itu? Jatuhnya nggak di luar kampus sepertinya,” dugaanku menebak sembarangan.

Tapi masak tidak satu pun yang menemukannya jika memang jatuhnya di lingkungan sekitar saja. Barangkali ditemukan di kamar mandi masjid oleh orang lalu dibuang ke kloset dan masuk ke septitank. Oh..tidak! begitulah bisikan-bisikan negatif itu tak henti silih berganti. Semuanya bikin tambah pusing.

Kembali kuaktifkan hati.

Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui. Hamba yakin Engkau mengatahui dimana letak kunci itu sekarang.

Ya Allah, Engkau Maha Kaya, Rabb yang tidak butuh kepada siapapun.

Ya Allah, hamba yakin Engkau tidak butuh kunci itu. Sedangkan hamba sangat membutuhkannya.

Ya Allah, Engkau Maha Baik, baik sekali, menyukai perbuatan baik, bantu hamba menemukan kunci itu wahai Engkau yang Maha Baik.

Ya Allah, hamba bukan hamba terbaik dan paling bertakwa sehingga menjadi sangat pede memaksa-Mu mewujudkan keinginan hamba. Tapi hamba yakin, Engkau selalu menjawab doa orang yang terdesak.

أمن يجيب المضطر إذا دعاه

“Siapakah yang mengabulkan permintaan orang yang terdesak ketika meminta-Nya,”

Keesokan harinya, saya menemui Anshor Baking, seorang kawan. Alhamdulillah, darinya ada saran untuk menemui Pak Aziz, seorang tetangga yang juga dikenal jago mekanik. “Insya Allah mesin bisa dihidupkan asal kabel kontaknya tersambung,” jelasnya singkat.

Dapat penjelasan di atas, berharap segera ada solusi, saya langsung mencari Pak Aziz yang dimaksud. Khawatir kalau mobil kelahiran 1987 itu kelamaan tidak dihidupkan, bisa muncul masalah baru yang tak terduga.

“Iya, coba saya lihat dulu,” kata Pak Aziz mantap.

“Iya, Pak. Bisa dilihat. Pintunya terbuka kok,” jawabku.

Terlihat di raut mukanya reaksi heran, kunci mobil hilang tapi pintunya bisa dibuka, kok bisa ya. Dalam hati bergumam “Itulah hebatnya mobil tua.”

Sesampai di mobil, Pak Aziz coba langsung gerakkan setirnya. “Wah, setirnya terkunci. Tidak bisa ini,” ucapnya ringan.

Saya berusaha tenang. Tapi hati ini kembali bergumam, “Sudahlah, siapkan aja 600.000 rupiah,” Ah, tentu pengeluaran segitu bukan nominal  kecil di akhir bulan, seperti sekarang.

Tiba-tiba Pak Aziz terlihat seperti mendapat ide.

“Coba pakai kunci mobil saya. Biasanya mobil tua itu cocok pakai kunci sembarang.” Kunci yang dipegangnya segera dimasukkan ke lubang starter. Tangannya menggerakkan kunci itu sedikit, dan akhirnya mobil Forsa meraum kencang.

Alhamdulillah, mesin Forsa menyala seperti biasa..

Sebelum pergi, Pak Aziz bilang, “Pakai aja kunci ini, saya masih ada serepnya di rumah,”

Alhamdulillah, Alhamdulillah, tsumma Alhamdulillah.

Ternyata Allah punya cara terindah untuk mengembalikan kunci itu. Dari arah yang tidak kusangka-sangka. Secara hitung-hitungan manusiawi matematis, untuk bisa menghidupkan mesin mobil harus merogoh kocek minimal Rp. 600.000. Tapi kalau Allah  berkehendak, Rp 600.000 bisa diturunkan, tidak tanggung-tanggung, turun jadi Rp 0 rupiah.

Allahu Akbar. Dia Maha Kaya. Dia Maha Baik. Dia selalu punya kejutan buat hamba yang selalu berprasangka baik kepadaNya.

Ya Allah aku ridha Engkau sebagai Tuhanku. Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku.*

Seperti dikisahkan LH, pengajar di Kaltim, kepada Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doakehilangankuncimobiltaqdir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 4 Perusahaan Jasa Pariwisata Mendukung Penjajahan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya ASN Kemkominfo Pilih 02, Rudiantara: “Yang Bayar Gaji Ibu Siapa?”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?