Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Peristiwa dan Hikmah Semasa Nabi Muhammad di Madinah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2019 11:36 11:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2019 11:36
Bagikan
Bagikan

SEJARAWAN Perancis, Gustave Le Bon (1841-1931) dalam bukunya yang berjudul,  “La Civilization des Arabes” pernah membuat statemen menarik mengenai Nabi Muhammad ﷺ, “Jika nilai seorang diukur dari amal mulia yang dilakukannya, maka Muhammad adalah di antara orang paling agung yang pernah dikenal sejarah.” (1989: 135). Paling tidak, 10 tahun selama di Madinah, akan terlihat bagaimana kinerja Rasulullah ﷺ yang menunjukkan kapasitasnya sebagaimana pujian orientalis kenamaan tersebut.

Tulisan ini tentu saja tidak akan membahas detail-detail peristiwanya selama di Madinah, namun yang diangkat adalah beberapa poin penting yang dirasa mewakili amal  beliau ketika di Madinah.

Pertama, saat pertama kali datang di Madinah ada enam hal besar yang dilakukan nabi: membangun masjid, mempersaudarakan kaum muhajirin dan Anshar, membuat piagam madinah, penguatan militer, terus melakukan pembinaan pendidikan dan keilmuan, serta membangun pasar mandiri (Shallâbi, 2008: 299-388).

Bila diperhatikan secara saksama, keenam hal besar itu adalah kinerja besar yang menjadi asas berdirinya daulah di Madinah. Masjid menjadi pusat oprasional negara; pemersaudaraan Muhajirin dan Anshar sebagai langkah strategis untuk menjaga persatuan dan kesatuan internal umat; Piagam Madinah sebagai nota kesepakatan untuk menjaga kedamaian antar kelompok di luar Islam; penguatan militer melalui pengiriman ekspedisi sariyyah sebagai penguat stabilitas keamanan; pembinaan dari segi pendidikan dan keilmuan sebagai peningkatan mutu SDM; dan pembangunan pasar sebagai faktor fundamental untuk memperkuat ekonomi negara.

Baca: Madinah, Kota yang Selalu Dirindukan

Kedua, ekspedisi militer. Selama sepuluh tahun di Madinah, ada dua istilah yang digunakan pakar sirah dalam menjelaskan ekspedisi militer yang dicanangkan nabi yaitu: ghazwah (yang dimimpin oleh nabi sendiri) dan sariyyah(yang dipimpin oleh sahabat). Dalam sirah, ghazwah  dilakukan sebanyak 26 kali. Sedangkan sariyah dilakukan sebanyak 38 kali. Jadi, total ekspidisi militer yang dilakukan nabi selama di Madinah sebanyak 64 kali (Musthafa Sibâ`i, 1985: 79).

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Ada yang unik dari ekspedisi militer yang diperintahkan nabi selama di Madinah. 1. Untuk membela diri dari serangan musuh 2. Melindungi keamanan dai dan dakwah 3. Ini menjadi alternatif terakhir ketika dakwah secara damai tidak diindahkan 4. Dilakukan dengan syarat-syarat dan adab-adab yang ketat 5. Semua tidak keluar dari jalur rahmatan lil `âlamîn. Peristiwa pembebasan kota Mekah pada tahun 8 hijriah, adalah bukti bahwa ketika ekspedisi militer sudah tidak dibutuhkan lagi, maka asas perdamaian akan diambil kembali.

Ketiga, sebagai kepala keluarga ketika di Madinah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki 9 istri. Dilihat dari usia beliau 53 sampai 63 tahun, dengan berbagai kesibukan lain yang sedang dilakukan, mungkin akan membuat orang terperangah bagaimana kehebatan beliau dalam bidang manajemen. Mengurus istri satu saja terkadang sangat susah apalagi mengurus banyak istri.

Hanya saja, poligami ini kadang-kadang dijadikan celah bagi musuh Islam untuk menciderai citra Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Banyak sekali yang berusaha mendiskreditkan nabi melalui bagian ini.

Untuk menjawab masalah syubhat poligami, Abbas al-Aqqâd memjawabnya dengan sangat baik: Jika nabi nikah karena semata syahwat, maka: dia akan menikahi 9 gadis sekaligus, padahal yang gadis ketika itu hanyalah Aisyah; pasca kematian Khadijah pun beliau tidak akan menikahi Saudah yang merupakan janda tua. Jika Nabi Muhammad ﷺ menikahi karena kecantikannya, maka tidak akan menikahi Zainab binti Jahsyin setelah menjadi menjadi janda Zaid bin Haritsah.

Sedangkan pernikahan beliau yang lain adalah disebabkan maslahat syar`i yang memang harus dilakukan. Di sisi lain, selama masa muda, ia terkenal sebagai pemuda yang pandai menjaga kesucian diri. Di samping itu, selama 25 tahun bersama Khadijah beliau setia dan tak pernah poligami (Abqariyah Muhammad, 109, 110).

Baca: Keutamaan-Keutamaan Kota Madinah 

Keempat, universalitas dakwah Islam. Bila di Mekah sudah terbukti keuniversalitasan Islam, maka di Madinah semakin diperteguh. Masuk Islamnya Salman Al-Farisi, Abdullah bin Salam dan surat yang dikirimkan beliau pada tahun ketujuh kepada raja-raja dunia pada masanya adalah sebagai bukti bahwa Islam adalah agama universal untuk semua manusia.

Kelima,  ketika Nabi Muhammad wafat, Islam sudah sempurnah sebagaimana yang digambarkan Surah Al-Maidah [5] ayat: 3. Di sepanjang sejarah yang dilalui beliau menyimpan banyak benih-benih keteladanan yang bisa dicontoh oleh setiap muslim sampai hari kiamat.

Sepeninggal beliau, melalui para penerusnya, Islam mampu menjadi soko guru peradaban dunia. Ini adalah pembuktian dari hadits nabi ﷺ,

إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا

“Sesungguhnya Allah menghimpun bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai yang dihimpunkan untukku…” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi).*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar SMA Muhammadiyah Tolak Valentine’s Day
Tulisan selanjutnya Prabowo Dilarang Shalat Jumat di Masjid Agung Semarang, BPN Prihatin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?