Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Serikat dan Turki Intervensi Lembaga Peradilan, Hakim Mahkamah PBB Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2019 12:08 12:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2019 12:08
Bagikan
Hakim pengadilan PBB Christophe Flugge dan Aydin Sefa Akay (inzet).
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang hakim senior mengundurkan diri dari salah satu pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Den Haag, setelah tidak terima dengan interferensi pemerintah Amerika Serikat dan Turki.

Christoph Flügge, hakim asal Jerman, mengklaim Amerika mengancam para hakim menyusul dilakukannya penyelidikan atas tindak-tanduk tentara AS yang ditugaskan di Afghanistan.

Sementara Turki sebelumnya membuat tuduhan “tidak berdasar” untuk mengakhiri jabatan seorang hakim Turki di salah satu pengadilan PBB, yang dikenal sebagai International Residual Mechanism for Criminal Tribunals, secara diam-diam dengan sepengetahuan PBB.

Aydin Sefa Akay dicopot dari kursi hakim pengadilan PBB itu setelah dia ditangkap aparat Turki dengan tuduhan memiliki tautan dengan Fethullah Gulen, tokoh Muslim Turki yang mengasingkan diri di AS dan dicap teroris oleh rezim Erdogan serta dituduh sebagai dalang percobaan kudeta.

“Turki memberlakukan vetonya terhadap hakim Akay,” kata Flügge seperti dilansir The Guardian Senin (28/1/2019). “Kami, hakim-hakim lainnya, langsung mengajukan protes. Namun, meskipun demikian masa baktinya tidak diperpanjang oleh sekretaris jenderal PBB. Dan begitulah, dia pergi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Flügge, yang menjadi hakim tetap di International Tribunal for the Former Yugoslavia (ICTY) sejak 2008, mengatakan kepada koran Jerman Die Zeit dirinya berkesimpulan bahwa di masa kemunculan “dunia diplomatik” seperti sekarang ini dia melihat kehakiman yang independen tidak ada artinya.

Dia memperingatkan bahwa sikap tutup mata PBB terhadap intervensi yang dilakukan Turki merupakan hal mengkhawatirkan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Orang akan berkata: ‘Kalian membiarkan Turki melakukan hal itu.’ Ini adalah dosa asli (yang pertama dilakukan). Dan itu tidak dapat diperbaiki,” kata Flügge mewanti-wanti akan ada negara lain mengikuti jejak Turki mengintervensi mahkamah internasional.

Flügge juga mengkritik pemerintah AS yang bersikap buruk terhadap lembaga peradilan PBB.

“John Bolton, penasihat presiden AS bidang keamanan nasional, berpidato bulan september tahun lalu di mana dia mengharapkan kematian pengadilan kejahatan internasional,” kata Flügge.

“Penasihat keamanan Amerika itu menggelar pidatonya pada saat Den Haag berencana melakukan penyelidikan awal atas prajurit-prajurit AS yang dituduh menyiksa orang-orang di Afghanistan. Ancaman Amerika terhadap para hakim internasional itu jelas menunjukkan iklim politik baru. Sangat mengejutkan, saya tidak pernah mendengar ancaman seperti itu,”imbuh Flügge.

“Hal itu sejalan dengan slogan baru Amerika: ‘Kami nomor 1 dan kami berdiri di atas hukum (baca: berada di atas hukum),” pungkas hakim asal Jerman itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Perketat Aturan Demonstrasi, Larang Pemakaian Balaklava
Tulisan selanjutnya Pentingnya Suara Umat Islam di Pemilu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?